Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 65 Gantian


__ADS_3

"Mia?"


Januar terus saja merengek, sepanjang perjalanan pulang Mia mendiamkannya. Bahkan hingga mereka sampai dikediaman Rajendra, Mia masih membisu. Gadis itu melakukan tugasnya, namun sama sekali tidak mengeluarkan suaranya.


Saat ini Mia tengah mengeringkan rambut Januar, keduanya saling berhadapan- Mia yang terlihat fokus pada rambut Januar tidak sedikit pun melirik pada suaminya.


"Mia marah ya sama Janu?"


Suara Januar mengecil, bahkan terdengar serak. Kepalanya tertunduk dalam, membuat Mia dengan cepat menangkub kedua pipinya.


Wajah Januar mendongak, netra keduanya bertemu- saling mengunci satu sama lain. Tatapan Januar sendu, sedangkan Mia terlihat biasa saja.


"Mia ma-,"


"Enggak enak kan di diemin kayak gitu. Tadi malam juga Mas Janu diemin Mia, padahal Mia gak salah apa apa."


Mia kembali menggosok rambut suaminya, membiarkan Januar memeluk perutnya dan menyembunyikan wajah disana. Bahkan Mia dapat merasakan napas hangat Januar, yang membuat tubuhnya merinding.


"Udah selesai! awas Mia mau tidur!"


Mia melemparkan handuk yang ada ditangannya ke keranjang pakaian kotor. Tangannya berusaha melepaskan dekapan Januar, Mia bergeser ke arah lain saat dekapan suaminya terlepas- tanpa berkata apa pun Mia segera membungkus tubuhnya dengan selimut.


Januar yang masih terduduk di tempatnya, hanya menatap tidak berkedip pada punggung kecil istrinya. Januar menggeser tubuhnya, merapat pada Mia yang memunggunginya. Napas gadis itu sudah teratur, menandakan kalau Mia mulai memasuki alam mimpi.


"Mia?"

__ADS_1


Januar menyentuh lengan istrinya dengan telunjuknya, mencolek pelan berharap kalau gadisnya mau kembali menoleh. Namun sepertinya nihil, Mia sama sekali tidak bergerak, dia tetap di posisinya.


"Mia jangan marah, nanti kalau Mia marah Janu enggak ada yang meluk,"


Januar merangkak pelan di atas tubuh Mia, mendekap tubuh gadis itu dari belakang. Bahkan perlahan Januar membalikan Mia agar menghadap padanya.


"Mia?" rengeknya lagi.


Kedua tangan Januar menangkub wajah Mia, kedua matanya menatap tak berkedip- bahkan perlahan Januar memajukan wajahnya, perlahan, pelan tapi pasti, hingga-


Cup!


Satu kecupan dalam dan cukup lama Januar berikan di bibir Mia. Kedua benda lembut itu beradu, Januar perlahan menggerakkan bibirnya- meraup kasar bibir Mia membuat gadis itu membuka kedua matanya.


"Eempphh- Mas Janu-,"


Suara Mia tertahan, kala Januar kembali mengecap manisnya ciuman mereka yang amatiran namun brutal.


                          🍭 SA 🍭


Julian menatap tanpa bosan ke arah loby rumah sakit. Sudah hampir satu jam lamanya dia menunggu Maura, namun sang kekasih tidak juga kunjung keluar. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, waktu lembur Maura harusnya sudah berakhir, itu setahunya.


Julian menggaruk lengannya yang gatal karena gigitan nyamuk. Pria itu turun dari kap mobilnya, berjalan pelan menuju loby rumah sakit. Kedua matanya menatap liar, bahkan resepsionis yang tadi ada disana sudah tidak ada di tempatnya.


"Nih rumah sakit sepi amat sih!" gumamnya.

__ADS_1


Julian kembali melanjutkan langkahnya, tatapannya tertuju pada lorong yang remang yang tidak jauh darinya. Bulu kuduknya merinding, bahkan rasanya seluruh bulu yang ada bagian tertentu pun ikut berdiri.


Julian membayangkan kalau dari arah lorong remang itu, tiba tiba saja muncul sesosok makhluk yang pernah dia tonton di bioskop.


"Jul!"


"MAMAAAA!" pekik Julian saat ada yang menepuk bahunya.


Bahkan orang yang menepuknya ikut terkejut setengah mati, dan tidak terjungkal kebelakang.


"Julian, kamu kenapa sih?!" Maura memukul lengan kekasihnya cukup keras. Jantungnya berdetak kencang karena ulah Julian.


"Astaga, aku kira kamu suster ngesot,"


Maura membola, gadis itu menatap garang pada Julian- dan tragisnya Julian seperti tidak menyadari ucapannya sendiri.


"Aku doain biar kamu di ci*pok suster ngesot!" sungut Maura sembari pergi berlalu meninggalkan Julian yang masih menetralkan napasnya.



*CIPOK NOH SUSTER NGESOT 😂😂😂


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2