Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 71


__ADS_3

"Cieee yang sudah go publik, sumpah yah kalian itu hari ini lagi terending banget dimana-mana yang di omongin itu kalian dan semua orang memuja dan memujimu" Ujar Stefani bersemangat sembari menikmati makan siangnya.


"Idihh lebay banget sih, gak gitu juga kali dan sudahlah jangan membuatku semakin tambah malu lagi mendengar ucapanmu itu yang lebay." Lanjut Adinda.


Semenjak kejadian itu sebagian orang kini berusaha mendekati Adinda karena mereka masih belum menyangka atas pengakuan Aditya pagi tadi dan ada juga yang tanpa malu meminta cara supaya mendapatkan pria seperti chef Aditya kepada Adinda.


Mendapati itu Adinda hanya menanggapinya dengan senyuman yang ramah karena ia juga bingung harus menjawab apa karena ia juga menikah karena di jodohkan orang tuanya.


"Aku doain saja semoga kalian mendapatkan pasangan yang baik bertanggung jawab dan...?


"Tampan dan juga Kaya!" Lanjut Aditya menimpali perkataan Adinda dan berhasil membuat semua langsung menolehnya.


Sontak membuat mereka senang dan merasa gemas mendengarnya karena entah dari mana tiba-tiba Aditya sudah berada di dekat mereka dan mungkin saja menguping pembicaraan mereka.


"Oke, waktu istirahat sudah selesai mari kita bekerja kembali." Ujarnya lalu ia dengan mesra memaikan tangan jemarinya untuk segera menggenggam tangan isterinya dan berjalan meninggalkan teman-temannya.


Mendapati itu Adinda sangat malu sekaligus senang atas apa yang di lakukan suaminya, ia merasa senang karena berhasil lolos dari pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya bingung dengan jawabannya.


"Ehh sayang, aku mau ke toilet dulu sebentar.. Kamu boleh duluan saja." Ucap Adinda dengan wajah yang seperti memohon.


"Boleh..! Asal..?"

__ADS_1


"Apa..?" Tanya Adinda tak sabar karena juga penasaran oleh perkataan yang menggantung oleh suaminya.


"Asal ini.." Lanjutnya sembari menunjuk bibirnya.


"Astaga, syg. Gak mau ih malu diliatin orang-orang." Tolak Adinda karena mengerti maksud dari suaminya.


"Yasudah kalo gak mau aku akan ikut bahkan masuk ke dalam toiletmu syg." Ancam Aditya dengan merasa puas karena berhasih membuat isterinya bimbang dengan wajah yang lucu.


Muach..


Tanpan kata-kata lagi Adinda langsung menuruti keinginan suaminya sembari celingak-celingut menatap sekeliling karena agar tindatakannya tak terlihat oleh orang-orang yang berada tak jauh dari mereka.


Tanpa mereka ketahui ternyata ada sesosok makhluk yang sejak tadi memperhatikannya dengan mengepalkan kedua tangannya tak terima dengan kelakuan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu.


Aditya lalu kembali berjalan tanpa Adinda.


Setelah berada di toilet tiba-tiba seseorang datang dengan raut wajah yang memerah menahan amarah, karena terlihat dari kaca yang memantul menampakan Adinda dan juga Raya. Yah, wanita itu ialah Raya karena kebetulan mereka hanya berdua di toilet itu.


"Jangan merasa bangga yah karena sudah memiliki Chef Aditya, kamu gak tahu saja sebenarnya hati chef Aditya bukan untuk kamu." Ucap Raya santai sembari merapihkan riasannya.


Mendengar itu membuat Adinda langsung menghentikan aktivitasnya.

__ADS_1


"Kalo bukan untuk saya.. Kenapa Chef Aditya menikahi saya bukan kamu..!" Tegas Adinda membuat Raya bungkam.


"Berarti sudah terbuktikan..! Dan aku saranin yah mending kamu mencari laki-laki lain daripada mengharapkan ke suami orang."


"Cukup." Teriak Raya karena tak tahan lagi mendengan perkataan Adinda yang semakin menyakiti hatinya.


Dan berhasil membuat Adinda menghentikan ucapannya dengan santai.


"Oke aku akan buktikan bahwa Chef Aditya tidak mencintaimu dan dia akan segera meninggalkanmu..!"


"Camkan itu..!" Lanjut Raya dengan emosi yang memuncak lalu meninggalkan Adinda yang masih santai dengan perkataannya, karena Adinda tak ingin mendengar omong kosong Raya ia memilih acuh saja.


Dirasa sudah beres dengan aktivitasnya, Adinda segera keluar dari toilet itu namun.


"Astaga, kenapa pintunya tidak bisa dibuka..? Sepertinya pintu ini terkunci dari luar." Ujar Adinda dengan panik.


"Tolong buks pintunya.. Tolongg.." Teriak Adinda berharap ada seseorang mendengarnya dan menolongnya.


Senyum menyeringai di balik pintu toilet itu dengan puas sembari menatap gagang pintu yang naik turun ingin segera terbuka.


"Rasakan itu, dan aku berharap tidak ada yang membantumu.." Ujar Raya lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2