Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 55 Perlahan


__ADS_3

Januar merapatkan tubuhnya pada Mia, pria yang pandai bermain rubik itu terlihat enggan sekali berjauhan dengan istrinya. Januar tidak peduli pada Eyang dan sang Mama, yang sedari tadi terlihat terus saja menatap ke arahnya.


Selepas perdebatan mereka, Nyonya Arista memilih diam- wanita bersanggul itu lebih memilih menyibukkan diri pada laptop yang ada di pangkuannya- walaupun sesekali ujung matanya melirik pada Mia dan Januar.


"Jadi kalian sudah menikah?" Eyang Putri buka suara.


Setelah tadi dia hanya diam mendengarkan perdebatan Januar dan menantunya, kini Eyang Putri bertanya secara langsung pada Januar. Seharusnya tanpa bertanya pun mereka bisa melihat dengan jelas, kalau memang ada sesuatu yang spesial diantara Januar dan Almia.


"Janu udah nikah sama Mia, Eyang. Janu kan udah bilang tadi, tapi Mama sama Eyang tetap aja enggak percaya!" Januar kembali kesal. Dirinya sudah mengatakan sejujurnya, namun sepertinya para wanita Rajendra sama sekali tidak mempercayainya.


"Kapan kalian menikah?" tanya lagi.


"Kemarin malam! Pak RT sama orang orang salah paham, terus Janu minta dinikahin aja sama Mia. Padahal kita enggak ngapa ngapain, Mia cuma mandiin Janu aja,"


Mia melipat bibirnya dalam, gadis itu memejamkan kedua matanya- Januar memang tidak pandai membual, jadi jangan salahkan suami imutnya kalau dia berkata jujur- bahkan terlampau jujur.

__ADS_1


"Jadi kalian menikah hanya gara gara salah paham?!" Nyonya Arista ikut angkat bicara.


Kedua mata wanita itu menatap tidak percaya, bahkan Nyonya Arista segera menutup laptopnya. Membiarkan setumpuk pekerjaan yang membuat kepalanya berdenyut, terbengkalai sejenak.


"Astaga Januar, Mama enggak percaya kalau kamu bisa mengambil keputusan besar cuma gara gara salah paham. Januar, kamu tahu kan keputusan yang sudah kamu ambil ini bukan hal yang kecil. Kenapa kamu malah menikahi Mia? kamu bisa jelaskan pada mereka kalau kamu sama dia enggak berbuat-,"


"Tapi Janu memang mau nikah sama Mia, Ma. Kan Janu udah pernah bilang, Janu cuma mau nikah sama Mia!"


Nyonya Arista mengatupkan bibirnya, bahunya melemas, tatapannya kosong. Wanita itu kembali menyandarkan tubuhnya di sofa, kepalanya kembali berdenyut pelan.


Nyonya Arista menghembuskan napas kasar, wanita itu bangkit lalu meraih ponsel dan laptopnya, kedua kaki jenjangnya melangkah cepat meninggalkan mertua dan Putranya serta gadis yang sudah menjadi menantunya.


"Mama marah lagi?" lirihnya.


Januar menatap sendu pada Mia, kedua matanya berkaca kaca- bahkan tanpa canggung lagi Januar kembali memeluk tubuh istrinya. Januar memang tidak canggung, namun lain dengan Mia. Gadis itu meringis kecil, dia takut kalau Eyang Putri berpikiran buruk tentangnya.

__ADS_1


Sudah cukup penolakan izin yang Januar sampaikan saat itu, Mia tidak ingin lagi menambah beban pikirannya dengan sesuatu hal yang membuatnya pusing.


"Eyang mau dengar penjelasan kalian nanti. Sekarang kalian istirahat, temani Eyang di sini. Setelah Eyang sehat, Eyang mau kalian pulang ke kediaman Rajendra- jangan membantah!"


Eyang Putri kembali memejamkan kedua matanya, dia merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya banyak hal pada Januar. Eyang Putri yakin, kalau Januar akan tetap pada pendiriannya, karena dia tahu bagaimana sifat cucu bungsunya.


Serangan jantung yang dialaminya bukan karena Januar meminta izin menikahi Mia, namun karena Januar memilih untuk pergi meninggalkan kediaman Rajendra tanpa izin dari siapa pun. Eyang Putri khawatir karena Nyonya Arista dan Julian tidak kunjung menemukan keberadaan Januar saat itu.


Dan kini Eyang Putri dapat bernapas lega, karena Januar akhirnya kembali dalam keadaan sehat- walaupun dengan status yang sudah berubah menjadi suami seseorang.



**MAS JANU SABAL YA


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUAACHH😘😘**


__ADS_2