Suamiku Autis

Suamiku Autis
Les Privat


__ADS_3

Jari jemari lentik Mia terus saja menyusuri permukaan wajah Januar. Wajah polos yang berubah ganas, bahkan terlihat berbeda kala mereka bercinta beberapa saat yang lalu.


Kedua sudut bibir Mia terangkat, gadis itu- ralat wanita itu semakin merapatkan tubuh naked nya pada Januar. Mendekap tubuh suaminya, menikmati kehangatan yang baru pertama dia rasakan.


Mia menatap wajah pulas itu dengan lekat, tangannya terus saja menyusuri setiap lekuk wajah Januar tanpa ragu. Wanita itu menggigit bibirnya saat mengingat betapa polosnya Januar saat bertanya, kenapa benda pusaka miliknya bisa membesar. Padahal saat itu mereka berdua sudah berada di pertengah perang, hanya tinggal menusukan pedang pada para setan- tapi Januar malah menjeda karena melihat pedang pusakanya semakin memberontak.


Sebenarnya Mia juga agak sedikit malu saat harus menjelaskannya, tapi karena demi kelangsungan hidup manusia titisan darah Januar Rajendra, akhirnya Mia memberanikan diri untuk meraihnya- membimbing Januar secara langsung agar dapat menunaikan kewajibannya sebagai suami.


Pengalaman pertama yang tidak akan pernah bisa Mia lupakan seumur hidupnya. Disaat pasangan lain bisa dengan mudah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, dirinya justru harus menjadi guru privat secara otodidak. Sebagian besar pasangan suami istri, pihak suami akan lebih dominan dan membimbing istrinya saat mereka making love.


Tapi lain dengan dirinya dan Januar, justru Mia lah yang lebih dominan- membimbing Januar kejalan yang lurus. Januar sempat terkejut dan ingin mengakhiri permainan mereka, saat Mia memekik pelan- kala pedang pusaka suaminya itu mulai melalukan tugasnya. Sepertinya Januar terlalu antusias, namun setelah Mia menjelaskan kalau dirinya akan baik baik saja, asalkan Januar bermain halus dan pelan tong gurung gusuh jiga di berik jurig, eh maksudnya jangan terlalu heboh di nikmati saja. Hingga akhirnya, keduanya berhasil menggapai surga dunia walaupun


Usapan lembut Mia semakin lemah, wanita berambut panjang itu menguap- perlahan rasa kantuk mulai menyerang. Sudut matanya melirik jam yang tergantung di dinding, waktu sudah mulai larut.


Suara perutnya yang berdendang minta di puaskan tidak mampu menghilangkan rasa kantuknya. Mia dan Januar melewatkan makan malam, karena pertempuran penuh drama dan air mata.


"Mimpi yang indah, Sayang." bisik Mia di telinga Januar.


Perlahan kedua mata Mia terpejam, tangannya melingkar erat di tubuh Januar. Disaat Mia mulai memasuki alam mimpi, kedua mata Januar terbuka. pria itu menoleh, sudut bibirnya terangkat- tangannya terulur menyentuh pelan belahan bibir milik istrinya.

__ADS_1


Cup!


Tanpa ragu Januar memberikan satu kecupan dalam di bibir merah Mia, senyumannya melebar- bahkan Januar dengan senang hati membalas dekapan hangat istrinya.


"Janu cinta Mia," lirihnya.


Januar tersenyum sembari memejamkan kedua matanya, bahkan pria itu semakin memepetkan tubuhnya hingga keduanya begitu erat.


"Selamanya." imbuhnya lagi, sebelum Januar benar benar kembali tertidur.


🍭SA🍭


Nyonya Arista yang duduk di dekatnya pun terlihat mengernyit dalam. Wanita berkebaya hitam itu menatap datar pada Julian, entah sudah berapa kali Julian bertingkah seperti orang sawan. Tidak mau diam, bahkan kadang berbicara sendiri membuat dia sedikit khawatir.


"Julian kamu bisa diam enggak sih!" sentak Nyonya Arista.


Wanita setengah baya itu menghela napas pelan, kedua matanya tertutup- dia berusaha menahan gejolak kesalnya.


Julian yang selalu over percaya diri, kini berubah menjadi pria culun. Pria berjas maroon itu menyandarkan tubuhnya dengan pasrah. Rasanya dia ingin sekali mempercepat waktu agar lamaran ini bisa dia lewati dengan mudah.

__ADS_1


Tapi sepertinya itu hanya ada dalam angan saja, kenyataannya Julian masih harus menghadapi Tuan Wibisono bila menginginkan putri tunggalnya.


"Kamu kok kalah sama adik mu Jul. Lihat Janu, dia enggak tremor kayak kamu pas kakaknya Mia ngeinstrogasi dia. Ini belum apa apa udah kayak orang sawan aja!" cetus Nyonya Arista.


Eyang putri yang sedari tadi melihat dan mendengarkan, hanya tertawa kecil. Wanita sepuh itu menepuk pundak Julian, dia tidak menyangka kalau cucu sulungnya itu bisa tremor seperti ini.


"Tenang nanti Eyang bantuin," godanya.


Julian tidak menyahut, pria itu lebih memilih untuk memejamkan kedua matanya dan mencoba menenangkan diri.


Sementara di mobil lain, Mia dan Januar masih saling diam. Kedua orang itu terlihat salah tingkah sejak bangun tidur tadi. Terlebih saat keduanya masih sama sama telanjang bulat kala terbangun, dan sialnya waktu bangun mereka berbarengan.


Mia dan Janu memang tidak berteriak karena menyadari apa yang sudah terjadi tadi malam. Tapi tetap saja malu mereka rasakan hingga sekarang, walaupun begitu mereka berdua tetap saja mencari situasi untuk saling menyentuh, bertautan jari jemari contoh sederhananya.


MOHON MAAF YA, ADEGAN MAKING LOVE NYA AKU SKIP. HEHE SENGAJA, SOALNYA ENGGAK BAIK KARENA DEDE JANUAR MASIH OROK JADI NDAK BOLEH TERLALU VULGAR



**ADUH DEDE KAMU LES PRIVAT DULU YA SAMA MIA πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


SEE YOU MUUAAACHH😘😘😘**


__ADS_2