Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 14


__ADS_3

Adinda berjalan dengan cepat menuju kamarnya ia takut Aditya akan berbuat macam-macam lagi kepadanya, ia tidak menyangka bahwa Aditya akan melakukan itu kepadanya. Adinda lalu memegang bibirnya ia masih terbayang ciuman pertamanya yang di ambil oleh Aditya suaminya sendiri yang sama sekali belum ia cintai dan belum ada rasa cinta di hatinya.


"Bisa-bisanya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan.. dasar pria mesum, dia mengambil ciuman pertama gue, gue gak relaaa." Rutuk Adinda sambil berjalan.


Dari kejauhan Mira yang berjalan sehabis dari dapur untuk mengambil air minum ia melihat Adinda berjalan cepat nampak terlihat ketakutan, Mira pun menghampirinya karna takut terjadi apa-apa dengan Adinda.


"Nyonya kenapa..!" Tanya Mira.


"Astaga, kamu ini mengagetkanku saja" Jawab Adinda sambil memegang dadanya karna terkejut ia tidak mengetahui keberadaan Mira yang tiba-tiba sudah di hadapannya.


"Maaf nyonya mengagetkan anda, saya takut terjadi apa-apa sama nyonya saya melihat nyonya nampak ketakutan dan berjalan terburu-buru sebenarnya nyonya kenapa..! kalo nyonya butuh apa-apa tinggal hubungi saya nyonya" Tutur Mira yang khawatir dan memberanikan diri menatap majikannya.


"Saya tidak apa-apa kamu tidak usah khawatir, tadi tuh cuman ada monster yang kelaparan.'' Ucap Adinda yang membuat Mira keheranan.


"Monster..!! dimana nyonya Monsternya.''Jawab bingung Mira.


"Ahh sudahlah Monsternya sudah ku basmi kamu tidak usah khawatir lagi saya tidak apa-apa.''


"Syukurlah kalo nyonya tidak apa-apa saya permisi dulu dan kalo nyonya butuh apa-apa tinggal hubungi saya saja.'' Kata Mira berpamitan.

__ADS_1


"Iya terimakasih, yasudah aku buru-buru mau tidur duluan yah." Lanjut Adinda lalu berjalan kembali menuju kamarnya. Mira pun langsung pergi.


Setelah sampai Adinda langsung mengunci pintunya takut Aditya akan masuk ke kamarnya.


"Hah.. Akhirnya gue nyampe juga, nyesel banget gue nungguin dia pulang." gerutu Adinda kesal ia lalu menuju tempat tidur nya dan merebahkan badannya


Setelah beberapa menit Adinda hanya mengguling-gulingkan badanya ia sama sekali tidak bisa tidur, setiap kali ia memejamkan matanya ia terbayang akan ciumannya bersama Aditya.


Tak lama kemudia Aditya keluar dari kamar mandi dengan rambut basan dan handuk melilit di pinggangnya, Adinda sontak kaget melihat Aditya keluar dari kamar mandi bertelanjang dada.


"Aaaaaa.." teriak Adinda kaget lalu menutupi matanya dengan kedua tangannya.


"Kou ini bisanya cuma teriak saja" Lanjut Aditya dingin sambil memakaikan pakaiannya.


"Kenapa..? Hey.. Ini kamar saya, " Jawab Aditya cuek.


Sebenarnya tanpa di ketahui oleh istrinya itu Aditya memasuki kamarnya lebih dulu dari Adinda, ia menggunakan lift untuk menuju kamarnya sehingga ia lebih dulu sampai dari pada Adinda, Aditya langsung menuju kamar mandinya untuk menyegarkan kembali badannya dan menuntaskan sesuatu yang ia tahan akibat askinya tadi kepada Adinda.


"Kapan loe masuk kesini..? Gue kan sudah kunci pintunya, Apa jangan jangan loe bukan suami gue loe setan kan!" Lanjut Adinda ketakutan sambil menunjuk Aditya gemetar. "Aaaaaaaa... setannn.." Jerit Adinda.

__ADS_1


Aditya menatap bingung istrinya sambil mengelap rambutnya yang basah ia lalu menutup mulut Adinda dengan tangannya karna berisik dan supaya tidak terdengan dengan penghuni rumahnya yang lain. Di saat ia menutup mulut Adinda seketika mata mereka beradu saling menatap.


"Brisikkk... Lama-lama telinga saya bisa budek gara-gara kamu! lagian saya ini bukan setan.. saya Aditya suami kamu! apa kamu lupa?." Tanya Aditya menatap Adinda.


Adinda bernafas lega akhirnya orang yang di hadapannya itu bukan setan tapi suaminya sendiri, Tapi ia masih merasa bingung dan kesal kenapa Aditya bisa masuk semudah itu ke kamarnya.


"Aawww.. kou menggigitku" Ringis Aditya mengibas ngibaskan tangannya menatap tajam Adinda.


"Mmm maa maaf.'' Ucap gugup Adinda yang tak di hiraukan oleh suaminya, sebenarnya ia merasa sangat puas telah mengerjai Aditya.


.


.


.


.


Cuaca malam itu nampak mendung gelap gulita dan tak lama hujan pun turun bersamaan dengan suara petir yang membuat lampu padam di seluruh kota. Adinda sangat ketakutan ia takut kegelapan ia mempunyai trauma.

__ADS_1


"Sial.. kenapa lampunya mati" Ucap Aditya ia lalu mencari ponselnya tapi ia sama sekali tidak menemukannya ia berfikir mungkin ponselnya ketinggalan di sofa ruang tamu dan untuk mengambilnya ia tidak akan bisa karna ruangan nya sangat gelap dan para pelayan pasti sudah tidur karna sudah larut malam.


"Mana ponselmu..!" tanya Aditya kepada istrinya. "Heyy kamu tuli yah..?" lanjut Aditya karna tidak ada jawaban dari Adinda ia memutuskan untuk menghampiri Adinda yang sedang ketakutan gemetar keringat dingin.


__ADS_2