Suamiku Autis

Suamiku Autis
SA BAB 60 Situs Haram


__ADS_3

Mia menghela napas pelan, dia dengan sabar menunggu Januar di depan pintu kamar mandi. Saat hendak makan malam tadi Januar memintanya untuk mengantar ke kamar mandi.


Sudah hampir lima menit berlalu, tapi suaminya tidak kunjung keluar. Mia yang belum memakan apa pun merasa semakin lapar.


"Mas! udah belum pipisnya!" suara Mia terdengar cukup keras, Januar yang sedang berada di kamar mandi pun dapat mendengarnya.


"Udah, tapi Janu enggak bisa naikin resletingnya!"


Mia menepuk dahinya pelan, gadis itu menghela napas kasar. Mau tidak mau dirinya harus masuk kedalam kamar mandi, dan membantu suaminya untuk memakai celana dengan benar.


Mia membuka pintu, dan benar saja- saat masuk dia melihat Januar tengah sibuk dengan resletingnya- kepalanya tertunduk, tubuhnya terduduk diatas kloset.


"Mia, resletingnya gak bisa naik. Jari Janu juga kejepit tadi, lihat!"


Mia mendekat, gadis itu berjongkok tepat di depan Januar. Mia meraih jari tunjuk Januar yang sedikit mengeluarkan darah.


"Kenapa Mas Janu enggak manggil Mia?!"


Mia membersihkan darah yang ada di telunjuk suaminya. Mia bangkit, tangannya terulur untuk membangunkan Januar, perlahan Mia kembali berjongkok di depan Januar.


Wajah Mia kini berhadapan langsung dengan onderdil suaminya. Mia menghirup udara sebanyak mungkin sebelum dia membenahi resleting Januar.


Dahi Mia berkerut, kedua pipinya merona saat melihat sesuatu yang selalu bisa membuatnya ingin pingsan di tempat. Gadis itu mendongak, bahkan tangan Mia belum bergerak sedikit pun. Netra keduanya beradu, Januar mengulum senyum saat melihat wajah Mia merona.

__ADS_1


"Mas Janu, enggak pakai celana da*lam?" Mia menatap tak berkedip pada Januar, wajah Mia semakin merah padam saat Januar menggelengkan kepalanya pelan.


Pria itu mengulum senyumnya, bahkan Mia dapat melihat jakun Januar naik turun, membuat jiwa normalnya sebagai wanita tulen memberontak.


"Kan Mia udah sediain tadi, kenapa enggak di pakai? kalau sampai si onderdil ini kejepit gimana? untung cuma jari aja yang kejepit, kalau itu yang kejepit kan sayang!"


Sreek!


Tanpa perasaan Mia menarik resleting celana Januar, bahkan pria itu sampai harus menahan napas- karena terkejut.


Mia berdiri, kedua matanya memicing pada Januar. Tangannya terulur untuk merapihkan rambut suaminya.


"Nanti ganti celananya ya. Lihat, mukanya sampai keringetan gini, suami siapa sih ini kok imut banget?!"


"Mia, Janu lapar,"


Aksi Mia terhenti, kedua matanya membulat- dia lupa kalau mereka belum memakan apa pun tadi.


"Ayo, nanti habis makan ganti celananya!"


                       🍭SA🍭


Selepas makan malam, Mia segera membawa Januar ke kamarnya- tepatnya kamar yang di tempati mereka berdua. Saat Ini Mia tengah mencari celana yang cocok untuk di pakai Januar saat tidur.

__ADS_1


Mia tengah sibuk membongkar lemari, Januar malah sibuk membolak balikan rubik kesayangannya. Namun ujung matanya terus saja mengarah ke ruang walk in closet, dimana Mia berada sekarang.


Pria yang hanya memakai celana dal*am itu menggeser tubuhnya, mendekat ke arah nakas. Tangannya terulur meraih ponsel milik istrinya. Kedua tangan Januar sibuk mengotak atik layar ponsel, bahkan kata sandi pengunci yang Mia buat berhasil Januar buka- padahal sebelumnya Mia tidak pernah memberitahukan pada siapa pun termasuk Januar.


Bibir semerah cherry itu tertarik ke atas, kedua mata Januar terfokus pada video yang ada di layar ponsel. Sebuah situs ilegal yang pernah Julian bisikan padanya, daya ingat Januar yang tidak dapat di ragukan- mampu mengingat alamat web situs haram itu.


"MAS, KAMU PAKAI TRANING AJA YA!" suara teriakan Mia tidak mampu menyadarkan Januar.


"MAS JANUU!" serunya lagi, saat Januar tidak kunjung menyahut.


"Terserah Mia aja, enggak pakai celana juga enggak apa apa," balasnya asal.


Mia bahkan mengernyitkan dahinya heran mendengar ucapan Januar, gadis itu segera meraih satu celana traning panjang dari lemari. Dengan cepat Mia keluar dari walk in closet, langkahnya sempat terhenti, saat melihat Januar membelakanginya dan terlihat sibuk dengan sesuatu.


"Mas Janu, ngapain?"



**HAYOLOOOHH NGAPAIN TUH


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH😘😘**

__ADS_1


__ADS_2