Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 69


__ADS_3

Saat sudah berada d meja yang makan terdapat empat orang manusia sedang menikmati makan malamnya, rasanya begitu canggung dimana hanya terdengan suara sendok dan piring beradu, karena bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


Ini pertama kalinya mereka berkumpul kembali setelah Aditya menikah lalu memutuskan tinggal di rumahnya tidak dengan orang tuanya lagi.


''Nak, bagaimana kabar kalian sekarang..?'' Tanya Papah menatap kedua anaknya karena ini baru pertamakalinya bertemu kembali.


''Kita baik kok, Pah.'' Jawab cepat Adinda dengan senyum manisnya.


''Baguslah, Nak. Jadi bagaimana sekarang apa sudah ada tanda-tanda..!'' Seru Mamah dengan semangat membuat Adinda dan juga Aditya tidak mengerti maksud dari pertanyaannya.


''Mah, bicaralah yang benar.. anak dan menantuku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan itu.'' Lanjut papah yang langsung di angguki kedua anaknya itu yang menatap mereka sambil memegang sendok dan garpuh di tangannya.


''Haha.. iya maaf-maaf.''


''Jadi maksud mamah apa sudah ada tanda-tanda kehamilan belum.''


Mendengar itu, Adinda langsung menatap suaminya seolah tak tahu harus menjawab apa, karena yang ia rasakan sampai kini rasanya seperti biasa saja, ia juga tidak tahu bagaimana tandai-tanda kehamilan itu seperti apa.

__ADS_1


Sadar dengan tatapan sang isteri Aditya pun langsung menjawabnya.


''Secepatnya, Ma.. Pa.. doain saja yang terbaik untuk kita, aku juga tidak menuntuk isteriku untuk segera hami jadi yah sedikasihnya saja sama yang diatas.''


Jawaban Aditya membuat Adinda terharu sekaligus sedih karena ia belum bisa memberikannya kebahagiaan yang sempurna dengan memberinya keturuna, entah mengapan Adinda juga tidak tahu ia tak kunjung hamil juga.


''Maafkan aku yah, Ma.. Pa.. Dinda belum bisa memberi kalian kebahagian dengan memberi kalian cucu.'' Ucap sedih Adinda dengan air mata yang tak bisa di bendung lagi, rasanya ia sesak sekali jika mendengan tentang hal itu.


Sontak membuat Mamah merasa bersalah dengan pertanyaannya sendiri lantas ia langsung berlonjak dari duduknya lalu memeluk Adinda dengan memberinya ketenangan.


''Sayang maafkan, Mamah. Bukan maksud Mamah seperti itu, Mamah hanya memastikannya saja, walaupun kamu tidak hamil Mamah dan juga Papah tidak apa-apa toh masih panjang waktu kalian untuk bisa mendapatkan seorang anak.'' Kata Mamah panjang yang tak lepas dari pelukannya sambil megusap-usap punggung Adinda dan membuat Adinda mengerti dan muali tenang kembali.


Setelah menghabiskan waktu malam kini esok pun tiba dengan seperti biasa mereka berangkat pagi menuju tempat kerjanya. Supaya tidak ada kesalah pahaman lagi akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menutup-nutipi lagi hubungannya, memang Adinda awalnya menolak tentang hal itu namun setelah mendengar penjelasan suaminya akhirnya ia juga menyetujuinya karena ia juga lelah menjadi bakan gosipan teman-teman kerjanya.


"Sayang jangan lepaskan tanganku.'' Bisik Aditya memegang tangan Adinda lembut membuat Adinda merasa geli dengan bisikan suaminya.


''Malu, Sayang..!'' Ucap manja Adinda yang membuat gemas suaminya.

__ADS_1


''Jangan malu nanti juga kamu akan terbiasa.''


Cupp.


Seolah candu ciuman itu selalu saja terjadi tanpa tahu situasi dan kondisi Adinda saat ini, pipinya merona menatap suaminya yang telah berhasil mendaratkan benda kenyal itu di bibir manisnya untungnya tidak ada yang melihat karena masih terlihat sepi.


Mereka lalu berjalan dengan bergandengan tangan tak perduli dengan tatapan-tatapan orang lain.


Dan mulai lah suasana menjadi heboh serta riuh dengan kelakuan suami isteri itu.


''Hey, Adinda. Apa kamu tidak tahu malu pagi-pagi sudah menggoda Chef Aditya.. ingat, kamu sudah mempunyai suami.'' Karena tak tahan lagi akhirnya Raya meluapkan emosinya di depan kedua insan itu dan di tonton oleh semua orang yang telah berada di sana.


''Memangnya kenapa, aku Suaminya.''


HAAAAAA..


Semua orang mengaga tak percaya dengan jawaban Aditya.

__ADS_1


__ADS_2