Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 56 Penjelasan


__ADS_3

Julian memberhentikan mobilnya di tepi jalan, suasana jalanan yang sepi dan gelap membuat gadis yang ada di sisinya terlihat waspada. Sang gadis sudah merogoh sesuatu dari balik tasnya, siap menyerang Julian apa bila pria itu akan berbuat hal yang tidak patut padanya.


Julian memejamkan kedua matanya, napasnya terdengar berat- namun tidak lama pria itu membuka kedua matanya lalu menatap pada Maura yang masih waspada.


"Kenapa diam? biasanya kamu bakalan ngomel,"


Seulas senyum tipis Julian terbitkan, pria berdimple di dagu itu melepas sabuk pengamannya. Tubuhnya dia geser kan sedikit, agar bisa melihat wajah mantan kekasihnya secara sempurna.


Sementara Maura, gadis berwajah cantik itu memalingkan wajahnya angkuh- menghindari tatapan Julian yang terlihat nakal. Maura mencengkram sesuatu yang sudah berada di tangannya, benda yang mampu membuat lawannya tepar dalam sekali sengatan.


Kejut listrik volt tinggi!


"Sudah siap dengerin penjelasan aku? aku cuma minta waktu 15 menit buat jelasin, setelah itu aku bakalan antar kamu pulang dengan selamat," Julian menjeda.


"Gimana, apa kamu-,"


"Kalau mau jelasin cepetan ngomong, ini udah malam. Kalau kepergok sama patroli kita bisa di kira macem macem!" tukas Maura memotong ucapan Julian.


Gadis itu berbicara tanpa ingin menatap ke arah mantan kekasihnya. Maura masih setia menikmati remang malam yang terlihat mengerikan di matanya.


Maura tersentak, saat Julian meraih salah satu tangannya yang terbebas- menggenggamnya erat namun penuh perasaan. Netra keduanya bertemu, saling terpaut bahkan Maura tidak dapat menghindari tatapan Julian saat ini.

__ADS_1


"Aku enggak bakalan basa basi, dengar aku sama sekali enggak pernah khianatin kamu Ara. Semua yang kamu lihat itu cuma salah paham, ya memang aku akuin kalau cewek sialan itu nyosor aku- tapi bukan aku yang-,"


"Tapi kamu nikmatin kan! jujur, kamu nikmatin bibir cewek itu kan?!" Maura memotong cepat ucapan Julian, jujur dia mulai terpancing saat Julian kembali menceritakan kejadian yang membuatnya menangis selama sehari semalam, hingga harus izin pada pembimbingnya karena tidak dapat mengikuti kelas.


Julian mengatupkan bibirnya, dia bukan pria munafik yang akan mengelak. Kucing garong mana yang mau menolak ikan asin di depan matanya. Dia memang bukan pria baik, tapi Julian juga tidak pernah suka bermain api- walaupun akhirnya api yang tidak dia mainkan pun berhasil membakarnya.


"Maaf, tapi beneran aku gak nyangka kalau dia bakalan ngelakuin itu sama aku. Aku disana lagi nunggu kamu Sayang, tiba tiba tuh cewek datang terus narik baju aku, y- ya kayak gitu jadinya," Julian menjelaskan perlahan, sejujurnya walaupun dia tahu kalau Maura akan semakin kesal padanya.


"Ara, aku benar benar tidak menginginkan itu. Aku bahkan berharap cuma kamu yang-,"


"TAPI CEWEK SIALAN ITU UDAH CIUM KAMU JULIAAANNN! BAHKAN AKU AJA GAK PERNAH KAMU CIUM!" pekik keras Maura.


"Kamu diam aja pas dia cium bibir kamu Jul! kenapa kamu enggak dorong-,"


"Aku langsung dorong dia Ara! bahkan sebelum kamu melihat aku sudah dorong cewek itu. Tapi- kamu tau posisi aku saat itu, dia makin mengencengin pegangannya di leher aku. Please percaya sama aku. Aku enggak pernah berniat sedikit pun buat nyakitin hati kamu Ara. Aku-,"


"Tapi kamu udah nyakitin aku Jul!" tukas Maura.


Julian tidak dapat berkata apa pun, pria itu menghela napas kasar. Julian lebih memilih untuk mendekap tubuh Maura, membiarkan gadisnya menangis dan memukul tubuhnya semaunya.


Ddrrtt!

__ADS_1


"Aawww!" pekik Julian.


Pria itu mendelik horor saat merasakan sesuatu menyengat perutnya, hanya sebentar tapi lumayan membuatnya terkejut dan bergetar.


"Itu hukuman buat kamu, aku bakalan nempelin tubuh kamu ke kWh rumah aku, kalau kamu berani nyakitin hati aku lagi!"


Julian berkedip lambat, rasa sakit di perutnya tidak dia rasakan lagi. Julian lebih fokus pada ucapan Maura.


"Maksud kamu? kita, jadi kita-,"


"Iya, udah deh ayo pulang aku udah ngantuk!" tukasnya lagi.


Julian blank, namun pria itu mengangguk dengan senyum lebar menghiasai bibirnya.



**SENENG LU JUL JUL


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYY MUUUAAACHH**

__ADS_1


__ADS_2