Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 9


__ADS_3

Adinda menuju meja makan menghampiri mertuanya yg sudah menunggunya. Sebelum ia turun ia mengambil cardigan panjang sebawah lutut yg ada di dalam koper nya untuk menutupi pakaian seksinya yg ia kenakan. Adinda ia juga merasa malu jika di lihat mertuanya dengan berpenampilan tidak seperti itu.


"Maaf yah mah jadi nungguin." Ucap Adinda merasa tidak enak lalu duduk di sebelah suaminya.


"Ngga apa apa sayang.. ayok sekarang makan dulu nak"


"Iya Mah.." Jawab Adinda sambil tersenyum, Ia lalu mengambil makanan satu persatu ke piring nya, iya juga mengambilkan untuk Aditya karna bagai manapun juga itu sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai istri walau pernikahannya di dasari dengan keterpaksaan, Adinda akan berusaha menjadi istri yg baik sesuai pesan Ibunya kepadanya. Mamah Wina dan Papah Wisnu saling sikut sambil tersenyum melihat Adinda mengambilkan makanan untuk suaminya, mereka sangat senang dan bahagia karna baru kali ini ia makan satu meja lagi bersama Aditya dan perhatian Adinda kepada suaminya. Lalu mereka menyantap makanannya dengan hening.


.


.


.


.


Dan setelah selesai mereka lalu menuju ke ruang TV untuk berkumpul dan bersantai bersama kecuali Aditya, Aditya malah pergi entah kemana.


"Ayo Nak sini." Kata Mamah Wina mengajak Adinda untuk duduk di sebelahnya. Lalu Adinda pun menuruti perkatan Mamah mertuanya itu ia lalu duduk.


"Nak, Mamah sangat senang sekali, akhirnya Mamah punya menantu seperti kamu." Ucap Mamah Wina memulai pembicaraan.


"Mamah bisa aja, Dinda juga senang punya mertua seperti Mamah yang baik dan cantik." Lanjut Adinda yang membuat Mamah Wina semangkin berbunga-bunga senang.


"Hahaha masa sih.. Mamah udah tua, sudah keriput cantik darimananya. Yang Ada kamu lebih cantik" Jawab Mamah Wina.


"Ehh iya Nak, ada yang mau mamah sampaikan ke kamu." Lanjut Mamah Wina serius sambil memegang tangan Adinda.


"Ada apa Mah..!" Jawab penasaran Adinda.


"Mamah mohon sama kamu, kamu harus bisa memaklumi sikap Aditya yang sangat dingin itu, sebenarnya dulu itu dia sangat ramah dan mudah bergaul, orangnya sangat menyenangkan.. tapi, semenjak ia sudah dewasa Aditya berubah menjadi pria dingin dan arogan. Mamah sama Papah tidak tau lagi harus bagaimana menghadapinya.. tapi, Mamah sangat bersyukur hanya kepada Mamah saja dia tidak memunculkan sikapnya." Tutur Mamah Wina Panjang lebar.


"Iya Mah, Mamah tenang aja Dinda akan memaklumi sikap Mas Adit." Kata Adinda menenangkan Mamah Wina.


Merekapun berbincang bincang cukup lama, Mamah Wina nampak sangat senang di temani oleh Adinda, mereka saling curhat dan mengobrol dengan serunya.

__ADS_1


"Mah Dinda mau ke atas dulu yah mau beres beres baju Dinda.." Pamit Adinda di sela-sela percakapannya.


"Kamu istirahat aja nak.. Biar para pelayan yang akan membereskan baju kamu" jawab Mamah Wina.


"Ahh nggak apa-apa mah biar Adinda aja, Lagian Dinda ngga cape kok" ucap Adinda menimpali.


"Yasudah kalo kamu tidak apa-apa"


"Iya Mah Dinda ke kamar dulu yah" pamit Adinda yg di angguki Mamah Wina.


Adinda pun berjalan menuju kamar Aditya menaiki tangga. Tanpa sengaja ia melewati pintu yg terbuka sedikit, Ia penasaran dan berbalik lalu mengintipnya di balik pintu, belum sempat Adinda melihatnya ada seseorang membukakan pintunya.


"Ngapain kamu disini?"


"Astaga. gue harus gimna gue ketahuan lagi, ishh bodoh banget sih kamu Adinda ngapain juga pake mau ngintip segala. Gue harus cari alesan nih"


"A anu.. ta tadi.. ada barang gue yg jatuh disini jadi gue ngambil.."


"Alasann. Pintar sekali kamu berbohong, Kalo begitu coba mana lihat barang nya?" Selidik Aditya sambil menyilangkan kedua tangan nya dan menyenderkan badannya ke samping dan menatap Adinda penuh selidik.


"Ahh gak penting.. gue ada urusan.. duluan yah" Jawab Adinda panik sambil berlalu pergi meninggalkan Aditya yg mematung menatap kepergiannya.


.


.


.


.


"Hahh.. untung gue bisa kabur kalo ngga gue bisa-bisa di introgasi sama dia." Ucap Adinda sambil mengatur nafas nya, iya lalu mengambil kopernya ingin memasukan baju-baju nya ke dalam lemari.


"Ceklek." Tiba-tiba Pintu kamar pun terbuka, nampaklah Aditya berjalan membawa beberapa lembar kertas.


"Lagi ngapain kamu..?" Tanya dingin Aditya.

__ADS_1


"ishh ni orang gak liat apa gue lagi beresin baju.. pake nanya lagi" Gerutu Adinda dalam hatinya.


"Besok kita akan tinggal di rumahku, dan baca ini" Lanjut Aditya sambil melemparkan kertas ke wajah Adinda. Adinda begitu kaget dengan perlakuan Aditya ia lalu mengambil kertas nya yg berserakan.


"Apa ini?" jawab Adinda bingung.


"Cihh... Astaga kou ini b*doh sekali, Itu surat perjanjiannya dan kamu harus menandatanganinya."


"Tapi.. Bolehkan aku juga membuatnya"


"Yah terserah, Kamu tulis saja. Dan kamu harus mempelajari semua isi perjanjia itu" Ucap Aditya lalu pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


.


.


"Apa ini, ko isinya begini.. !!" ucap Adinda merasa bingung.


1.Pihak kedua yaitu istri harus menuruti semua perintah pihak pertama yaitu suami.



Apa yg di ucapkan pihak pertama selalu benar.


Tidak boleh mencampuri urusan masing masing.


Pihak kedua boleh pergi kemana saja asalkan harus


meminta izin kepada pihak pertama.


Pihak kedua tidak boleh mempunyai hubunga dengan


pria lain."


__ADS_1


Dan masih banyak lagi poin poin yg harus di baca Adinda, Adinda nampak kesal dengan semua perjanjian perjanjian yg di tulis oleh suaminya itu. Bagaimana tidak, semuan yg di tulis Aditya sangat memberatkannya dan menguntungkan Aditya.


"G*la yah.. gue harus mempelajari ini semua dari dia tidur sampe bangun tidur bahkan di tulis di sini." Ucap Adinda kesal.


__ADS_2