
Mia memijat pelipisnya pelan, pagi ini dia kambali merasakan sakit di area kepalanya. Tapi Mia masih tetap melakukan tugasnya dengan baik, saat ini gadis itu tengah menyiapkan salad buah untuk Januar.
Kedua netra Mia mengedar, suasana kediaman Rajendra terasa tenang walaupun banyak pembantu di sana. Semenjak Eyang Putri pergi keluar kota, suasana rumah semakin sepi. Ditambah lagi Januar mulai ikut andil dalam mengurus perusahaan- walaupun tugasnya tidak seperti Julian.
Januar terlihat serius dengan ucapannya waktu itu. Dia menginginkan memakai stelan kantor seperti yang Julian pakai. Januar berkata, kalau dia harus bisa mencari uang sendiri- karena sudah ada Mia dalam hidupnya. Januar tidak ingin hanya mengandalkan orang lain, maka dari itu Januar meminta Julian untuk memasukannya kedalam daftar karyawan perusahaan, walaupun sebenarnya Januar lah pemiliknya.
Nyonya Arista sempat menolak saat Januar menginginkan semua itu. Nyonya Rajendra mengatakan kalau Januar akan mendapatkan uang setiap bulan, seperti biasa tanpa harus bekerja langsung- namun Januar menolaknya.
Pria itu menginginkan status jelas di perusahaan keluarga Rajendra, walaupun pekerjaannya hanya memantau data base perusahaan mereka. Karena Januar berpikir, Mia akan malu kalau memiliki suami yang tidak bekerja- walaupun pada kenyataannya Januar tetap bekerja di balik layar.
Tanpa adanya campur tangan Januar, keamanan data Rajendra tidak akan mungkin selamat dari para pesaing bisnis mereka. Mungkin Januar memang tidak pandai bermain saham, namun ada bidang lain yang mampu Januar taklukan.
Mia menghembuskan napas kasar, kedua matanya melirik pada cincin yang melingkar di jari manis kanannya. Cincin yang Januar berikan setelah mereka kembali dari Mall. Mia bahkan tidak tahu pria itu mendapatkannya dari mana- dia hanya tahu saat Januar mengatakan pria itu membelinya dari uang tabungannya sendiri.
Membelinya sendiri? atau di belikan orang lain? itulah yang saat ini tengah Mia pertanyakan.
Mia kembali memijat pelipisnya, kepalanya berdenyut sakit. Rasanya semakin bertambah parah saat dia mengingat pesan yang di kirimkan oleh kakaknya- Amira. Sang kakak mengatakan kalau dia akan kembali ke kota itu beberapa minggu lagi, Mia tidak tahu harus mengatakan apa pada Amira dan kakak iparnya nanti.
Gadis itu menghela napas kasar, setelah selesai Mia segera membawa salad buahnya. Denyutan di kepalanya mulai terasa, namun Mia berusaha kuat untuk berjalan menuju lift. Dahi Mia berkerut, samar samar dia mendengar dua orang tengah bercengkrama di ruang tengah.
__ADS_1
Mia memperlambat langkahnya, menajamkan pendengarnya. Bahkan gadis itu terlihat sudah menyembunyikan tubuhnya di balik tembok.
"Ah iya tante. Aku juga seneng banget ketemu sama tante. Oh iya, gimana kabar Julian sama Januar, udah lama aku tidak ketemu sama mereka,"
Telinga Mia berkedut, kedua matanya memicing kala melihat Nyonya Arista masuk kedalam rumah bersama seorang wanita cantik berpakian modis.
"Mereka baik, Julian sama Januar pasti senang lihat kamu sudah kembali ke Indonesia,"
Wanita yang bersama Nyonya Arista tersenyum tipis. Mia dapat melihat jelas ada rona merah di kedua pipinya, entah karena apa wanita itu terlihat malu malu saat ibu mertuanya membahas suami dan kakak iparnya.
Siapa wanita itu sebenarnya? ada hubungan apa dia dengan keluarga Rajendra?
Tubuh Mia tersentak, gadis itu hampir saja menjatuhkan mangkuk salad yang ada di tangannya karena terkejut. Gadis itu berbalik, Mia menghela napas pelan kala melihat Januar sudah berada di belakangnya.
"Ngapain turun. Mia kan udah bilang Mas Janu tunggu di kamar, gak pake celana lagi,"
Mia mulai mengomel, terlebih saat melihat Januar turun dengan hanya memakai celana di atas lutut, dengan atasan kemeja putih dan jas navy.
"Janu udah pakai celana, Mia gak lihat ya," Januar protes tidak terima, saat istrinya mengatakan kalau dirinya tidak memakai celana.
__ADS_1
Januar melipat kedua tangannya di dada, raut wajahnya terlihat kesal- namun entah kenapa raut wajah yang Januar tampilkan malah terlihat imut di kedua mata Mia.
"Iya iya, Mas Janu pakai celana. Ya udah ayo kita ke kamar la-,"
"Januar!"
Mia mengatupkan bibir, suaranya hilang begitu saja saat mendengar seseorang memanggil nama suaminya.
**MAS JANU GAK PAKE CELANA ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
HOLLA MET SIANG EPRIBADEH
ADA YANG KANGEN?
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**
__ADS_1