Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 37 Cemburu


__ADS_3

Tak lama datang seseorang yang membuat Adinda teringat kembali dengan kejadian tadi.


''Permisi boleh saya gabung..!'' Ucap Raya sambil tersenyum berharap Aditya yang menjawabnya.


Mendengar itu Adinda Stefani dan juga Aditya hanya diam tidak menghiraukan Raya yang mematung, beda dengan Aldo yang melihat Raya lantas ia langsung merasa sangat senang lalu menjawabnya.


''Boleh dong Chef. Apa sih yang enggak untuk Chef Raya.. bentar saya carikan kursi dulu.'' Ujar Aldo genit dan mendapat senyum tipis dari Raya. Raya sedikit kecewa karna tak sesuai harapannya.


Setelah mendapatkan kursinya Raya pun duduk menghadap Aditya, Adinda yang melihat itu sontak ia merasa tidak senang.


Lalu Raya mengambil sesuatu dan menyodorkannya ke Aditya.


''Dit aku punya makan buat kamu.. aku mohoh kamu jangan menolaknya yah. Ini sebagai tanda terimakasih karna kamu sudah menolongku.'' Kata Raya sedikit memohon berharap Aditya menerimanya.


''Tidak usah, saya sudah makan.'' Jawab dingin Aditya.


Raya yang mendengar itu semakin gencar ia tak akan menyerah untuk mendapatkan hati Aditya. Lalu Raya membukakannya dan menyendokannya untuk Aditya.


''Ayolah Dit kamu harus mencobanya.. ini special buat kamu aku yang memasak.'' Paksa Raya yang ingin menyuapi Aditya dan tiba-tiba.

__ADS_1


''HEE.. EMMMM.'' Ucap Adinda yang mengibaskan-ngibaskan tangan ke wajahnya.


''Panas yah Din.'' Ucap polos Stefani membuat Adinda melototinya Aditya melirik Adinda dengan menyunggingkan senyumannya.


''Astaga, pasti istriku ini lagi cemburu. Aku kerjain sajalah siapa suruh tadi buat ku cemburu.'' Batin Aditya merencanakan sesuatu.


''Oke, satu suapan saja.'' Lanjut Aditya membuat Raya sangat senang dan ia langsung menyuapinya.


''Bagai mana..?'' Tanya Raya ingin mendengar jawaban tentang masakannya.


''Enakk.." Jawab singkat Aditya sambil mengangguk pelan dan mengunyah makanannya.


''Astaga gue gak mimpi kan..? Akhirnya gue bisa meluluhkan Aditya.'' Batin Raya yang sedang berbunga karna Aditya.


"Makanya loe kalo cari jodok kaya gue, udah ganteng.. baik.. setia pula." Bisik lagi Aldo membuay Stefani bergidik ngeri.


"Ikhh.. pede abis loe." Lanjut Stefani sedikit kesal.


''Makasih yah Dit. Loe udah nyobain masakan gue.'' Ujar Raya sambil tersenyum lalu memegang tangan Aditya lembut ia sengaja ingin menunjukannya perhatiannya di depan Adinda dan kedua temannya, dan ingin menunjukan bahwa Aditya hanya miliknya.

__ADS_1


Adinda yang melihat itu merasa sangat kecewa kepada Aditya ia tidak menyangka Aditya akan menerimanya dan ia menjadi ragu akan cintanya Aditya kepadanya.


''Aku pikir kamu beda dengan laki-laki lain, ternyata aku salah.. kamu sama saja.'' Batin Adinda yang kecewa dengan menatap sedih Aditya.


karna Adinda tidak tahan lagi ia langsung berdiri dan Aditya lalu melepaskan genggaman tangan Raya.


''Saya duluan.. ada urusan lain. Permisi...'' Ucap Adinda membuat semua yang ada di meja itu langsung menatapnya lalu Adinda pergi begitu saja dengan perasaan sesak di dada.


''Ehh Din.. gue ikut.'' Teriak Raya. ''kita juga sudah beristirahatnya.. kita duluan yah.'' Lanjut Stefani tersenyum kikuk lalu menyeret Aldo membuat Aldo kaget dan kesal.


''Hey heyy Jubaedah gue bukan kambing, maen nyeret-nyeret aja lagian gue belum mau pergi makanan gue belum habis..'' Protes Aldo yang tak terima dengan perlakuan Stefani.


''Sudah diam saja Agus.'' Kata Stefani yang membuat Aldo semakin geram dengan menyebut diriya dengan sebutan Agus. Stefani menyeret Aldo membawanya pergi mengikuti Adinda dan menyisakan Aditya dengan Raya.


''Baguslah.. kalian memang pengertian, tau saja gue mau berduaan sama Aditya.'' Ucap Raya dalam hatinya tersenyum senang melihat kepergian Adinda yang di ikuti Stefani dan juga Aldo. ''Gue harus coba cari perhatian Aditya terus supaya Aditya semakin luluh sama gue.'' Lanjutnya dengan senyum sinis.


Tak lama setelah itu Aditya lalu bersiap ia ingin pergi mengejar Adinda yang terlihat nampak kesal kepadanya. Raya yang melihat itu lantas ia langsung menahannya memegang tangan Aditya.


''Dit mau kemana?.'' Tanya Raya berharap Aditya tidak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


''Istirahat saya sudah cukup, saya mau memasak lagi.'' Jawab Aditya dengan tatapan dingin dan melepaskan kembali tangan yang menahannya.


Tidak ada kata-kata lagi Aditya langsung pergi meninggalkan Raya yang sedang duduk sendiri dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan sambil menatap kepergia Aditya.


__ADS_2