
Di lain sisi sebelum Aditya pulang ia akan selalu menuju ke sebuah ruangan rahasia yang hanya ia dan orang kepercayaannya yang tau. Ruangan yang cukup besar sangat rapih dan nyaman. Aditya mendudukan bokongnya di sebuah kursi kebanggaannya, kemudian seseorang datang menghampirinya dan menundukan kepalanya sedikit tanda memberi hormat.
"Permisi tuan ada berita penting yang mau saya sampaikan." Ucap Dimas asisten pribadi Aditya sekaligus manajer Restaurannya.
"Bicaralah." Jawab dingin Aditya.
"Tuan.. Sepertinya kita kekurangan Chef dan kita sangat membutuhkannya sekarang karna akhir akhir ini Restauran begitu ramai." Kata Dimas menunduk tidak berani menatap tuannya.
"Yasudah kamu buatkan lowongan kerjanya. Dan ingat.. kamu harus menyeleksinya dengan baik" kata Aditya sambil melihat-lihat buku laporan tentang Restaurannya.
"Siap tuan.." jawab Dimas bersemangat.
"Yasudah kamu boleh pergi.'' lanjut Aditya sambil mengibaskan tangannya.
"Baik tuan.. Permisi" Dimas langsung pergi menuju ruangannya ia lalu memerintahkan seseorang untuk membuatkan lowongan pekerjaan menjadi Chef.
***
Malam semakin larut Aditya sudah sangat kelelahan ia lalu memutuskan untuk segera pulang kerumahnya. Restaurant nampak sudah sepi hanya ada Aditya dan Asistennya yaitu Dimas yang selalu setia menemani tuannya itu.
"Silahkan tuan.." Ucap Dimas sambil membukakan pintu mobinya.
Tanpa menjawab Aditya langsung masuk dan duduk di kursi belakang. Dimas pun melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan. Aditya nampak asik mengotak atik ponselnya, dan entah apa yang Aditya lakukan dengan ponselnya itu, hanya dialah yang tau.
.
.
__ADS_1
.
.
.
"Kemana sih ni orang jam segini belum pulang juga! Gak tau apa gue sudah ngantuk banget.. Kalo bukan karna perjanjian itu gue ogah banget nungguin dia pulang sampe larut kaya gini." Gerutu Adinda kesal.
Adinda pun turun kebawah dan duduk di sofa ruang tamu menunggu Suaminya pulang. Dan rasa ngantuk semakin menyerang Adinda ia tidak mampu lagi menahannya Adinda pun tertidur lelap.
Tak lama kemudian Aditya sudah sampai, ia langsung masuk ke dalam rumahnya dan melihat Adinda tertidur lelap di sofa dalam posisi meringkuk dengan berpakain seksi, yang memperlihatkan paha mulusnya yang putih bersih dan belahan dada sedikit terlihat. Aditya menelan salivanya menatap Adinda ia seakan menegang bagaimanapun juga ia lelaki normal.
"Tuan.. ada berkas yang ketinggalan" Seru Dimas menghapiri Aditya yang sedang mematung menatap Adinda.
Karna melihat tuannya hanya diam saja, Dimas pun langsung menoleh melihat apa yang tuannya tatap.
Aditya langsung tersadar karna ucapan Dimas, ia lalu menatap Dimas tajam.
"Bilang apa kamu!" Tanya Aditya menatap tajam Dimas.
"Ehh a anu tuan..tii tidak tuan maafkan saya" Jawab gugup Dimas ia takut tuan nya itu akan marah.
"Cepat pergi..!" lanjut Aditya sedikit menaikan volume suaranya.
"Baik tuan.. Tapi saya mau memberikan berkas tuan yang ketinggalan di mobil." Dimas lalu memberikan berkasnya, Aditya merainya dan menjentikan jari nya, Dimas seakan mengerti ia pun langsung pergi meninggalkan Aditya ia takut akan kena amukan Tuannya itu bila tidak segera pergi. Lalu Aditya menghampiri Adinda yang sedang tertidur lelap.
" Heyy bangun kamu..!" Ucap Aditya menatap Adinda.
__ADS_1
"Dasar kebo..! tidur disini saja sulit di bangunkan." Gumam Aditya.
Adinda tidak bergeming ia seakan semakin nyenyak dalam tidur nya. Aditya menatap tubuh seksi Adinda lekat dari atas sampai bawah dan ia semakin menegang, lalu tatapannya berhenti di sebuah bib*r merah nan seksi yang siapapun pasti akan tergoda melihatnya, termasuk Aditya. Aditya semakin menatapnya lekat, ia seakan terhipnotis oleh bib*r merah Adinda, Aditya lalu mendekatkan bib*r nya dan tiba-tiba "Cup.." ia mencium bib*r Adinda sekilas.
"Manis sekali.." Gumam Aditya seakan tidak sadar ia menciumnya.
Aditya semakin tidak sadar, ia ingin kembali menciumnya, Aditya pun kembali mencium bib"r Adinda lalu ********** dengan sedikit gairah dan kelembutan yang membuat Adinda seakan tidak sadar ia tidak menyadari bahwa ia sedang berciuman panas dengan Aditya.
"Apa ini..! rasanya lembab sekali. Mmmm kenapa bisa gue mimpi sedang berciuman" Ucap Adinda dalam hatinya ia seakan menikmatinya.
Aditya semakin gencar ia tidak sadar bahwa tangan nya menggerayam meraba gundukan besar milik Adinda. Adinda kaget ia langsung tersadar bahwa milik nya di remas seseorang, ia pun membuka matanya perlahan. Betapa terkejutnya Adinda ia mentap mata Aditya yang berada di hadapannya.
Dan tiba-tiba.
"Aaaaaaaaaaa........" Adinda berteriak lalu mendorong tubuh Aditya.
"Dasar mesum.. ngapain loe barusan hah." Teriak Adinda menatap tajam Aditya.
"Bisa gak jangan teriak-teriak..! Berisikkk." ucap Aditya yang bersikap biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa.
"Dasarr mesummm..." Geram Adinda yang melihat sikap dan perlakuan Aditya hanya biasa-biasa saja.
"Mesum sama Istri sendiri memang gak boleh..? Lagian kita sudah sah, saya bisa melakukan lebih dari itu." Ucap enteng Aditya sambil menyunggingkan senyumannya.
"Ishhhh.." Karna takut Aditya berbuat mesum lagi ia pun pergi menuju kamarnya meninggalkan Aditya yang sedang duduk santai di sofa.
"Baru segitu saja sudah kabur." lanjut Aditya menatap punggung Adinda.
__ADS_1