
Tak lama kemudian Adinda sampai, ia berjalan dengan tergesa-gesa yang melihat Aditya sedang kebingungan karna Rendy menertawakannya, Adinda lupa bahwa ia tidak memberi tahu Aditya bahwa ada bekas lipstiknya yang berada di dahi Aditya.
”Aduhh gue harus gimana ini, gimana caranya gue memberi tahu dia supaya orang-orang tidak curiga." Ucapnya dalam hati.
Aditya melihat Adinda yang berada di belang Rendy melambai-lambaikan tangannya dan menunjuk-nunjuk dahinya berusaha memberitahu dirinya tapi bukannya mengerti Aditya malah semakin dibuat bingung. Ia pun hanya mengernyitkan dahinya melihat Adinda. Adinda sadar bahwa caranya ini hanyalah sia-sia ia pun langsung menghampiri Suaminya dan juga Rendy.
"Permisi Chef.. maaf mengganggu, mmm Chef Aditya ada yang mau saya sampaikan." Kata Adinda yang langsung di angguki oleh Aditya.
"Yahh bawalah dia pergi.. saya sudah tidak kuat." Ucap Rendy tak lepas dari tawanya.
"Permisi Chef Rendy" Lanjut Adinda ia pun menyeret Aditya ke suatu tempat yang sepi tidak ada orang.
"Ada apa syg ko kamu ngajak aku ke tempat sepi, jangan-jangan kamu belum puas yahhh, yaudah syg ayo kita lakukan disini saja mumpung lagi sepi" Ucap Aditya yang langsung ingin membuka bajunya tapi langsung di cegah oleh Adinda.
"Ishh apa'an sih syg jangan mesum dulu, aku bawa kamu kesini cuma mau kasih tau kamu!"
''Tuh lihat di jidat Mas ada apa?" Kata Adinda yang mengarahkan Adirya ke sebuah cermin di belakangnya.
Aditya lalu melihat dirinya di sebuah cermin yang ada di hadapannya, ia meliat bekas lipstik dan langsung mengerti bahwa di balik tawa Rendy ternyata hanya sebuah bekas lipstik yang menempel di dahinya.
''Ohh cuma ini.. yaudahlah syg biarkan seperti ini biar semua orang tahu bahwa Chef Aditya Putra sudah di miliki seseorang yaitu Adinda Meryana.'' kata Aditya berbangga.
''Ihhh enggak-enggak... ehhh magsud aku jangan sekarang"
''Kalo Mas gak mau hapus itu, nanti orang2 pada mengejek Mas, mereka akan berfikir Mas gimana-gimana.'' Ancam Adinda menatap suaminya.
''Gak akan ada yang berani.'' Potong Aditya ia tetap kekeh tidak ingin menghapusnya.
__ADS_1
''Yaudah kalo Mas gak mau hapus.. biar aku saja yang hapus'' Paksa Adinda yang langsung melancarkan aksinya namun dengan sigap Aditya menangkap kedua tangan istrinya itu.
''Mau hapus ini..?'' Tanya Aditya menatap istrinya, Adinda lalu menganggukan kepalanya.
''Cium dulu.'' Lanjut Aditya menyeringai.
Mendengar hal itu Adinda menghembuskan nafas nya kasar tanpa pikir panjang ia langsung mencium pipi suaminya.
''Udahh..'' Kata Adinda menatap suaminya lemas.
''Ulangi lagi..!''
''Astaga.. kan aku udah cium Mas..'' Lanjut Adinda tak mau kalah.
''Kurang iklas..!''
''Sudah sayang.. udah'' Kata Aditya sambil tertawa kecil karna sedikit geli, Adinda langsung menghentikan ciuman nya ia lalu menatap wajah suaminya. Betapa terkejutnya Adinda, ia melihat semakin banyak bekas lipstik di wajah Aditya.
''Astaga Mas..!'' Kata Adinda terkejut yang langsung menutup mulut nya.
''Apaa..?'' Aditya menatap heran istinya.
''Coba lihat..!'' Lanjut Adinda yang langsung mengarahkan wajah Suaminya ke sebuah cermin besar. Aditya langsung meliat wajahnya betapa terkejutnya ia yang langsung tertawa terbahak menatap dirinya.
''Sungguh karya yang sangat luar biasa, terimakasih sayangku kamu memang istri yang sangat pengertian..'' Kata Aditya yang membuat Adinda cemberut menatapnya.
''Ishh dasar suami nyebelin, pengertian dari mane..! dari hongkong iye. Lagian gue mau aja di suruh sama dia, ish dasar nyebelin.'' gerutu Adinda dalam hatinya.
__ADS_1
''Sudah..? Puas..?'' Tanya Adinda sedikit memanyunkan bibirnya membuat Aditya semakin gemas melihatnya.
''Sangat.. sangat puass..'' Ucap Aditya menatap Adinda. Adinda langsung memalingkan wajahnya karna ia merasa kesal dengan kelakuan suaminya terhadapnya.
''Yaudah nihh.. hapus. Gitu aja cemberut..'' Goda Aditya sambil mensejajarkan wajahnya dengan Adinda dan menatapnya. Tanpa pikir panjang Adinda langsung membersihkan bekas lipstik di wajah suaminya.
''Sudahhh...'' Seru Adinda sambil tersenyum senang.
''Tadi cemberut sekarang senyum-senyum gitu'' Lanjut Aditya dengan cool nya sambil menyilangkan tangan nya.
''Yasudah Chef sekarang pekerjaan ku apa..!'' Tanya Adinda mengalihkah pembicaraannya dengan suaminya.
''Pekerjaanmu melayaniku.'' Aditya menyunggingkan senyumannya menatap Adinda.
''Apa..???''
''Dasar Suami laknat.. Suami mesum.. gue harus kabur nih kalo engga bakal semakin tak ber arah.''
''Melayaniku menjadi Asisten Chef Aditya.''
Adinda yang mendengar ucapan suaminya ia menjadi lega dan kembali tersenyum tenang.
'' Astaga.. pikiranku sudah treveling kemana-mana.''
''Yasudah ayo Chef Aditya yang tampan mari kita memasak membuat makanan yang sangat lezat..'' Ucap Adinda.
Mereka langsung kembali ke dapur dan melakukan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1