Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 38 Akan Mencari Kemana Pun


__ADS_3

Mia mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur. Dia segera pergi dari perpustakaan, saat Eyang Putri tidak lagi berbicara apa pun padanya.


Wanita sepuh itu kembali sibuk dengan buku tebal di hadapannya. Tidak mengiyakan apa yang dimintanya, Mia berpikir kalau Eyang Putri tidak menyetujui usulannya. Maka dari itu, Mia memilih untuk beranjak- dan berpamitan walaupun tidak mendapatkan tanggapan apa pun.


Mia menghela napas pelan, gadis itu bangkit menuju lemari pakaiannya. Dadanya sesak, saat dia menurunkan tas besar dari atas lemari. Perlahan membukanya, Mia memantapkan hati untuk menjauh dari Januar mulai hari ini.


"Selamat tinggal bayi besar," lirihnya.


                            🍭SA🍭


"Ibu!"


Eyang Putri menoleh, kedua matanya memicing untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Ibu mengizinkan Janu untuk menikahi pengasuhnya?"


Nyonya Arista mencecar ibu mertuanya. Dia yakin kalau Sang Nyonya Besar pasti memberikan izinnya pada Januar. Ibu mertuanya tidak akan pernah menolak keinginan putra bungsunya.

__ADS_1


"Arista, aku tidak-,"


Ucapan Eyang Putri terhenti, kedua matanya menajam saat melihat seseorang datang sembari membawa tas besar. Berjalan mendekat ke arahnya, dengan senyuman tipis namun sarat akan kesedihan.


"Nyonya Eyang, Nyonya Arista, saya pamit. Terimakasih karena sudah mau menerima saya bekerja disini, maaf kalau keberadaan saya di sini malah membuat ke gaduhan. Saya tidak akan meminta apa pun, saya hanya meminta tolong jaga Januar. Dia sudah bisa mandi sendiri, walaupun harus tetap di awasi. Jangan biarkan dia sendiri, Janu tidak suka sendirian. Tolong sampaikan maaf saya untuk Januar, maaf karena saya tidak bisa memenuhi janji untuk tetap bersama dengannya," senyum miris Mia terbit.


Sang Pengasuh menghela napas pelan, membungkukkan sedikit tubuhnya sebelum Mia kembali melangkah keluar. Mia memejamkan kedua matanya sejenak, memantapkan hati untuk segera pergi.


'Selamat tinggal, Janu. Mia enggak akan lupain Janu,'


Mia melangkah cepat, dadanya semakin sesak saat kedua kakinya sudah berada halaman. Dengan berat hati Mia menoleh, mendongakkan kepalanya untuk melihat kamar Januar yang ada di atas sana.


"Aku yakin kamu bisa dapat istri yang baik, Janu. Kamu pria baik, pasti Tuhan akan memberikan jodoh yang baik buat kamu," Mia berujar lirih, sebelum dia kembali melangkah.


Tembok yang menghalangi keduanya terlalu tinggi, Mia tidak sanggup untuk menjangkaunya. Harta dan tahta menjadi penghalang terbesar.


Tanpa Mia ketahui, di balik tirai putih Januar tengah bersembunyi. Kedua matanya menatap punggung kecil mantan pengasuhnya, gadis yang dia inginkan- tapi sang gadis memilih untuk pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Janu harus apa, biar Mia percaya kalau Janu beneran sayang sama Mia?"


Januar melemparkan rubik nya ke bawah, benda itu menghantam tas besar yang Mia bawa. Langkah Mia terhenti, kedua matanya mengerjab saat melihat benda kesayangan Januar.


Mia berbalik, dia mendongak untuk memastikan kalau pemilik benda itu ada disana. Sudut bibir Mia terangkat, saat melihat siluet seseorang dari balik tirai.


"Mia juga sayang Janu," lirihnya, sebelum kembali melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Januar yang tengah menatap nanar pada Mia, kedua matanya berkaca kaca- Januar menekan dadanya yang terasa sakit.


Dada Januar sakit dan sesak, saat melihat Mia mulai menghilang dari pandangannya. Air matanya luruh, saat tidak ada lagi orang yang akan bermain dengannya, memandikannya, memakaikan pakaiannya, menyuapinya, menidurkannya, membacakan dongeng untuknya, menemaninya saat ketakutan, dan menenangkan hatinya.


"Janu enggak mau Mia pergi! Janu bakalan nyari Mia dimana pun, Janu janji!"



*Ku mencintaimu lebih dari apa pun, meski pun tiada satu orang pun yang tau, ku mencintaimu sedalam dalam hatiku, meski pun dunia tidak menyetujuinya dan mengatakan kau tak pantas untuk ku


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHHH😘😘😘*


__ADS_2