
Setelah kejadian di meja makan, karna malu kini Adinda berada di kamarnya seorang diri yang sedang kebingungan dan tidak berani lagi untuk keluar, ia berpikir bagaimana caranya menutupi bekas kiss mark yang suaminya lakukan kepadanya dengan rakus.
Dengan gelisah Adinda mondar-mandir sambil menggit jarinya berpikir. Di saat ia berusaha berpikir keras, namun pikirannya selalu kabur.. ia tidak bisa berpikir karna pikirannya selalu terbayang tentang kejadian di meja makan itu, yang mana Adiba yang polos tidak mengetahui bekas merah di leher Kakaknya itu.
"Astagggaaaa... bagaimana aku menutupi ini..! Sungguh membuatku malu saja.'' Dengus Adinda kesal yang melihat dan mengusap bekas merah itu di depan cermin.
Di saat ia menggerutu tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung mengambilkannya dengan cepat karna tidak sabar, Adinda tersenyum setelah melihat sesuatu yang ia pegang lalu memakainya.
''Cerdas sekali kamu, Adinda.'' Ucap Adinda tersenyum bangga yang memuji dirinya sendiri di depan cermin besar miliknya.
Adinda sangat senang akhirnya ia bisa menutupi bekas kiss mark itu dengan syal miliknya yang sudah lama ia tak memakainya . Lalu menggerakan tubuhnya gembira dan merapihkan Syal itu dengan tangannya yang lihai.
''Syg, apakah kamu sakit..?'' Pertanyaan itu sontak membuat Adinda terkejut setelah mendengar dan melihat asal sumber suara tersebut. Tanpa menjawab Adinda langsung memanyumkan bibirnya menatap Suaminya kesal yang sedang menghampirinya.
''Tidak panas..!!'' Ucap Aditya setelah melihat Adinda memakai Syal di cuaca yang panas dan gerah. Dan setelah berada di hadapan Adinda, ia langsung memegang kening lalu pipinya dengan panik. Sungguh Aditya takut terjadi apa-apa dengan Isterinya itu.
''Hahh..aku tidak sakit, Mas.'' Jawab Adinda bernapas kasar yang masih cemberut melihat Aditya menatap dirinya heran.
''Terus..! Kenapa kamu memakai ini di siang-siang yang panas ini..!!'' Tanya Aditya menunjuk Syal yang Adinda pakai.
''Lantas, bagaimana aku menutupi ini semuan, Mas..! Aku malu.'' Adinda membuka Syal yang ia kenakan dan menunjukan bekas kissmark itu kepada suaminya sendiri.
''Ohh astaga, Syg. Sungguh indah sekali, aku sangat bangga menciptakan itu di lehermu.'' Aditya tersenyum nakal merasa puas dengan apa yang di lakukannya kepada isterinya. ''Sudahlah, Syg. kamu jangan menutupinya lagi, lebih baik seperti itu. Biar semua orang tahu kamu itu cuma miliku.'' Lanjut Aditya melepaskan syal yang Adinda kenakan dan melemparnya ke sembarang arah.
__ADS_1
''Sungguh..!!!'' Ujar Adinda lalu melingkarkan tangannya di leher Aditya dan menatapnya. ''Aku itu milikmu, Mas.Tanpa harus semua orang tahu. Dan jika aku memperlihatkan ini, orang-orang akan menertawakanku. Apa kamu mau Isterimu ini menjadi bahan cemoohan orang-orang yang tidak tahu kalo aku milikmu.''
Aditya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju mendengar penuturan Isterinya itu.
''Yasudah, sekarang bantu aku bagaimana caranya menghilangkan ini semua.'' Ucap lagi Adinda karna telah berhasil membuat Aditya terhasut oleh omongannya.
''Apakah kamu mempunyai foundation..!'' Tanya Aditya. Adinda sontak membulatkan matanya terkejut mendengar jawaban suaminya bagaimana tidak itu sangat tidak terpikir olehnya.
''Astaga, kenapa tidak terpikir olehku, Adinda. Sungguh kamu sangat bod*h sekali, kenapa aku malah menutupinya dengan syal itu di siang bolong begini." Batin Adinda memaki dirinya sendiri.
Tanpa pikir panjang lagi, Adinda langsung mengambil foundation nya dan menutupi bekas merah yang ada di lehernya.
**
Di saat ia membuka pintunya, terlihatlah sosok pria yang menurutnya sangat tampan dan keren. Namu, Adiba hanya bersikap biasa saja.
''Ada apa, Mas..! Apa ada yang saya bisa bantu..!'' Tanya Adiba menatap pria tersebut yang hanya diam mematung.
''Waawwww cantik sekali, apa aku tidak salah melihat bidadari di depan mataku. Apa aku berpimpi..?'' Batin pria itu menatap Adiba kagum yang tidak berkedip di balik kacamata hitamnya yang membuat penampilannya semakin sempurna.
''Masss...!!''
''Hellowww..!!''
__ADS_1
''Mass...?''
Adiba mengibaskan tangannya menatap pria itu heran karna hanya diam mematung tidak menjawabnya.
''Cantikkk..'' Gumam pria itu pelan namun masih terdengar oleh Adiba membuatnya melotot tak percaya dengan perkataan pria teesebut. Lantas Pria itu langsung tersadar karna meliahat Adiba melototi dirinya. Ia pun menjadi salah tingkah.
''Ehhh.. maksud saya, mmmmm....burung..! Burungnya cantik.'' Ujar Pria tersebut mencari alasan lalu menunjuk ke arah burung yang berada di samping rumah Adiba. Adiba lantas ia langsung menengoknya dan paham.
''Hah..kirain aku yang cantik,GR banget akutuh.'' Batin Adiba yang sempat terbang namun terjatuh kembali.
''Apakah benar alamat ini..!'' Tanya pria itu menyodorkan Hp nya yang berisi alamat rumah Adiba. Adiba lalu meraihnya dan melihatnya.
''Yahh..benar..! Ada perlu apa yah, Mas mencari alamat ini..!'' Tanya Adiba yang penasaran dengan maksud dan tujuan pria yang ada di hadapannya itu.
''Apakah saya bisa bertemu dengan tuan Aditya..!'' Jawabnya yang tak lepas dari tatapannya seolah terpesona dengan pandangan pertama.
''Apa....! Tuan Aditya..!'' Adiba bingung karna ia merasa tidak ada nama Tuan Aditya di keluarganya, karna Adiba lupa kalo Kakak Iparnya bernama Aditya. ''Tidak ada nama itu disini, maaf mungkin anda salah alamat.'' Kata Adiba sontak membuat pria yang ada di hadapannya terkejut.
''Apa benar alamatnya salah..!'' Pria itu langsung merebut kembali Hp nya yang ada di tangan Adiba dan melihatnya kembali, memastik apakah salah atau tidak. Tanpa pikir panjang Pria itu langsung menelpon Tuannya memastikan.
''Hallo, Tuan..apa alamat yang anda kirim itu benar..! Saya sudah sampai di alamat ini tapi seorang wanita penghuni rumah ini tidak mengenali nama Anda dan dia bilang alamatnya salah.'' Tutur Dimas Asisten pribadi Aditya. Ia menelponnya karna ingin memastikan.
''Yah, Benar. Kamu masuk saja nanti saya akan menghampirimu.'' Jawab Aditya di balik panggilan itu.
__ADS_1