Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 64 Cemburu


__ADS_3

Januar meliarkan pandangannya, kedua matanya terus saja menatap satu persatu rak makanan ringan yang ada di depannya. Senyumannya terbit saat melihat beberapa kotak coklat dan permen, tangan Januar terulur hendak meraih coklat dan permen yang dia inginkan.


Namun belum sempat Januar menyentuhnya, seseorang sudah menghalangi pandangannya. Seorang gadis cantik bergerak cepat menyusup di depan tubuh Januar. Kepalanya menggeleng pelan, kedua matanya menyipit tajam pada Januar.


"Mau ngambil apa?"


Januar terlihat salah tingkah, pria itu menyembunyikan kedua tangannya di belakang. Dia mengalihkan tatapannya ke arah lain, menghindari gadis cantik yang tengah menatap penuh intimidasi padanya.


"Eemm- oh iya Janu kan mau beli buah Apel," Januar berlalu, melangkah meninggalkan stand makanan ringan dengan wajah tidak rela. Pria berwajah tampan itu berjalan menuju stand buah dan sayur.


Sedangkan gadis yang tadi menghalanginya hanya mengulum senyum. Tanpa sepengetahuan Januar, dia meraih beberapa kotak coklat dan permen yang di inginkan oleh suaminya.


Dengan pelan dia mengikuti langkah Januar, dari kejauhan dia dapat melihat Januar tengah memilih buah Apel kesukaannya. Senyumannya terbit, rasanya bahagia sekali saat dirinya dapat melihat wajah berbinar Januar. Selama ini pria itu jarang sekali keluar rumah, hanya terapi dan kontrol- setelah itu Januar kembali ke kediaman Rajendra.


Tapi kali ini, Mia memberanikan diri untuk membawa Januar ketempat yang jarang- atau bahkan belum pernah pria itu kunjungi. Senyuman di bibir Mia terus saja mengembang, namun saat dia hendak sampai mendekat pada Januar, senyumannya perlahan surut. Berganti dengan wajah datar dan masam, kala melihat seorang wanita mendekat pada suaminya.


Sangat jelas terlihat kalau wanita itu tengah mencari simpati dan perhatian Januar, dengan cara terus saja bertanya pada suaminya. Mia masih memantau, kedua matanya menyorot tajam- bahkan saat ini Mia sudah mencengkram erat troli belanjaan yang di bawanya.

__ADS_1


Didepannya, wanita berpakaian modis itu terus saja memepet pada Januar, tidak peduli kalau Januar terlihat risih dengan kehadirannya.


"Oh iya, menurut kamu besaran yang mana?"


Mia dapat mendengar samar samar wanita itu kembali bertanya pada suaminya. Bahkan pertanyaan tidak penting pun di tanyakan, seperti tidak ada pembahasan lain saja. Mia mencebik, gadis itu melepaskan trolinya- melangkah perlahan mendekat pada Januar tanpa bersuara.


"Kok enggak di jawab sih. Aku dari tadi ngajak kamu ngomong, tapi kamu diam aja. Kamu enggak bisu kan? kamu bisa ngomong kan? ayo dong ngomong. Pasti suara kamu ganteng kayak mukanya, aku gak sabar denger suara-,"


"Pergi! kamu ganggu tau gak!" suara Januar terdengar dingin dan datar.


"Tuh kan suara kamu serak serak gimana gitu, aku su-,"


"Mas Janu?"


Mia terlau jengah, wanita yang ada di dihadapannya ini sepertinya sudah mati rasa. Dirinya saja dapat merasakan kalau Januar tidak nyaman, dan sudah mengusir wanita itu secara terang terangan. Tapi ternyata rasa tidak tahu malunya mengalahkan tebal make up yang di pakainya.


Mia mengikis jarak pada Januar, senyuman gadis itu terbit saat melihat suaminya menoleh dengan wajah yang berbinar.

__ADS_1


"Udah ngambil Apelnya?" Mia segera meraih lengan Januar, memisahkan suaminya dari wanita tak tahu malu yang sedari tadi menempel pada Januar.


Januar tidak bersuara, pria itu hanya mengangguk. Perlahan melepaskan rangkulan tangan Mia di lengannya, lalu meraih pinggang kecil sang istri- tidak lupa senyuman tipis di bibirnya.


"Kita pulang!" ucap Januar.


Pria itu membawa Mia menjauh, satu tangannya meraih keranjang berisikan buah Apel dan buah Naga. Meninggalkan wanita berambut pirang yang masih menatap Januar tanpa berkedip.


Diam diam Mia mengulum senyum, padahal dirinya belum melakukan dan berbicara apa pun pada wanita itu, tapi Januar sudah berhasil meredam kekesalannya.



**ET DAH NGAJAK BULAN MADU DI KEBON ERIH 😫😫😫


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2