
Mia menggeliat pelan saat merasakan ada yang mengecupi wajahnya. Kedua matanya enggan terbuka, Mia malah memiringkan tubuhnya- kedua tangannya terulur untuk memeluk sesuatu yang saat ini tengah mengukungnya.
Senyuman tipis Mia terbit, namun kedua matanya enggan terbuka. Mia terlihat begitu menikmati hal yang terjadi saat ini.
Karena merasa semakin aneh, Mia mencoba membuka kedua matanya perlahan. Mia mengerjab pelan, dahinya berkerut dalam saat melihat seorang pria tampan tengah menatapnya dalam tak berkedip sama sekali.
"Selamat pagi Mia,"
Cup!
Tubuh Mia menegang, kedua matanya membulat- bibirnya sedikit terbuka, bahkan suaranya tercekat, saat pria yang saat ini tengah berada di atasnya mencium bibirnya tanpa izin.
Hanya kecupan singkat, namun itu berdampak besar untuk kesehatan jantung serta hatinya.
"Mia udah bangun? Janu kira Mia enggak mau bangun. Mia meluk Janu kencang banget, Janu jadi enggak bisa napas,"
Mia masih tidak beraksi, tindakan yang dilakukan Januar benar benar membuat sarafnya berhenti beroperasi. Gadis itu menatap Januar tanpa berkedip, bahkan terlihat begitu dalam dan lekat.
"Mia kaget ya Janu cium. Mau Janu cium lagi, biar Mia bisa ngomong!"
Cup!
Untuk kedua kalinya bibir mereka bertemu, hanya sekilas dan itu mampu membuat kesadaran Mia kembali. Gadis itu melepaskan dekapannya lalu bangkit, dengan cepat Mia melompat dari atas tempat tidur dan segera berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
Mia meninggalkan Januar yang terdiam diatas tempat tidur. Pria berkaos tanpa lengan itu terlihat menunduk, jari jemarinya saling bertautan. Tatapannya tidak tenang, sesekali sudut matanya menatap ke arah pintu kamar mandi dengan cemas.
"Mia marah sama Janu. Ternyata artikel yang Janu baca kemarin gak bener! dia bohong, katanya Mia bakalan seneng kalau Janu kasih ciuman selamat pagi. Mia malah marah sama Janu! Janu enggak mau baca artikel lagi!"
Januar terus saja menggumam sendiri, sedangkan didalam kamar mandi sana- Mia tengah bersandar di pintu. Gadis itu memegangi dadanya, meremasnya pelan saat merasakan denyutan jantungnya semakin menjadi.
"Janu nyium aku? first kiss aku hilang di ambil Janu?" monolognya.
Perlahan wajah tegang Mia berangsur hilang, berganti dengan senyuman lebar dan semakin lebar. Gadis itu berjingkrak gemas, bahkan berjoget riang didalam kamar mandinya.
"Haaah!"
Mia meniupkan napas di telapak tangannya, menciumnya sejenak untuk memastikan kalau mulutnya tidak bau saat Januar menciumnya tadi.
"Masih wangi, enggak bau. Gosok gigi Mia, ayo gosok gigi!"
Bahkan saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Januar mulai menangis- air matanya dengan tidak sopan turun begitu saja. Januar menangis dibalik selimut, pria itu mengigit bibirnya dalam saat merasakan tempat tidur bergoyang.
"Mas Janu sakit ya? kenapa pakai selimut? Ayo mandi, Mia udah siapin air hangatnya. Hari ini kita mau ke rumah sakit kan?"
Janu bergeming, pria itu tetap di posisinya. Bahkan saat Mia menyingkirkan selimutnya- Januar tetap meringkuk bagaikan bayi.
"Ayo, kenapa malah tidur lagi? kita kan mau ke-,"
__ADS_1
"Mia marah ya sama Janu?"
Mia mengatupkan bibirnya, dahinya berkerut mendengar ucapan Januar. Selang beberapa detik Mia masih terdiam, namun setelah mulai mencerna kejadian tadi, Mia mengembangkan senyuman tipisnya. Dia yakin saat ini Januar mengira diri tengah marah gara gara kecupan itu.
Haruskah Mia memberitahu Januar kalau dia tidak marah sama sekali, hanya terkejut dan menginginkan lebih dari itu, tapi Mia terlalu malu mengatakannya.
"Enggak Mia enggak marah. Ayo Mas Janu mandi dulu, Mia mandiin ya!"
Januar membuka kedua matanya, perlahan pria itu mendudukkan diri dihadapan Mia. Menatapnya dalam, tapi Januar tidak berani menatap langsung kedua mata istrinya.
Dia terlalu malu dengan kelakuannya tadi. Entah kenapa dirinya memiliki pikiran untuk mempraktekan artikel dewasa yang dia baca di laptop Mia kemarin. Harusnya dia tidak mela-
Cup!
Januar membulatkan kedua matanya saat Mia mengecup pipinya, pria itu mengangkat wajahnya- menatap tidak percaya pada gadis yang ada di hadapannya.
Dan yang lebih membuat Januar shock, Mia kembali memberikan kecupan bahkan tidak sekedar kecupan- gadis itu memberikan lum*atan kecil di bibirnya, saat Mia berhasil mencium bibir terbuka Januar.
**CINI KECUP DULU 😘😘
HOLLA MET SIANG EPRIBADEH
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUUAACCHHH😘😘**