Suamiku Autis

Suamiku Autis
Kebahagian Yang Sesungguhnya


__ADS_3

"Bagaimana para saksi? sah?"


"SAH!"


Suara gemuruh para saksi dan tamu yang menghadiri acara di kediaman keluarga Wibisono mengiringi ikrar suci yang di ucapkan oleh Julian.


Pria berdimple di dagu itu terlihat masih shock, begitu pula gadis yang baru saja menyandang sebagai istrinya. Kedua sejoli itu tidak menyangka, kalau acara lamaran yang di rencanakan berubah menjadi acara ijab kobul.


"Jul, tanda tangan!"


Julian tersentak, dia menoleh saat mendapatkan cubitan di pinggangnya. Kedua mata Julian berkedip cepat saat melihat Sang Mama mendelik padanya. Dengan wajah pucat pasi, tangan bergetar, perut bergejolak, mental yang di hantam tanpa persiapan- Julian mencoba untuk meraih bolpoin yang ada di depannya.


Perlahan dia mulai membubuhkan tanda tangan saat Bapak Penghulu membimbingnya. Setelah Julian selesai, kini giliran Maura yang harus mendatangani beberapa berkas pernikahan mereka. Kondisi Maura sama terkejutnya dengan Julian, mereka berdua tidak menyangka kalau kedua orang tua mereka merencanakan ini semua.


Pantas saja Sang Mama sibuk setengah mati, melamar saja seperti mau seserahan. Ternyata di sini ada abon di balik lemper.


Tapi sejujurnya di didalam hati Julian yang terdalam dia sangat bahagia sekali. Sang Mama ternyata lebih mengerti apa yang diinginkannya, Julian tertawa jahat di dalam hati- lihat saja dia tidak akan melepaskan gadis cantik pujaannya setelah ini. Bila perlu Julian akan menyeret Maura ke hotel, agar tidak akan yang mengganggu acara bula bula madu mereka.


"Ngapain kamu senyum senyum?" Eyang Putri menatap ngeri pada cucu sulungnya.


Wanita sepuh itu bahkan menepuk salah satu pipi Julian agar pria itu sadar, dan tidak membuat malu.


"Ah Eyang mah, buyarkan semuanya!" gerutu Julian.


Dahi Eyang Putri mengerut, sudut matanya melirik pada Januar dan Mia yang masih berdiam diri ditempatnya. Mereka berdua juga tidak menyangka kalau Julian dan Maura akan menikah hari ini.


"Julian sama kayak Janu ya, di nikahin dadakan," lirih Januar.


Mia yang masih bisa mendengarnya langsung menoleh. Wanita itu menahan senyuman saat melihat wajah Januar yang terlihat menggemaskan di matanya. Perlahan Mia mengulurkan tangannya, merangkul lengan suaminya.

__ADS_1


"Tapi Mas Janu seneng kan nikah sama Mia?" tanya Mia pelan.


Wanita itu mendongak, kedua mata jernihnya menatap lembut pada pria yang sudah resmi menjadi suaminya luar dan dalam. Senyuman Mia terbit saat Januar menunduk, netra keduanya saling bertaut sebelum Januar juga tertular senyuman istrinya.


Januar mengangguk malu malu, pria itu menyembunyikan wajah merah nya di pundak Mia. Bahkan sekarang Januar yang memeluk istrinya, saat ada beberapa mata mengarah pada mereka.


"Nanti Janu mau lagi ya," bisiknya lirih.


Kedua telinga Mia yang masih berfungsi, mampu mendengar bisikan suaminya. Mia terlihat salah tingkah, wajahnya merona karena menahan malu. Ucapan yang Januar lontarkan mampu membuat urat sarafnya menegang, terlebih saat ini Mia dapat merasakan hembusan napas hangat di ceruk lehernya.


🍭SA🍭


2 bulan selepas pernikahan Julian dan Maura. Kini sepasang pengantin baru dadakan itu memutuskan untuk tinggal di apartemen milik Julian. Sedangkan Januar dan Mia tetap berada di kediaman Rajendra. Sementara sebelum Julian memutuskan untuk pindah, resepsi pernikahan mereka berempat di gabungkan dalam satu acara dan tempat sesuai dengan rencana dua keluarga. Tidak terlalu mewah, namun sangat berkesan untuk para tamu undangan dan tuan rumah.


Dan lagi sebenarnya Nyonya Arista sempat tidak rela saat melihat Julian pindah rumah, tapi karena itu adalah bentuk tanggung jawab seorang pria pada wanitanya- Nyonya Arista hanya bisa mengikhlaskan dan mendoakan putranya.


Sebenarnya bukan hanya Julian yang ingin pindah rumah, Januar pun ingin tinggal di rumah sederhana milik orang tua Mia, namun karena melihat Sang Mama menangis saat dia meminta izin, Januar dan Mia menjadi tidak tega.


Dan disinilah Januar dan Mia, duduk berdua sembari berpelukan mesra- menikmati hembusan angin malam yang bertiup lumayan kencang membuat Mia semakin mengeratkan pelukannya pada Januar.


Satu tangan besar milik Januar terus saja mengusap perut rata milik istrinya. Sangat terlihat jelas, raut wajah bahagia Januar saat ini.


"Mereka sehat kan? kapan mereka keluarnya" tanyanya polos.


Mia yang tadinya sudah memejamkan kedua matanya terlihat mendongak, senyuman manisnya terbit- satu tangan Mia terulur untuk mengusap punggung tangan Januar yang masih setia menempel di perut ratanya.


"Sehat, Papa jangan khawatir ya." ucap Mia antusias.


Senyumannya semakin melebar, Mia juga ikut mengusap pelan permukaan perutnya. Beberapa hari yang lalu dia dinyatakan hamil 6 minggu, kabar mengejutkan itu mampu membuat Januar terdiam karena masih tidak mengerti, terlebih saat melihat gambar hitam putih yang di tunjukan oleh Mamanya. Dua titik kecil yang mampu membuat otak genius Januar berpikir keras, dua titik sebesar kacang itu juga membuat Eyang Putri dan Nyonya Arista menangis haru.

__ADS_1


Mereka tidak menyangka kalau Januar, putra mahkota keluarga Rajendra yang selalu mereka lindungi dan sayangi, mampu menghasilkan dua bayi kembar sekaligus. Sementara Julian dan Maura masih merencanakan kehamilan setelah Maura lulus sekolah kedokterannya.


"Mia enggak nyangka bakalan punya anak kembar," ujar Mia bahagia.


Tanpa mampu di ungkapkan oleh apa pun, Mia begitu sangat bahagia. Dia masih tidak menyangka kalau anak yang diasuhnya kini menjadi teman hidup serta Ayah dari anak anaknya.


"Mia cinta sama Mas Janu," ucapnya penuh cinta.


Kedua matanya menatap lekat Januar yang juga tengah menatap dalam penuh puja padanya.


"Janu juga cinta sama Mia," balasnya.


Senyuman Mia semakin melebar, bahkan dia semakin memeluk erat tubuh suaminya tanpa ingin melepaskan.


"Janu juga sayang sama dede kembar," ujarnya lagi sembari membalas dekapan erat Almia istrinya.


TAMAT


**MAKASIH YANG UDAH MANTENGIN DENGAN SETIA DEDE JANU DAN MIA SELAMA DUA BULAN INI.


MAAF YA KALAU TAMATNYA CEPAT, MAKLUM OTHORNYA LAGI MABOK PISANG JADI YA BEGITULAH


TAPI TENANG AJA DINASTI DUREN SAWIT YANG SELANJUTNYA PASTI AKAN MELUNCUR JADI TUNGGUIN AJA OKE


SEMOGA SETIAP CERITA YANG AKU BUAT ENGGAK NGECEWAIN KALIAN YA 🙏🙏 MOHON MAAF KALAU CERITANYA MASIH BANYAK KESALAHAN DAN TIDAK SESEMPURNA YANG KALIAN INGIN KAN


SEE YOU DI KARYA KU SELANJUTNYA DAN JANGAN LUPA MAMPIR KE " JANDA PERAWAN" YAAAAAA 😘😘😘😘😘**


__ADS_1


AKU GAK KUAT MAS 😭😭😭😭


__ADS_2