
Januar menggeser tubuhnya lebih dekat pada Mia. Saat ini mereka sudah berada di kediaman Rajendra, siang tadi Eyang Putri sudah di perbolehkan pulang.
Mia tengah sibuk menyusun makanan di atas meja, gadis itu tidak bisa diam melihat para pelayan rumah ini terlihat sibuk. Gerakan yang di lakukan oleh Mia, terus saja di ikuti oleh Januar.
Pria berkaos putih dengan celana selutut itu terus saja mengikuti langkah Mia. Sesekali Januar menarik kemeja yang di pakai istrinya, berpegangan pada ujungnya persis seperti anak yang menempel pada ibunya.
"Mas Janu kenapa ngikutin Mia terus? duduk aja di kursi. Nanti kalau Mia kesandung, Mas Janu bisa kesiram sayur sup yang Mia bawa loh!" Mia menghela napas sabar, sebenarnya sedari tadi dirinya ingin memperingatkan Januar- tapi karena tidak terlalu menghalangi Mia tidak melakukannya.
Mia membiarkan Januar mengikutinya seperti anak itik, dan kini karena khawatir Januar tersiram kuah sup yang dia bawa- Mia mulai mengeluarkan taringnya.
"Udah Mas Janu duduk aja! Mia mau ngambil ayam goreng dulu!" Mia meletakan mangkuk sup di atas meja. Kemudian menuntun Januar duduk, melipat kedua tangan suaminya di meja- terlihat seperti anak baik dan penurut.
"Mia jangan lama lama ngambil ayamnya!"
Baru beberapa meter, Mia kembali menghentikan langkahnya- gadis itu menoleh pada Januar. Kedua sudut Mia terangkat, dia mengangkat ibu jarinya tinggi tinggi.
Mia kembali melanjutkan langkahnya, menghela napas lelah yang hanya boleh dia yang tahu. Perutnya yang lapar mulai mempengaruhi kinerja otaknya, kedua kakinya melemas karena terlalu lapar. Mia segera membawa wadah yang berisikan ayam goreng, dengan cepat Mia kembali ke ruang makan.
Langkah Mia sempat terhenti, saat melihat anggota keluarga Rajendra sudah berada di meja makan. Pegangannya mengencang, ada rasa ragu didalam hatinya untuk mendekat. Mia masih canggung, jujur sebenarnya dia tidak ingin tinggal di rumah besar ini- kalau bisa Mia akan memilih tinggal di rumahnya atau mengontrak lebih baik.
__ADS_1
Namun demi Januar dan keharmonisan keluarga Rajendra, Mia menyiapkan hati serta mental untuk kedepannya. Karena Mia yakin, Nyonya Arista maupun Nyonya Eyang tidak sepenuhnya merestui pernikahan mereka berdua.
"Mia, kenapa Mia berdiri disana? ayo sini dari tadi Janu nungguin Mia!" seru Januar.
Pria itu bangkit, berjalan cepat ke arah istrinya. Tangannya terulur meraih piring ayam goreng yang ada di tangan Mia. Dengan lembut, Januar menggenggam tangan Mia- menuntunnya menuju meja makan.
Januar mendudukkan Mia di dekatnya, meletakan piring ayam goreng itu di hadapan Julian- membuat sang kakak berbinar bahagia.
"Mia mau makan apa? biar Janu yang ambilin,"
Mia tersentak, tangannya reflek menahan Januar yang hendak mengambil piring kosong yang ada dihadapannya. Gadis itu berdehem pelan, Mia menarik kedua sudut bibirnya. Tangannya yang terbebas, meraih piring kosong milik Januar.
"Uhuk!"
Belum sempat Mia meraih centong nasi, suara batuk Julian menghentikan aksinya. Mia mengernyitkan dahi melihat keterkejutan di wajah kakak iparnya.
"Mas Janu? astaga udah Mas Janu aja," cetus Julian.
Mia yang merasa tidak enak hanya menunduk, terlebih saat melihat Nyonya Arista dan Eyang Putri melihat ke arahnya, namun tangannya tetap bergerak mengambilkan makanan untuk suaminya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Mia kan istri Janu. Jadi gak apa apa kan Mia manggil Janu, Mas Janu. Makanya Julian cepat nikah kayak Janu, biar istrinya Julian manggil Mas Julian nanti,"
Tangan Julian melayang di udara, bahkan mulutnya terbuka lebar belum sempat dia isi dengan makanan, saat mendengar ucapan Januar.
Didepan Julian Eyang Putri sudah tertawa kecil, wanita setengah baya itu sampai terbatuk melihat wajah kesal Julian. Sedangkan Nyonya Arista, wanita cantik itu terlihat biasa saja- namun kedua matanya terus saja memperhatikan kedua putranya.
"Mia, Janu mau pipis!"
Tawa Eyang Putri terhenti, kedua matanya membola- sama seperti yang Julian lakukan sekarang. Sementara Nyonya Arista hanya menghela napas pelan, sepertinya Januar memang sudah tidak dapat di pisahkan lagi dengan Almia.
**AYO AKU ANTER MAS 😘😘😘
HOLLA MET SIANG EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHH😘😘**
__ADS_1