Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 41 Bertemu Kembali


__ADS_3

Mia terus berlari, dia tidak peduli dengan gerimis yang mulai membasahi tubuhnya.


Pikirannya hanya tertuju pada satu nama, Januar. Mia bahkan hampir tersungkur dan terpeleset, namun dirinya tidak peduli. Napasnya naik turun, kedua matanya berembun saat melihat seseorang tengah berteduh di pos kamling.


Separuh wajahnya tertutup tudung, namun Mia dapat mengenali siapa orang itu. Keadaannya terlihat tidak baik, tubuhnya menggigil dengan memeluk kedua lututnya.


Cairan bening dari mata Mia turun begitu saja. Gadis itu berlari kembali, menembus gerimis yang mulai deras. Mia melangkah perlahan saat dirinya tidak jauh lagi dari tempat itu, perlahan dan hati hati- agar kedatangannya tidak mengejutkan.


"Mia dimana? Janu kedinginan," lirihnya.


Air mata Mia mengalir semakin deras, dadanya sesak seakan di remas kencang. Gadis itu mendongakkan kepalanya, sebelum Mia kembali mendekat.


"Janu?" panggilnya lembut.


Mia berjongkok saat orang yang dia yakini sebagai Januar sama sekali tidak meresponnya. Kedua tangan Mia meraih tangan orang itu perlahan, berusaha menenangkan dan tidak membuatnya terkejut.


"Janu, ini Mia,"


Mia kembali membuka suara, terdengar serak karena menahan sesak di dada. Perlahan kepala yang tertunduk itu terangkat, terlihat takut namun berusaha untuk kuat.


Mata yang tadinya sayu penuh air mata, terlihat mengerjab cepat saat melihat orang yang tengah berada di hadapannya. Tatapannya beralih pada kedua tangannya yang terasa hangat.


"M-Mia?" gugupnya.

__ADS_1


Mia mengangguk pelan, gadis itu menipiskan bibir- senyuman miris terpatri di bibir Almia. Kedua matanya kembali mengeluarkan air mata, saat melihat kondisi pria yang dia sayangi saat ini.


"Kenapa Janu ada di luar? siapa yang nyuruh Janu keluar rumah tanpa diantar?"


Mia menangkub wajah Januar, rasa dingin kembali menyelimuti telapak tangannya. Tatapan Mia semakin sendu, dia berusaha untuk tidak menangis di depan Januar.


"Janu pergi sendiri,"


Januar kembali menunduk, pipinya yang dingin kembali hangat saat kedua telapak tangan Mia menyentuhnya.


"Kenapa? kalau Janu tersesat gimana? nanti Eyang Nyonya sama Nyonya Arista bakalan nya-,"


"Janu mau nyari Mia!" Januar menyela cepat.


Mia membatu, kedua netra nya menatap lekat pada Januar. Bahkan tanpa sadar Mia mengusap lembut wajah Januar, membuat pria bertudung abu abu itu memejamkan kedua matanya.


Mia tersentuh? tentu saja, hanya gadis tolol yang tidak tersentuh dengan pengorbanan pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Mia?"


Januar kembali memanggil. Mia yang masih sibuk dengan pemikirannya sedikit tersentak, gadis itu mengerjabkan kedua mata- menipiskan bibir membentuk senyuman tipis.


"Iya?" sahut Mia lemah.

__ADS_1


"Janu kedinginan, Janu juga lapar. Apa Mia mau beliin Janu makanan, perut Janu sakit Mia,"


Januar meringis saat merasakan perutnya melilit karena lapar dan kedinginan. Sepertinya Januar masuk angin karena kehujanan dan kelaparan.


Mia Speechless, gadis itu segera bangkit- Mia mengulurkan kedua tangannya pada Januar, membantu pria bertubuh besar itu berdiri. Mia mendekat pada Januar, satu tangannya meraba pakaian yang di kenakan oleh mantan anak asuhnya.


80 persen pakaian Januar basah, mungkin saat Mia tertidur dan Januar masih menyusuri jalanan- hujan turun membuat Januar kebasahan.


"Ayo kita pulang!" ajak Mia.


Januar yang tadinya terlihat berbinar, kembali meredup. Bahkan Januar melepaskan pegangannya pada Mia. Januar beringsut pelan, mendekat ke arah tembok.


"Janu enggak mau pulang, Mia! Janu enggak mau ketemu sama Ma-,"


"Janu pulangnya ke rumah Mia, bukan ke rumah Janu. Ayo, nanti Janu harus mandi air hangat biar gak masuk angin. Janu juga harus makan dulu, nanti Mia masakin,"



JANU PULANG SAYANG, AKU GIGIT NIH RRRWWWW


**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


ADA YANG KANGEN

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**


__ADS_2