
''Mas..'' Ucap Adinda yang melihat Aditya mematung menatapnya. Sadar dengan tatapan Suaminya, Adinda lalu beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Aditya.
''Memangnya apa sihh yang kalian bicarakan..! Sehingga suamiku ini langsung melupakan isterinya yang sedang menunggunya.'' Genit Adinda yang tak lepas dari senyum manisnya membuat Aditya semakin Gemas dan tidak bisa menahannya.
Setelah berada di hadapan Aditya, Adinda lalu melingkarkan tangannya ke pundak suaminya yang nampak romantis. Mereka saling menatap mesra dan Aditya langsung memegang pinggang Isterinya.
''Apakan kamu ingin tahu, apa yang kita bicarakan..!'' Tanya Aditya yang langsung di angguki oleh Adinda pelan.
Dan tiba-tiba Aditya mengangkat tubuh Adinda menggendongnya mensejejerkan kepalanya yang tak lepas dari tatapannya. Adinda mengeratkan tangannya di leher Aditya karna ia takut terjatuh.
''Ayah memintaku untuk segera memberikannya cucu dan sekarang kita harus membuat cucu yang banyak, apa kamu siap, Syg..!.'' Ujar Aditya tersenyum lebar menatap Adinda bahagia.
Adinda yang mendengar itu sedikit terkejut karna ia sama sekali tidak terpikir olehnya dan ia juga tidak akan menolaknya karna ia ingin memberikan kebahagian untuk keluarganya termasuk orang yang sangat ia cintai, yaitu Aditya.
''Aku sangat siap, Mas.'' Jawab Adinda.
Tanpa berpikir lagi Aditya langsung menjatuhkan tubuh Adinda di atas kasur dengan gairah dan hasrat yang tinggi yang tak bisa ia tahan lagi. Dengan cepat Aditya membuka bajunya dan langsung menerkam Adinda.
Merekapun melakukannya dengan penuh gairah dan udara malam yang dingin kini berubah menjadi panas.
.
.
.
Pagipun tiba.
__ADS_1
Adinda menggeliatkan tubuhnya yang terasa remuk akibat pergulatannya dengan Aditya semalam, dengan lemas Adinda bangun dan melihat suaminya yang berada di sampingnya masih tertidur pulas dengan tertutup selimut setengah badan yang memperlihatkan dada dan perutnya yang kotak-kotak. Setelah melihat suaminya Adinda langsung tersenyum mengingat dan membayangkan kejadian semalam yang penuh cinta.
''Selamat pagi Suamiku..'' Bisik Adinda dan tiba-tiba.
''Cupp..'' Adinda memberanikan diri mengecup bibir Aditya sekilas dan ia langsung beranjak dari tempat tidurnya namun suatu tangan besar menahannya membuat ia mematung lalu melihatnya.
Dilihatnya Aditya tersenyum menatap Adinda bahagia, dengan sigap Aditya meranik kembali tubuh Adinda dan memeluknya erat di bawah selimut.
''Masss..!'' Ucap lembut Adinda yang merasa geli karna Aditya tak henti menciuminya bertubi-tubi. ''Mass, sudahh..''
''Nikmati saja, Syg.'' Jawab Aditya yang tak lepas dari ciumannya.
Adinda lalu mendorong wajah Aditya yang sudah tak tahan menahan kegelian.
Setelah lepas dari serangan suaminya, Adinda langsung kabur menuju kamar mandi meninggilkan Aditya yang tak terima dengan kepergiannya.
Setelah selesai dengan Aktivitasnya kini pasangan kekasih itu menuju ke meja makan untuk sarapan bersama, dilihatnya Ibu yang sedang menyajikan masakannya di atas meja yang di bantu oleh Adiba.
''Ayo, Nak. Kita sarapan bersama.'' Kata Ayah kepada Aditya dan Adinda yang sudah berada di meja makan.
''Iya, Ayah.'' Jawab Aditya dan ia mengambil kursinya lalu duduk.
''Bu. Maaf yah, Dinda ngga sempet bantu Ibu membuatkan sarapan.'' Ucap Adinda merasa tidak enak karna biasanya Adinda selalu membantu Ibunya membuatkan sarapan sewaktu belum menikah.
''Iya, tidak apa-apa Ibu mengerti kok.'' Jawab Ibu sambil tersenyum membuat Adinda heran.
''Mengerti apa, Bu..?'' Tanya Adinda.
__ADS_1
Pertanyaan Adinda membuat Ibu terdiam seketika.
''Yah Ibu mengerti kalo kamu tidak sempat membantu Ibu karna..!! Ahh sudahlah mari kita makan nanti keburu dingin.'' Jawab Ibu yang langsung mencari alasan dan Adinda langsung menurutinya.
Merekapun memulai sarapannya dan di sela-sela makannya tiba-tiba Adiba berucap yang membuat hening di meja itu.
''Bu, tadi malam Diba tuh denger suara yang aneh-aneh, jadi.. Diba tidak bisa tidur.'' Ujar Adiba dengan polosnya yang membuat Adinda dan Aditya menoleh beradu pandang seketika terdiam dan sedikit ada kekhawatiran karna kamarnya dan Adiba berdampingan jadi Adinda takut Adiba mendengar dirinya dan Aditya yang semalam bercinta. iya
''Kamu salah dengar kali, Diba.'' Jawab Ayah menyangkal yang sebenarnya tahu dan mengerti apa yang di ucapkan Adinda.
''Ishh.. masa Diba salah dengar sih, Yah. Suara itu sangat jelas terdengar oleh Diba, dan memangnya Kak Dinda tidak dengar..?'' Tanya Adiba yang langsung menoleh ke arah Adinda.
''Ti-- Tidak..! Kakak tidak dengar apa-apa. Iya kan, Mas...!'' Jawab Adinda gugup, Aditya hanya mengangguk santai menikmati masakan mertuanya.
''Memangnya seperti apa suaranya..! Sampai kamu tidak bisa tidur gitu.'' Tanya Ibu kepada Adiba.
''Ehkhemm.. jadi, suaranya gini.'' Ujar Adiba yang ingin menirukan suaranya membuat semua terdiam memperhatikan Adiba karna penasara. ''Ahhhh... eeemmmm.. aaahhhh.. mmmpppp.'' Belum sempat Adiba melanjutkan ucapannya, dengan cepat Adinda langsung menyumpal mulut Adiba dengan tahu goreng membuat Adiba sangat kesal dan tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi.
''Nahh.. gitu bagus, lebih baik kamu diam.'' Ujar Adinda merasa puas dan semua yang ada di meja itu langsung tertawa kecuali Adiba yang menatap tajam Adinda. Adiba lalu mengambil kembali tahu goreng yang berada si mulutnya.
''Ishh.. Kak Dinda jahat banget sih, aku kan gak salah apa-apa.'' Kata Adiba yang tak terima dengan perlakuan Adinda.
''Mau lagi..?'' Lanjut Adinda yang bersiap ingin menyumpal kembali mulut Adiba membuat Adida menutup mulutnya dengan tangannya, dan tak sengaja Adiba melihat bercak merah di leher Adinda yang nampak terlihat jelas olehnya dan membuat ia penasaran.
''Kak, Dinda..! Itu apa di leher Kakak ko merah-merah gitu..?'' Tanya Adiba dengan polosnya sontak membuat Adinda terdiam menahan malu, namun tidak dengan Aditya.. ia hanya tersenyum senang dan tiba-tiba.
''Uhukkk.. uhuukkk..'' Adinda tersedak karna kaget dengan ucapan Adiba yang sangat polos.
__ADS_1
''Astaga.. kenapa aku bisa lupa tidak menutupi bekas kiss mark ini, duhh bagai mana ini.. malu kan.'' Batin Adinda yang panik dan menahan malu akibat ucapan Adiba.