Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 53 Izinkan Aku


__ADS_3

Januar memundurkan langkahnya, namun tatapannya masih tertuju pada Nyonya Arista. Pria berwajah tampan itu perlahan meraih jemari istrinya, menggenggamnya erat- memberikan ketenangan pada Mia kalau semua akan baik baik saja.


"Maksud kamu apa, Januar? kamu jangan bohong sama Mama dan-,"


"Janu enggak bohong Ma! Janu sama Mia emang udah nikah, kita berdua nikah kemarin. Julian juga tau kalau kita udah nikah,"


Nyonya Arista tercengang, wanita itu reflek mundur kebelakang. Kepalanya berdenyut secara tiba tiba, bahkan Nyonya Arista tidak dapat membalas ucapan Januar karena terlalu shock.


Putranya menikah tanpa seizin darinya dan ibu mertuanya!


"Janu, bilang sama Mama kalau kamu bohong?" Nyonya Arista masih bersikeras menyangkal semua ucapan Januar.


Sang Nyonya Rajendra menatap tidak percaya saat melihat Januar menggeleng. Nyonya Arista mulaiĀ  paham kalau Januar berbicara jujur padanya. Wanita itu menoleh pada ibu mertuanya, Nyonya Arista mengernyitkan dahinya saat melihat wajah tenang Eyang Putri.


"Ibu tidak percayakan, sama sepertiku?"


Eyang Putri masih terdiam, wanita sepuh itu melirik pada orang yang tidak jauh darinya.


"Maaf, Pak Gunawan- sepertinya April dan Janu tidak bisa kita jodohkan. Kalian dengar sendiri kan kalau cucu ku ternyata sudah menikah, jadi kalian bisa bawa kembali berkas kerja samanya. Nanti Arista akan membayar pinalti ke perusahaan kalian!"

__ADS_1


Eyang Putri menyunggingkan senyuman tipisnya. Terlebih saat melihat kedua pria yang sedari tadi menjadi penonton, terlihat tidak menyukai keputusan yang dia ambil.


"Ibu-,"


"Janu sudah menikah Arista!" tukas Eyang Putri.


Wanita sepuh itu tidak memberikan kesempatan Nyonya Arista membuka suara. Bahkan saat pria yang bernama Gunawan itu pergi tanpa pamit, Eyang Putri merasa tidak peduli.


"Ibu aku yakin kalau Januar belum menikah dengan-,"


"Janu udah nikah sama Mia! lihat, Janu udah kasih kalung yang pernah Eyang kasihin ke Janu sama Mia. Kalung milik Mama yang udah ninggal!" Januar menyela cepat, kedua matanya menatap tajam pada Nyonya Arista.


"Ibu sudah memberitahu Januar soal-,"


"Iya Ma, Janu udah tau kalau Mama Arista bukan Mama kandung Janu. Tapi bukan Eyang yang ngasih tau, Janu tau sendiri. Eyang cuma bilang kalau kalung itu dari Mama, dan suruh di jaga baik baik,"


"Ja-jadi, Janu enggak mau dengerin ucapan Mama lagi, karena Janu tau kalau Mama bukan Mama kandung Janu?" suara Nyonya Arista tercekat, kedua lututnya melemas- entah mengapa ada rasa sakit saat mendengar kalau Januar sudah mengetahui kebenarannya.


"Enggak, Janu tetap sayang sama Mama- walaupun Mama bukan Mama kandung Janu. Janu seneng punya Mama dua, Mama Arista tetap jadi Mama Janu. Mama Arista yang selalu ada buat Janu, tapi- boleh enggak Janu sayang sama Mia juga? Mama tenang aja, Janu tetap anak Mama kok!" Januar menatap sendu pada Nyonya Arista.

__ADS_1


Wanita yang selama 24 tahun ini menemaninya, selalu ada untuknya, menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan dulu saat Januar mengetahuinya untuk pertama kali, bahwa dirinya bukan anak kandung Nyonya Arista- Januar masih tidak percaya. Januar malah mengira kalau Julian lah anak tiri Sang Mama.


Januar perlahan mendekat, membawa Mia berjalan perlahan. Januar belum menyadari, kalau Mia juga sama shock nya dengan Nyonya Arista.


Mia yang memang tidak fokus saat Januar menikahi dan memberikan kalung yang melingkar di lehernya sebagai mas kawin- tidak menyangka sama sekali kalau Nyonya Arista bukanlah ibu kandung suaminya.


Sangat tidak terlihat sekali kalau mereka berdua adalah ibu tiri dan anak tiri, Nyonya Arista dan Januar terlihat seperti ibu dan anak kandung di kedua mata Mia.


"Sekarang Mia udah jadi istri Janu, Ma. Tapi Janu tetap sayang sama Mama, izinin Janu buat sayang sama Mia dan Mama juga!" pinta Januar sederhana.



**IYA MAS JANU IYA, MIA ISTRI MU MAS IYA


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2