Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 63.


__ADS_3

Akhirnya kini pekerjaan mereka sudah selesai dan sekarang sudah waktunya pulang untuk segera beristirahat.


''Chef Aditya..?'' Ucap seseorang di belakangnya sehingga membuat ia menghentikan langkahnya dan langsung meloneh ke asal sumber suara tersebut.


''Chef..! Bolehkan saya menumpang di mobilmu, soalnya saya hari ini tidak membawa kendaraan.'' Ucapnya dengan pede berharap Aditya mengizinkannya.


''Kita kan beda arah dan sekarang saya lagi buru-buru tidak bisa mengantarmu.'' Ucap dingin Aditya.


''Hemmm... iya yah.. tapi bagaimana jika aku menumpang dulu dan nanti di depan perempatan aku akan turun naik taksi.'' Lanjut Raya sedikit memaksa karena ia sangat ingin sekali berada satu mobil dengannya.


Raya ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa Aditya hanyalan miliknya dan hanya dia yang bisa menaklukannya.


Sementara itu di dalam mobil Adinda menggerutu kesal melihat suaminya berbicara dengan seseorang yang ia namai Ulet bulu itu yang selalu kegatelan kepada suaminya.


''Sepertinya tidak bisa..'' Kekeh Aditya karena di dalam mobil Adinda sedang menunggunya dan ia juga tidak mau jika Raya mengetahuinya karena jika Raya mengetahui hubungannya takut ia akan mengganggu Adinda, karena ia sudah hafal dengan sifat Raya.


Mendengar itu senyumannya menjadi pudar karena apa yang di inginkannya tidak berhasil di dapatkannya.


Namun Raya tak patah semangat ia juga tidak mau memaksanya takut jika Aditya akan ilfiel kepadanya dan untuk saat ini ia mencoba bersabar kembali lagi dan lagi.


''Yasudah jika kamu sedang buru-buru, hati-hati yah di jalannya.'' Ucap Raya kembali memperlihatkan senyumannya dengan sedikit terpaksa.


''Oke.'' Jawab Aditya yang langsung menginggal Raya yang berlajan menuju ke arah mobilnya.


**


''Ciee.. yang habis ngobrol sama ulet bulu, pake senyum-senyum lagi s ulet bulunya habis ngobrolin masa depan yang..!!!'' Ketus Adinda yang melihat suaminya sudah mendudukan bokongnya di sebelahnya.


Mendengar itu Aditya langsung menoleh menatap istrinya heran dan ia langsung berfikir apa yang Adinda maksud.


''Maksud kamu, Raya..?'' Tanya Aditya sambil menahan tawa karena merasa lucu dengan ucapan isterinya itu yang menyebut nama Raya menjadi Ulet bulu.

__ADS_1


''Siapa lagi kalo bukan dia..'' Lanjut Adinda yang semakin ketus.


''Ciee.. kamu cemburu kan.'' Sambil tersenyum Aditya kembali meledek isterinya itu yang terlihat sangat menggemaskan.


''Siapa yang cemburu..? Aku tidak cemburu sama si ulet bulu itu.'' Meksi sebenarnya ia sangat cemburu namun ia tidak mau mengakuinya karena malu.


''Sudahlah akui saja jika kamu cemburu, itu kan tandanya cinta dan aku juga sangat mencintaimu. Pahamkan..!!!''


''Iya.. iya, terserah kamu.'' Jabab Adinda.


Tak ingin berlama-lama lagi akhirnya Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di sepanjang perjalannya hanya ada obrolan-obrolan kecil sesekali Aditya melemparkan senyumnya kepada isterinya, ia merasa sangat bahagia setelah bertemu Adinda yang sekarang telah menjadi isterinya.


"Tunggu..''


Mendengar itu Adinda langsung terdiam menatap heran suaminya, tak lama akhirnya Aditya keluar dan membukakan pintu mobilnya.


''Silahkan isteriku tercinta..'' Ujar Aditya membuat hati Adinda terenyuh karena sikap suaminya yang begitu romantis.


"Mana imbalannya..!" Celetuk Aditya setelah Adinda berada di hadapannya.


"Imbalan apa..??" Tanyanya heran karena tak mengerti dengan maksud suaminya itu.


"Karena aku sudah membukakan pintunya, Jadi sebagai imbalannya kamu harus menciumku." Kata Aditya dengan entengnya membuat Adinda terhenran-heran.


"Apa sih, Mas. Malu tahu di liatin pak satpam." Bisik Adinda karena memang benar tak jauh dari mereka terdapa dua satpam yang sedang bertugas di halaman rumah Aditya.


"Tapi kalo kamu memang mau tidak apa-apa namun ada syaratnya.." Lanjut Adinda sambil tersyum membuat Aditya tak sabar ingin segera mencicipinya.


"Memangnya apa syaratnya..?"


"Kamu harus menutup matamu dulu nanti aku akan menciumu dan tidak boleh mengintipnya. Mengertika..?"

__ADS_1


"Yasudah tapi cetap aku sudah tidak sabar."


Dengan terpaksa Aditya melakukan apa yang dikata isterinya membuat Adinda tersenyum puas menatap suaminya yang langsung menurutinya.


''Mana..???''


''Sayang..???''


''Ayo buruan aku sudah menunggunya.'' Lanjut Aditya yang tak mendapat respon isterinya.


''Hellow...???''


''Sayang..???''


''SEKARANG KAMU BOLEH MEMBUKA MATAMU.'' Teriak Adinda di balik pintu rumahnya menatap Aditya yang berada di luar menunggu ciumannya.


Mendengar itu sontak membuatnya langsung membuka matanya lebar-lebar, Aditya ternyata telah di kerjai oleh isterinya sendiri.


''Awas yah kamu, aku habisi sekarang juga.''


Mendapati itu Aditya tidak mau kalah lantas ia langsung berlari mengejar isterinya dan tak butuh waktu lama Aditya telah berhasil menangkap istrinya itu yang telah berada di dalam rumah.


Aditya memeluk Adinda dengan erat ia mulai menggerayami tubuh istrinya itu lalu mulai menciuminya dengan rakus penuh nafsu.


πŸ’›πŸ’›πŸ’›


**Info penting dari AuthorπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Author mau minta tolong buat penbaca novel ini.. Tolong yah beri dukungan untuk Author like komennya dan Author minta dukungan juga buat Novel Author satunya lagi yang berjudul "Suamiku di kota" yang sekarang ini masih on going dan tolong bantu like komen sama masukan ke daftar faporit kalian yah.


Terimakasih...😘**

__ADS_1


__ADS_2