
BANDUNG.
''Dinda..?'' Ibu terkejut setelah membukakan pintu.
''Ibuuuu... Dinda kangen.'' Ujar Dinda yang langsung memeluk ibunya yang mematung menatap tak percaya akan kedatangan Putrinya.
''Kok enggak kabarin Ibu dulu..!'' Ucap Ibu membalas pelukan Adinda karna ia juga sangat merindukan Anaknya itu. ''Mana suami kamu..?'' Tanya Ibu clingak-clinguk mencari keberadaan suami Adinda yang membuat Adinda kesal.
''Ish, Ibu. Malah nanyain dia.. aku ini Anakmu bukan dia. Memangnya Ibu tidak kangen apa sama aku.'' Protes Adinda dengan memanyunkan bibirnya. Ibu Ikeu menjadi paham akan kedatangan Adinda yang tiba-tiba ini.
''Iya. Dia juga sudah menjadi Anak Ibu. Apa jangan-jangan Suami kamu tidak mengetahui kamu kesini.'' Selidik Ibu Ikeu menatap Adinda.
''Biarlah, Bu. Dinda itu lagi kesel sama dia.'' Jawab Adinda meleos masuk ke kamarnya. Ibu Ikeu yang mendengar itu merasa heran dengan sikap Adinda.
Adinda lalu duduk di kasurnya yang empuk di ikuti oleh Ibu Ikeu.
''Memangnya ada apa?'' Tanya Ibu dengan lembut sambil mengusap rambut kepala Adinda yang membuat Adinda merasa tenang dan nyaman.
''Lebih baik, Dinda pisah saja Bu sama Mas Adit.'' Lirih Adinda.
''Astagfirullah.. kamu jangan bilang seperti itu. Memangnya kamu ada masalah apa dengan suami kamu.'' Ibu terkejut mendengar penuturan Adinda. ''Kalo ada masalah lebih baik omongin dulu baik-baik dan cari jalan keluarnya.''
__ADS_1
''Tapi, Bu. Dia itu jahat banget sama Adinda, dia memiliki hubungan dengan perempuan lain di belakangku, Dinda tidak mau lagi dengar penjelasannya karna Dinda melihatnya dengan mata kepala Dinda sendiri.'' Adinda menjelaskannya kepada Ibu Ikeu dengan menahan sesak di dada kala terbayang di matanya kejadian di malam itu.
''Astaga, Adinda. Mungkin kamu salah paham, lebih baik kamu omongin dulu sama dia, dengarkan penjelasannya, jangan pergi begitu saja.. lagian di dalam rumah tangga itu pasti ada masalah bagaimana kita menyikapi masalah itu, dan menjadikan kita lebih dewasa, dan jangan asal mengambil keputusan nanti akhirnya menyesal.'' Tutur Ibu dengan lembut membuat Adinda berfikir dan merasa dirinya salah telah pergi meninggalkan Aditya yang mungkin saat ini Aditya sedang mencarinya.
JAKARTA.
Aditya bangun dari tidurnya ia tidak melihat sosok isterinya, Aditya lalu mencari keberadaan Adinda dari kamar mandi hingga sudut-sudut ruangan namun ia tidak menemukannya.
''Astaga, Syg. Kamu ke mana lagi.'' Panik Aditya lalu ia mengingat sesuatu dan langsung menuju ruangan CCTV dan ia melihat Adinda pergi dari rumahnya tanpa membawa apa-apa ia berpikir mungkin Adinda pergi ke Restaurannya. Tanpa pikir panjang Aditya langsung pergi dalam keadaan dirinya yang masih acak-acakan dan belum mandi, Aditya ingin memastikan bahwa Adinda pergi ke Restaurannya.
Dan tak lama Aditya sampai, karna tak sabar ingin bertemu isterinya Aditya buru-buru masuk ke dalam dan menuju ke dapur sontak menjadi perhatian orang-orang yang berada di sekeliling Aditya namun Aditya tidak menghiraukannya pikirannya pokus kepada Adinda.
''Syg, kamu dimana..! Aku mohon jangan pergi dariku.'' Aditya terus mencari keberadaan Adinda. Dan ia lalu berpas-pasan dengan Chef Rendy.
Aditya Tidak menjawabnya membuat Rendy semakin yakin Aditya sedang ngelindur karna ini kali pertamanya ia melihat Aditya berpenampilan seperti itu. Aditya langsung pergi meninggalkan Rendy yang sedang menahan tawanya.
Stefani yang melihat Aditya, ia merasa aneh tak biasanya Aditya berpenampilan seperti itu dan ia juga tidak melihat keberadaan Adinda. Stefani lalu memutuskan untuk menelpon Adinda menanyakan keberadaannya dan tentang Aditya.
''Hallo, Din. Loe dimana..?'' Tanya Stefani langsung setelah panggilannya di angkat.
''Iya, Gue disini. Ada loe nelpon gue..?'' Jawab Adinda dengan tak semangat.
__ADS_1
Stefani Lalu menceritakan kepada Adinda tentang Aditya yang berpenpilan kusut dan mencari seseorang. Adinda yang mendengar itu ia menjadi terenyuh dan gelisah memikirkan Aditya, ia berpikir untuk menelpon Aditya dan menceritakan keberadaannya namun ia juga berpikir masih merasa kesal dan tak terima dengan hubungan Aditya dan juga Bella. Adinda hanya diam pikirannya menjadi serba salah.
Sementara itu Aditya semakin gencar mencari keberadaan Adinda, setelah tak menemukannya di Restauran Aditya beralih menuju jalanan-jalanan kota berharap ia menemukannya. Namun Aditya belum juga menemukannya hingga hari semakin larut. Aditya merasa putus asa dan ia menghentikan mobilnya lalu bersendar merasakan lemas dan pikirannya kalut.
''Aku harus cari kamu kemana lagi, Dinda..! Aku taku kamu kenapa-kenapa.''
''Dan segitu kecewanya kamu kepadaku hingga kamu pergi meninggalkanku.'' Aditya memejamkan matanya membayangkan wajah Adinda yang kini ia rindukan. Dan tak lama ponsel Aditya berdering ia pung langsung buru-buru melihatnya berhara Adinda yang menelponnya.
Aditya kecewa karna bukan Adinda yang menelponnya ia pun membiarkannya karna ia tidak mengenali nomer tersebut dan Aditya berpikir mungkin dari teman kerja tau bisnisnya jadi ia membiarkannya hingga ponsel Aditya beberapakali berdering namun ia tak menghiraukannya karna pikirannya sangat kacau. Dan tak lama ia mendengar notif pesan, dengan malas Aditya membukanya.
''Nak, Adit. Ini Ibu.. tolong angkat telponnya ada yang mau ibu bicarakan.'' Aditya sungguh terkejut setelah melihat isi pesan tersebut.
''Astaga, ternya Ibu yang menelponku dari tagi..! Aku harus bagaimana ini, bagaimana kalo Ibu menanyakan Adinda dalam keadaan seperti ini..!'' Aditya gelisan dan tak lama ponselnya berdering kembali, ia pun memberanikan diri untuk mengangkatnya.
''Hallo, Nak Adit..!'' Ucap Ikeu setelah panggilannya di angkat.
''Iya, Bu. Maaf Adit baru mengangkatnya, Adit tidak tahu kalau Ibu yang menelpon.'' Aditya menjelaskannya takut mertuanya salah paham.
''Iya, tidak apa-apa Ibu mengerti ko. Jadi, Ibu mau ngasih tau kamu kalo Adinda ada disini, di rumah Ibu. Dan pasti kamu sedang mencarinyakan..?'' Ucap Ibu sontak membuat Aditya kembali bersemangat.
''Astaga, jadi. Dinda pergi ke bandung ke rumah Ibu..! Alhamdulillah kalo begitu aku merasa sangat lega, Bu. Terimakasih Ibu telah memberi tahu aku, Aku akan segera kesana.''
__ADS_1
''Iya, tapi lebiha baik sekarang kamu istirahat dulu, Nak. Besok saja kamu kesini.'' Lanjut Ibu Ikeu ia merasa kasihan dengan Aditya.
Aditya lalu berpikir mungkin ia istirahat terlebih dahulu dan besok ia pergi ke bandung. karna ia merasa sangat lelah dan lapar akibat mencari Adinda.