
''Sayang, dimanakah hairdryernya..? Rambut aku susah sekali keringnya.'' Tanya Adinda sambil mengelap-elap rambutnya memakai handuk kecil.
''Sepertinya tidak ada..! Sudahlah sayang tidak perlu memakai itu nanti juga akan kering dengan sendirinya.'' Jawab Aditya dengan polosnya membuat sang istri langsung menolehnya di sela kesibukannya.
Belum sempat Adinda menjawabnya Aditya langsung mengajaknya keluar untuk melakukan pekerjaannya kembali karena sudah waktunya.
Akhirnya Adinda menuruti apa yang suaminya ucapkan mereka lalu keluar dari ruangan rahasia itu dengan keadaan rambut yang masih terlihat bahah.
Adinda mengekori suaminya dari belakang ia nampak sangat malu dengan keadaan rambut yang masih basah itu, namun tidak dengan Aditya, di sepanjang berjalan terlihat senyum manis yang tak henti ia tebarkan sehingga tak terlihat lagi sosok yang dingin dan kejam itu.
"Astaga...? Ada berita terHot hari ini..! Kalian lihat Chef Aditya dengan Asistennya.'' Ucapnya sehingga membuat orang-oang yang berada di tempat itu langsung mengalihkan pandangannya melihat dua sosok yang menjadi sorotan.
''Astaga cocok sekali mereka.. yang satu tampan yang satunya lagi cantik, andai wanita yang berada di belakang Chef Aditya itu aku.'' Lanjut salah satu wanita yang terpesona melihat Adinda dan juga Aditya.
Namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan tepukan di bahunya membuat ia tersadar kembali dari khayalannya yang membayangkan dirinya di posisi Adinda.
''Heh maksud gue bukan itu dodol..! Tapi memang iya sih mereka terlihat cocok, namun kalian lihat tidak keanehan dari mereka..?''
''Aku, tahu.'' Jawab salah satu wanita yang berkerumun itu dengan mengacungkan tangannya dengan semangat.
''Lihat rambut mereka kok sama-sama basah..! Jangan-jangann...?'' Lanjutnya menggantung sehingga pernyataannya membuat teman-temannya langsung mengerti maksudnya.
__ADS_1
''Chef Aditya itu tidak ada hubungannya dengan Asistennya..! Karena Chef Aditya hanyalah miliku dan kalian tidak usah bergosip yang berlebihan..! Mending kalian urus pekerjaan kalian masing-masing atau saya akan melaporkan kalian ..!'' Suara yang terdengar lantang itu berhasil mengejutkan para pekerja yang langsung menunduk ketakutan.
''Maafkan kita Chef Raya..!'' Dengan suara gemetar dan sedikit pelan salah satu pekerja yang bekerja sebagai pramusaji itu memberanikan diri mewakili teman-temannya untuk segera meminta maaf karena takut akan ancamannya.
''Kalian mengertikan apa yang saya ucapkan barusan..???'' Tanya Raya dengan menyilangkan kedua tangannya dengan raut wajah yang serius.
''Baik, kita mengerti, Chef.''
''APAA..???'' Tanyanya lagi dengan penuh penekanan.
''Bahwa Chef Aditya milik Chef Raya.'' Karena takut terjadi masalah mereka terpaksa memberi pernyataan itu yang sebenarnya mereka tidak mempercayainya.
''Baguss.. sekarang kalian pergi.'' Merasa puas mendengar itu Raya yang mengaku dimiliki Chef Aditya dalam hati ia sangat senang karena telah bersahil mengelabui para pekerja itu.
**
''Jangan lupa pakai topinya.'' Ucap Aditya sembari menyodorkan topi itu kepada Adinda yang sedang menatapnya.
''Jangan lama-lama natapinnya nanti kamu deabetes.'' Celetuk Aditya membuat Adinda tersenyum malu.
''Baiklah Chef Aditya mari kita bekerja.'' Dengan gemas Adinda meraih topi itu lalu memakainya.
__ADS_1
''Pekerjaanmu di mulai dari menciumku dulu.'' Ucap Aditya tak lupa dengan senyum manisnya.
Sontak membuat orang yang berada di dekatnya langsung menolehnya termasuk Adinda ia langsung membulatkan matanya karena terkejut mendengar ucapan sang suami yang mana mereka masih berada di tempat kerja yang terlihat sisi kiri dan kanan terdapa Chef lain yang akan mulai melakukan pekerjaannya.
Sadar dengan hal itu Chef Aditya langsung menutup mulutnya ia lalu menoleh ke kiri dan kanan yang terlihat seseorang menatapnya aneh.
''Mmmm maksud saya..'' Ucap Aditya menggantung karena memikirkan alesan apa yang akan ia ucapkan kepada teman-temannya uang masih menatapnya aneh.
Mereka akhir-akhir ini merasa aneh dengan sikap Aditya yang sekarang ini karena tak terlihat lagi sikap dingin cuek dan kejam itu lagi semenjak bersama Asistennya itu.
Setelah itu Adinda lalu meraih daftar makanan yang akan di masak Chefnya itu.
''Mari Chef kita mulai memasaknya nanti tamu kita menggunya lama.'' Kata Adinda sambil memegang kertas yang berisi daftar menu yang akan di masaknya.
Adinda sengaja melakukan itu untuk mengalihkannya karena takut akan ada pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya dan taku jika rahasia mereka terbongkar.
Mendengar itu mereka lalu melakukan pekerjaannya masing-masing termasuk Aditya.
"Haduhh.. hampir saja, awas yah kamu, Mas. Lihat saja nanti di rumah.. habis kamu." Batin Adinda menatap punggung suaminya yang sedang memasak.
Sementara itu di sisi lain Stefani nampak tersenyum bahagia yang masih terbayang-bayang dengan sosok lelaki yang saat ini ia idolakannya.
__ADS_1
Ia merasa sedang jatuh cinta sehingga membuat pekerjaannya menjadi seperti sangat ringan dan semakin bersemangat.