Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 52. Menikmati waktu di Vila


__ADS_3

Setelah satu jam perjalanan, kini akhirnya mereka telah sampai di sebuah Villa besar milik Aditya yang mewah, mereka di sambut dengan panorama alam berwarna hijau yang memikat mata.


"Wawww...indahnya. Kak Dinda, sering-sering yah ajak aku ke tempat seperti ini.'' Ujar Adiba menatap takjub tersenyum senang lalu memejamkan matanya menghirup udara segar itu dan menentangkan kedua tangannya merasakan semilir angin yang terasa merasuk ke tubuhnya.


Adinda hanya tersenyum menatap haru, merasakan apa yang Adiknya rasakan saat ini. Sekilas terbayang bagaimana keseharian Adiknya itu yang mana ia tidak dibolehkan untuk pergi jauh dari rumah kecuali sekolah dan itu sudah menjadi peraturan Ayahnya yang dulu ia juga merasakannya.


Dan kini Diba bisa keluar karena Kakaknya yang mengajak, itupun Adinda dan Adiba harus meminta izin terlebih dulu, alhasil mereka sangat senang karena Adiba mendapat izinnya karena sedikit memaksa.


lalu keempat orang itu memasuki Vila tersebut yang di sambut hangat oleh seorang wanita yang nampak paruh baya tersenyum ramah.


Mereka lalu memilih kamar ingin membereskan barang-barang bawaannya. Adinda yang merasa sangat malas naik turun tangga, jadi ia memilih tempat tidur di kamar lantai bawah. Aditya langsung menyetujuinya karena ia juga berpikir lebih aman kamarnya terpisah dengan kedua penguntit itu karena takut terganggu dengan malamnya.


Dan kini tersisa dua kamar lagi yang berada di lantai atas, kamar itu saling bersebelahan dimana, Dimas dan Adiba terpaksa menempatinya karena tidak ada kamar lagi.


''Bik, tolong buatkan kita makan siang.'' Ujar Aditya kepada Bik Minah.


Bik Minah ialah seorang Asisten rumah tangga yang Aditya percaya untuk menempati salah satu Vila nya, ia ditugaskan untuk tinggal dan membersihkan Vilanya bermasa Mang Ujang suami Bi Minah.


''Baik, Tuan.'' Sigap Bi Minah bersemangat.


Bi Minah begitu senang dengan kedatangan Tuannya itu, ia sangat tidak menyangka atas kehadiran Tuannya bersama perempuan cantik yang tak lepas dari genggaman tangannya.


Dalam benaknya ia ingin bertanya namun keberaniannya sangat nihil, jadi ia lebih baik mengurungkan kembali.

__ADS_1


''Bik, perkenalkan ini Isteriku, Bi Minah pasti penasarankan dengan bidadari yang berada di sebelahku ini.'' Tebak Aditya setelah melihat raut wajah Bi Minah yang penasaran lalu ia memperkenalkannya.


Bi Minah sungguh terkejut, Adinda lalu memajukan langkahnya menghadap Bi Minah yang sedang mematung menatap tak percaya.


''Saya Adinda, Bik Isteri tuan Aditya.'' Ucap Adinda mengulurkan tangannya, menatap wanita paruh baya itu yang tak lepas dari senyumannya.


Seperti mimpi, ia tak percaya dengan perlakuan isteri Tuannya itu yang begitu ramah kepadanya. Bi Minah lalu menyambar uluran tangan itu dan memperkenalkan dirinya.


***


''Syg. Aku mau mencoba permainan itu.'' Tunjuk Adinda dengan antusias ke arah ATV yang sedang berjejer.


Vila Aditya memang tidak jauh dari tempat wisata kebun teh yang terdapat beberapa wahana bermain seperti paintball, flying fox sampai dengan wall climbing dan juga bisa menyewa ATV untuk berkeleiling kebun teh.


Tanpa kata-kata lagi mereka langsung memaiki ATV itu dan Adinda langsung memeluk era Aditya yang berada di belakangnya yang terlihat begitu romanti membuat siapapun iri melihatnya.


Melihat kemesraan Kakaknya, Adiba menjadi panas ia tidak mau kalah namun kejomloannya membuat ia tidak bisa melakukan apa-apa.


''Mari..'' Ajak Dimas tiba-tiba yang membuat Adiba terkejut.


''Tidak mau.'' Tolak Adiba memalingkan wajahnya yang sebenarnya ia ingin sekali menaiki ATV itu namun ia sangat malu sekali menerima tawaran Dimas.


Dimas tertawa kecil menatap Adiba yang menurutnya begitu lucu yang tingkahnya seperti anak kecil.

__ADS_1


''Saya tahu kamu mau menaiki ini kan..! Sudahlah jangan berpura-pura lagi.'' Ucap Dimas dengan senyum liciknya.


''Cihh....sotoyy.'' Jawab Adind sinis dengan menaikan bibir atas sebelah kanannya membuat Dimas semakin gemas melihatnya.


Dimas tak patah semangat ia terus berusaha agar Adiba mau bersamanya menaiki ATV itu.


''Yasudah, kalo kamu tidak mau saya sendiri yang akan menaiki ini dan berkeliling melihat-lihat pemandangan kebun teh ini, pasti seru. dan, kamu akan sendirian di sini di makan ular-ular liar.''


Mendengar itu Adiba mulai berpikir, ia menjadi takut dengan ucapan Dimas, karena ia sangat takut sekali dengan ular.


''Kak Dimas...!!!'' Kata Adiba merajuk menatap Dimas berharap tawarannya masih berlaku namun Dimas tidak menghiraukannya.


Tak menyangka ucapannya telah membuat Adiba merasa ketakutan, dengan sengaja dimas lalu melajukannya pelan membuat Adiba begitu panik karena takut di tinggal sendiri dan di makan ular.


''Kak Dimas...aku mau ikut.'' Teriak Adiba membuat Dimas langsung menghentikannya.


Dimas sangat senang karena akhinya usahany berhasil membuat Adiba mau menaiki ATV bersamanya walau harus berusaha dan mengancamnya terlebih dulu.


Dimas lalu menolehnya melihat Adiba yang sedang berdiri mematung menatapnya dengan raut wajah memohon. Dimas lalu menjentikan jarinya, tanpa kata-kata lagi Adiba langsung menghampiri dan menaikinya.


''Pegangan..'' Ucap Dimas.


''Modusss, bilang aja mau di peluk. Jangan harap yah.'' Jawab Adiba yang masih sok jual mahal dan tiba-tiba.

__ADS_1


''Kak Dimas...dasar gi*a..manusia tidak warass..aku belum siap mati'' Teriak Adiba memaki yang memeluk Dimas erat karena Dimas langsung melajukannya dengan cepat.


__ADS_2