
Pagi itu Adinda sangat bersemangat, ia tak hentinya menebarkan senyum manisnya sehingga siapapun yang melihatnya akan terpesona.
Rambut hitam Adinda yang indah terurai. Tiba-tiba sebuah tangan besar memengan rambut itu dengan lembut, lalu mengikatkan rambutnya dengan lihai.
Mendapat itu, Adinda langsung terdiam di sela aktivitasnya yang mengerjakan pekerjaannya. Matanya melotot jantungnya berdegup pikirannya melayang membayangkan siapa seseorang yang melakukan itu kepadanya.
''Selesai..!'' Ucap Lelaki itu di balik tubuh Adinda.
Mendengar itu Adinda langsung menoleh, menatap wajah tampan yang berada di hadapannya dan tak lepas dari pandangan orang-orang di sekitarnya.
''Jangan sampai melupakannya lagi'' Ujar Aditya, lalu ia memakaikan toque blanches atau di sebut topi chef.
Seketika dunianya itu terasa milik berdua, Adinda tidak mampu mengucapkan katanya, ia seakan larut dalam perhatian Suaminya yang menurutnya sangat romantis dan membuat hatinya berbunga.
''EHHEMMM...'' Tiba-tiba suara seseorang membuyarkannya, Adinda langsung terkesiap mengingat dirinya kembali bahwah tidak akan membuat orang-orang curiga dengan hubungannya bersama Chefnya.
Adinda melihat orang-orang yang memandanginya membuat orang-orang itu langsung mengerjakan pekerjaanya dan tak sedikit orang menjadi salah tingkah karena telah melihat Adegan romantis geratis di hadapannya. dan mungkin ini kali pertama mereka melihat Chef Aditya bersikap seperti itu kepada wanita.
''Terimakasih Chef.. lain kali saya tidak akan melupakan hal penting dalan memasak.'' Jawab Adinda dengan bersemangat membuat Aditya tersenyum menatap wajah lucu Asistennya itu yang sebenarnya Isterinya sendiri.
Mereka lalu melanjutkan pekerjaannya, Adinda yang menjadi Asinten Suaminya ia lalu menyodorkan kertas-kertas menu masakan yang akan di buatnya.
__ADS_1
.
.
.
.
''ADINDAAA...!''
''Stefani...'' Ujar Adinda setelah melihat seseorang setelah berada di dekatnya.
Stefani merasa sangat khawatis dengan keadaan Adinda dan ia juga sangat merasa bersalah.
''Gue ngga kenapa-kenapa kok sekarang, gue baik-baik saja dan sekarang gue ngerasa sangat-sangat bahagia.'' Jawab Adinda membuat Stefani melepaskan melukannya.
''Loe beneran ngga kenapa-kepang..!'' Tanya Stefani lagi memastikan.
''IYA, Gue nggak Kenapa-kenapa dan itu semua bukan salah loe.'' Adinda mengulangi ucapannya.
Mendengar itu Stefani tersenyum karena ia senang mendangar Adinda baik-baik saja.
__ADS_1
''Dahlah sekarang gue laper mau makan.'' Ujar Adinda mengalihka
''Kalo begitu, mari Nona kita cari tempat makan.. hehe.'' Stefani langsung bersemangat karena ia juga merasa lapar.
Baru beberapa langkah tiba-tiba suara ponsel Adinda berbunyi membuat dirinya menghentikat langkahnya dan melihat panggilan masuk dari suaminya.
📲 ''Sayang, kemari ke ruanganku, kita makan siang di sini.''
📲 ''Sayang, aku sedang bersama Stefani. Aku tidak enak jiga meninggalkannya.''
📲''Yasudah ajak saja dia kemari, disini juga ada Dimas.''
📲 '' Oke, yaudah.''
''Fani, ayo ikut Gue.'' Tak ingin mendengarkan jawabannya, Adinda langsung menyeret sahabatnya itu, membuat Stefani bingung dan bertanya-tanya kepada Adinda
''Gue mau di bawa ke mana..!'' Tanya Stefani yang kebingunga.
''Udah loe jangan banyak tanya, loe ikutin gue aja.'' jawab Adinda membuat Stefani merasa binging dengan Adinda.
Adinda berjalan di ikuti Stefani di sampingnya, mereka menuju tempat rahasia Aditya.
__ADS_1