
"Mama merestui kamu menikah, asalkan kamu pulang ke rumah kita!"
Januar menoleh, kedua matanya mengerjab pelan mendengar ucapan Nyonya Arista. Ada perasaan senang karena pernikahannya dengan Mia direstui, tapi ada rasa khawatir kalau istrinya tidak mau ikut bersamanya.
"Janu tanya Mia dulu. Kalau Mia setuju Janu-,"
"Kamu suaminya Januar! harusnya dia menurut sama kamu. Bukan kamu yang menurut sama dia! Mama enggak mau tau, pulang atau restu Mama hilang!"
Januar terdiam, saat ini dia dan Nyonya Arista tengah berbicara berdua di cafe yang tidak jauh dari area rumah sakit. Sementara Mia, gadis itu menemani Eyang Putri di ruang rawat inapnya.
Sebenarnya Januar tidak sengaja bertemu dengan Mama nya, Januar hendak membeli makanan untuk Mia- walaupun tadi Mia sempat melarang, tapi Januar tetap memaksa dan mengatakan kalau dia bisa melakukannya.
Dan disinilah Januar sekarang, Nyonya Arista mengajaknya bicara empat mata. Membujuknya agar mau kembali ke kediaman Rajendra, sebenarnya Januar ingin pulang- tapi dia harus membicarakan semuanya dengan Mia- istrinya.
"Janu bakalan pulang, kalau Mia mau ikut sama Janu. Mia udah jadi istri Janu, jadi semua yang Janu ambil harus ngomong dulu sama Mia, Ma,"
Januar masih bersikeras, pria berwajah baby face itu segera bangkit- meraih bungkus makanan yang dia beli untuk Mia, meninggalkan Nyonya Arista sendirian.
Wanita berpakaian modis serta mahal itu hanya diam menatap kepergian putra bungsunya. Setelah Julian, kini giliran Januar yang membangkangnya- hanya karena perempuan.
Januar berjalan pelan, kepalanya menunduk- dia terlihat gugup di mata orang lain, walaupun sebenarnya saat ini tidak ada kegugupan sama sekali.
Lift rumah sakit yang Januar naiki membawanya menuju lantai teratas, di mana Mia dan Eyang Putri berada. Januar menghela napas berkali kali, menangkan irama jantungnya yang berdebar kencang.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak ingin membantah ucapan Mama nya, tapi karena sekarang keadaan sudah berubah- saat ini dirinya tidak sendiri lagi, semua keputusan tidak dapat dia ambil sendiri tanpa persetujuan dari Mia.
"Janu harus ngomong dulu sama Mia. Mia kan istri Janu, kalau enggak ngomong nanti Mia marah sama Janu," Januar terus saja bermonolog sendiri. Hingga tidak terasa dirinya sudah sampai di ruangan rawat inap Eyang Putri.
Januar mengembangkan senyum, dengan cepat dia membuka handle pintu. Dahi Januar berkerut saat melihat Mia tengah membereskan tempat makan.
"Mia udah makan?"
Januar melangkah cepat, pria itu menatap penuh selidik pada istrinya. Kedua matanya melirik sesuatu yang ada di atas nakas.
"Ini bekas Nyonya Eyang. Kan kamu nya lagi beli, mau makan apa?"
Januar menggaruk pipinya, ternyata di jalan tadi ada nyamuk nakal yang menciumnya tanpa izin. Januar mendudukkan dirinya di sofa, membawa bungkusan makanan yang dia bawa dan membukanya.
"Tadi Janu ketemu sama-,"
Gerakan tangan Januar terhenti, pria itu mendongak- kedua matanya menatap dalam pada Mia. Terlihat sekali kalau Januar tengah menuntut penjelasan dari istrinya.
"Mama udah ngomong sama, Mia?" tanyanya.
Mia mengangguk, gadis itu mendudukkan diri di dekat Januar. Tangannya terulur untuk membantu suaminya menata makanan diatas meja.
"Hu'um, dan aku izinin Mas Janu pulang. Kayaknya Nyonya Eyang juga berharap cucu nya pulang ke rumah,"
__ADS_1
Mia melirik pada Januar, sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Mia-,"
"Mia bakalan ikut kemana pun Mas Janu pergi!" sambungnya.
Bibir Januar terkatup rapat, pria itu mengalihkan pandangannya- menghindari tatapan Mia yang terus saja terarah padanya.
"Mas Janu bisa beli makanan? enggak kesasar, kayaknya makanan ini enggak ada di area rumah sakit,"
Suapan Januar terhenti, dia meraih air putih yang sudah disediakan oleh Mia untuknya.
"Janu beli di depan. Nyeberang jalan dulu, tapi Mia enggak usah khawatir- Janu bisa nyeberang kok tadi."
Januar kembali melanjutkan makannya, tenang dan terlihat biasa saja. Lain dengan Mia, gadis itu masih menatap dalam pada suaminya, ada sesuatu yang menarik.
Januar pandai menyeberang? sejak kapan?
**HAYOLOH MAS JANU
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**