Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 53. Saung gubuk kecil


__ADS_3

''Indahnya...'' Seru Adinda sambil berdiri menghirup udara segar kebun teh tersebut yang memegang pundak Suaminya erat karena takut terjatuh.


Dalam perjalanan Adinda begitu menikmatinya dan menatap sekeliling tempat itu yang begitu indah dengan hantaran kebun teh yang hijau menyejukan mata.


''Apa kamu suka..!'' Tanya Aditya di sela-sela kekaguman isterinya yang baru pertama kali ia melihatnya.


''Rasanya aku jatuh cinta pada pandangan pertama, Mas.'' Jawab Adinda yang tak lepas dari senyuman kebahagiaan, namun membuat Aditya menghentikan lajuannya karna terkejut mendengar jawaban Isterinya itu.


Dengan sedikit emosi tiba-tiba Aditya langsung meraih tubuh Adinda dan langsung memposisikannya di pangkuannya membuat Adinda tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.


''Apa kamu bilang? Kamu jatuh cinta kepada siapa syg..!'' Mata meraka beradu.


Aditya langsung bertanya karena takut bahwa isterinya jatuh cinta kepada orang lain selain dirinya dan ia langsung menanyakannya.


''Sama Mang Ujang.'' Celetuk Adinda memalingkan wajahnya kesal karna pertanyaan dan tindakan suaminya yang begitu posesif.


''Apa..!!''


''Yah nggak lah sayang, aku tuh jatuh cinta kepada alam ini, karena aku baru pertama kalinya melihat alam seidah ini.'' Jelas Adinda dengan senyum kakunya menatap mata tajam itu karena takut pria yang ada di hadapannya mengamuk.


''Benarkan..!'' Tanya lagi Aditya memastikan.

__ADS_1


''Astagaaa...jadi kamu tidak percaya, Mas.'' Jawab Adinda dengan berpura-pura cemberut memanyunkan bibirnya dan tiba-tiba.


''Cuppp...'' Kecupan itu tiba-tiba mendarat di bibir yang sedang meriut menjadi senyuman yang menawan memikat hati dan mata yang melihat.


Tatapan mereka kembali beradu, dilihatnya ada suatu keinginan yang lebih dari sebuah kecupan. Aditya melihat sekeliking tempat itu yang nampak sepi, ia memastikan.


''Sayang...'' Ucapnya lirih.


''Kita akan melakukannya sekarang, aku tidak bisa menahannya lagi.'' Ujar Aditya sontak membuat isterinya itu begitu terkejut dan langsung membulatkan matanya.


''What..!''


Adinda tidak habis pikir dengan keinginan suaminya, yang menginginkan sebuah percintaan di alam terbuka ini yang siapapun orang akan melihatnya.


Sederet pertanyaan menghantam Aditya yang sedang tersenyum merasa lucu dengan kepolosan isterinya membuat ia semakin tidak tahan ingin melahapnya.


Aditya tidak menghiraukan pertanyaan Adinda, lalu ia mengangkat tubuh isterinya yang berada di pangkuannya membuat isterinya semakin panik.


''Mass..sayang.. lebih baik di vila saja yah..!'' Bujuk Adinda yang berada di pangkuan Aditya berharap Suaminya itu menurutinya, namun lagi-lagi Aditya tidak menghiraukannya, ia berjalan meninggalkan ATV yang berada di pinggir di sebuah jalan yang kecil namun masih bisa di lewati dengan ATV lain.


''Sudah.. lebih baik kamu diam dan nikmati saja.'' Ucap Aditya dan tak lama mereka telah sampai di sebuah saung gubuk kecil tempat peristirahatan para pemetik pucuk teh.

__ADS_1


Tanpa kata-kata lagi Aditya langsung merebahkan tubuh isterinya, ia kembali menatapnya begitupun Adinda.


''Kamu tenang saja, disini aman. Sayang.'' Lirih Aditya karena ingin segera menuntaskan keinginannya.


Adinda sedikit lega karena ternyata suaminya membawanya ke sebuah saung gubuk yang kecil setidaknya tidak akan ada orang yang melihatnya.


Adinda lalu berinisiatif untuk melakukannya terlebih dulu, ia pun melakukan sebuah pemanasan yang membuat Aditya sangat menikmatinya.


Dan mereka melakukannya dengan penuh gairah yang membara dengan suasana tempat yang menegangkan. Dan Aditya tidak menyangka bahwa isterinya yang memimpin sebuah percintaan itu.


.


.


Sementara itu di sisi lain Dimas dan Diba hanya diam karena sangat canggung, namun Dimas ia berpikir sesuatu untuk menjaili Adiba karena sempat menolak ajakannya.


''Diba..! Saya rasa ada ular yang mengikuti kita.'' Ujar Dimas sontak membuat Adiba terkejut.


''Benarkah..?''


''Yahhh...''

__ADS_1


''Aaaaaa...Kak Dimad ayo cepetan jalannya.'' Teriak Adiba yang begitu panik yang langsung memeluk Dimas erat dan menaiki kakinya ke paha Dimas membuat jantung Dimas berdebar dan sedikit menegang karena melihat kaki putih nan mulus yang berada di pahanya.


__ADS_2