Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 62 Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Kedua sudut mata Julian tidak pernah bosan untuk melirik gadis yang tengah duduk disisinya. Sang gadis terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya, tidak ada obrolan serius sepanjang perjalanan.


Julian memilih diam sebelum gadisnya berbicara terlebih dahulu. Namun sudut matanya terus saja melirik diam diam.


Hingga akhirnya, tidak terasa mereka berdua sampai di tempat tujuan. Julian memberhentikan mobilnya tepat di depan loby rumah sakit. Pria berkemeja maroon itu menghela napas pelan kala melihat Maura masih sibuk sendiri.


"Ara?" panggilnya pelan.


Julian melepaskan safety belt nya, pria itu mendekat pada Maura agar dirinya dapat melepaskan safety belt yang membelit tubuh kekasihnya.


"Udah nyampe?"


Tangan Julian melayang di udara, saat mendengar suara Maura. Pria itu mendongak, kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat Maura menundukkan kepalanya. Tatapan keduanya bertemu, saling menatap penuh arti.


"Modus!"


Maura mendorong pipi Julian pelan menggunakan telunjuknya, saat melihat Julian mengigit bibirnya. Wajah Maura merona, saat melihat posisi wajah Julian tepat berada didepan dadanya.


"Hehe aku enggak lihat apa apa kok, Sayang," kilahnya.


Julian segera menegakan tubuhnya, saat melihat Maura memberikan tatapan tidak bersahabat padanya. Pria berdimple di dagu itu mengusap tengkuknya kikuk, Julian yakin kalau saat ini Maura tengah tidak nyaman di buatnya.


"Hati hati, enggak usah jemput. Nanti aku harus lembur, aku naik taksi aja pulangnya!"

__ADS_1


Braak!


Julian memejamkan kedua matanya, satu tangannya memegangi dadanya dramatis. Julian menatap miris pada Maura yang mulai menjauh, tidak ada kecupan selamat pagi, atau morning kiss di bibirnya, dengan sedikit luma*tan yang membuat mereka berdua semakin pan-


Ting!


Suara ponsel menghentikan khayalan gila Julian. Pria berdimpe di dagu itu menghela napas pelan, tangannya merogoh malas saku celananya.


Dahi Julian mengernyit, saat melihat sebuah pesan video masuk. Nomor tidak di kenal, Julian ingin mengabaikannya- namun entah kenapa rasa penasaran di dalam hatinya mendorong dirinya untuk membuka video itu.


Video mulai berputar, kedua mata Julian hampir melompat dari tempatnya saat melihat adegan yang ada dilayar ponselnya.


Ting!


       [Julian, Janu udah meraktekin kayak gitu sama Mia. Janu suka, rasanya manis nanti Janu mau minta lagi ah]


Mulut Julian terbuka lebar, bahkan sangat lebar kala membaca pesan yang baru saja masuk dari nomor tidak dikenal tadi. Kedua lubang hidung Julian kembang kempis, bahkan kedua telinga Julian ikut memerah sama seperti wajahnya.


Bagaimana pria itu tidak emosi, video yang ternyata di kirim oleh Januar adalah video haram, walaupun belum menuju tahap waka waka e'e, tapi tetap saja adegan itu berhasil membuat jiwa kelelakiannya memberontak.


"Bocah itu, kagak punya otak apa si Janu ya! astaga Tuhan ampunilah hamba mu ini yang sudah mengajari yang enak enak pada adik bodoh hamba itu," gumamnya pelan.


"Terus sekarang gue kudu nahan bo*ker gara gara si Januar!" imbuhnya lagi.

__ADS_1


Julian membanting ponselnya ke kursi penumpang, suara desa*han sialan yang di keluarkan sepasang anak setan itu mulai menggangunya.


"MAURAAAA!" pekiknya tertahan, untung saja orang diluar tidak dapat mendengarnya.


Julian menyandarkan dahinya di kemudi, kali ini dia butuh waktu untuk menenangkan sesuatu yang berkedut di bawah sana. Rasanya sesak, sampai Julian ingin sekali melepaskan gesper serta celana bahan hitam licin yang dia pakai saat ini.


"Astaga, gak mungkin kan gue kudu ci*pokan sama stir mobil?" gumamnya miris.


"GUE PINGIN NIKAAAHHH MAAAA!"



ADUH MAS JANUUUUU😘😘😘



**SABAR JUL 😂😂😂


HOLLA MET SORE EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2