Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 49 Disalahkan


__ADS_3

Julian melipat kedua tangannya di dada, pria itu menatap datar pada Januar dan Mia. Sepasang pengantin baru itu masih terdiam, membiarkan Julian mengintimidasi mereka berdua.


"Jadi, gara gara lo orang pingin nikah- lo sampai kabur dari rumah?" cetus Julian.


Tatapan datar penuh intimidasi nya tidak sedikit pun terlepas dari Januar, adik tirinya yang sudah membuat dirinya tidak bisa tidur lelap selama beberapa hari ini.


"Janu enggak kabur, Janu cuma nyari Mia. Janu memang enggak ngomong sama Eyang dan Mama, pasti mereka enggak bakal izinin Janu," bantahnya.


Helaan napas kasar Julian kembali terdengar, pria berjas kusut itu menyandarkan tubuhnya- memejamkan kedua matanya. Kepalanya kembali berdenyut mendengar pembelaan Januar.


"Itu namanya kabur Januar! kalau lo gak izin itu namanya kabur, dan gara gara lo kabur dari rumah Eyang masuk rumah sakit. Jantung Eyang kambuh, dan semuanya itu gara gara lo!" tukas tajam Julian.


Pria itu menegakan tubuhnya, amarah dan rasa kesal kembali menyelimuti hati serta otaknya. Tubuh Julian yang mulai lelah, memaksanya untuk tetap berdiri tegap.


Januar tidak bersuara, pria tampan itu menunduk dalam- ucapan Julian membuatnya khawatir. Terlebih saat Julian mengatakan kalau Eyangnya masuk rumah sakit setelah dirinya pergi dari rumah.


Begitu pula dengan Mia, perasaan takut dan bersalah kini mulai menyerangnya. Saat Januar pergi dari kediaman Rajendra saja Eyang Putri collapse, apa lagi kalau mengetahui pernikahan dadakan mereka berdua nanti.

__ADS_1


"Tapi Janu enggak berharap Eyang sakit, Janu cuma mau ketemu sama Mia, Jul!"


Januar mencengkram erat rubik nya, napasnya tersengal- kenapa Julian seakan menyalahkannya. Kalau saja Eyangnya dan Sang Mama memberikan izin padanya untuk menikahi Almia, dirinya tidak mungkin pergi dari rumah.


Kenapa di saat dirinya memilih egois, demi bisa mendapatkan gadis yang dia inginkan- justru semua orang menyalahkannya.


Tidak bolehkah seorang Januar bahagia? tidak bolehkah pria autis ini menemukan tambatan hatinya?


"Gue enggak nyalahin lo Janu, gue cuma ngasih tau kalau Eyang collapse setelah lo pergi dari rumah. Ya kalau lo merasa, lo yang udah buat Eyang masuk rumah sakit- itu urusan lo sendiri. Sampai nikah diam diam, enggak ngasih tau keluarga lo sendiri- lo waras?!"


Ucapan Julian kali ini membuat Mia mendongak, gadis itu menatap tajam pada pria yang sudah menjadi kakak iparnya.


"Bohong! Janu kok yang minta di nikahin sama Mia. Janu udah ngomong sama Eyang dan Mama, tapi mereka enggak ngizinin Janu. Mama malah nyuruh Janu deket sama April, Janu enggak mau! Janu cuma sayang sama Mia, Janu cuma mau nikah sama Mia!"


Januar segera memeluk Mia erat, pria itu menenggelamkan wajahnya di dada istrinya. Kedua tangannya memeluk tubuh Mia posesif, seakan Janu takut kalau Mia akan pergi darinya.


Mia bahkan tidak dapat bersuara lagi, saat Januar memotong ucapannya. Sementara Julian, pria itu menganga tidak percaya- saat melihat Januar memeluk Mia di depan kedua matanya tanpa canggung.

__ADS_1


'Menang banyak si Janu, udah bisa gre*pe gre*pe. Lah gue kapan kayak gituannya sama Maura? jangankan gre*pe gre*pe, megang jarinya aja dia udah nendang kayak kuda,' ringisnya dalam hati.


"Terserah deh ya, gue gak peduli siapa dulu yang ngebet kawin diantara kalian berdua. Sekarang yang paling penting buat gue, lo temuin Eyang! gue harap setelah Eyang ketemu sama lo, dan lihat lo baik baik aja- bahkan lebih dari kata baik, Eyang bakalan cepet sembuh!"


Julian bangkit, pria itu menggulung lengan kemejanya hingga siku.


"Gue pulang dulu, temuin Eyang secepat mungkin- kalau enggak gue seret lo Jan, gue iket lo di pohon jengkol!" cetusnya lagi, sebelum Julian benar benar pergi.


Mia dan Januar masih terdiam, keduanya menghela napas pelan- dan memikirkan ucapan Julian.


"NGAPAIN KALIAN LIHAT LIHAT RUMAH SODARA GUE?! KURANG KERJAAN LO LO PADA!"


Suara melengking Julian membuat Mia dan Januar saling tatap, perlahan senyum geli mereka terbit. Mia dan Januar yakin kalau para tetangga yang sedang kepo, terkena semburan mulut pedas Julian.



**HOLLA MET SIANG EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH😘😘**


__ADS_2