Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 51. Kebucinan Aditya dan Adinda.


__ADS_3

Dimas sungguh tidak menyangka bahwa ternyata Tuannya itu telah memiliki Isteri, Dimas sedikit kecewa karna ia baru mengetahuinya sekarang karna bagaimanapun juga Asisten pribadi itu harusnya mengetahui apapun tentang Tuannya itu. Tapi Dimas juga merasa senang karna melihat Tuannya itu begitu bahagian, sikap dingin dan arogannya kini sedikit telah berubah.


Begitupun dengan Adinda, ia tidak menyangka bahwa Suaminya lah pemilik Restauran itu dan Dimas hanyalah Adisten Aditya yang mana sangat di percaya olehnya. Adinda lalu teringat bagaimana sikap Aditya yang seenaknya menjadikannya Asisten tanpa harus di rundingkan terlebih dulu karna ternyata ia penguasanya tanpa orang-orang tahu.


''Syg, Sekarang kamu siap-siap kita akan pergi.'' Ucap Adinda di sela-sela keterkejutan Isteri dan Asistennya itu.


''Memangnya kita mau pergi kemana, Mas.'' Tanya Adinda yang penasaran begitupun Dimas. Namun Dimas hanya diam tidak berani berbicara, ia lebih baik menunggu perintah Aditya kepadanya.


''Kita akan pergi ke Villa dan kita akan menginap satu malam disana, kamu bawa keperluanmu saja Dan, Dim...kamu yang menyetir mobilnya.'' Tutur Aditya menjelaskan.


''Baik, Tuan.'' Jawab Dimas sopan sambil menganggukan sedikit kepalanya.


Memdengar itu, Adinda begitu bersemangat ia sangat senang karna ia ingin menikmati waktunya di bandung yang hanya satu hari lagi, besok ia akan kembali ke Jakarta untuk memerankan kembali menjadi Asisten suaminya sendiri di Restaurannya.


''Mas, bolehkan aku mengajak Adiba..! Kasihan dia sendiri di rumah, Ibu sama ayah kan lagi pergi keluar.'' Tanya Adinda yang merasa kasihan dengan Adik kesayangannya itu.

__ADS_1


''Yah bolehlah Syg, kamu ajak saya kalo dia mau.'' Jawab Aditya dengan tersenyum membuat Adinda mengangguk senang. Dengan semangat Adinda menuju kamar Adiba untuk memberi tahunya. Lalu Aditya dan Dimas menunggunya.


Setelah berada di kamar Adiba, Adinda lalu memberitahukan maksud dan tujuannya. Tak ada penolakan dari Adiba, ia sangat senang akhirnya Adiba bisa keluar dari rumah itu karna ia sangat merasa bosan dan kesal berada di rumah terus menerus. Selama ini Adiba menghabiskan waktunya di dalam rumah karena Ayahnya yang begitu posesif terhadapnya.


Mereka lalu bersiap.


**


Setelah berada di dalam mobil, akhirnya Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di tengah-tengah perjalanan Aditya dan Adinda begitu mesra, tangan Adinda yang tak lepas dari genggaman Suaminya dan menciuminya berulang-ulang dan tak lepas dari tatapan mesranya.


Adiba yang mengintip kemesraan Kakaknya, ia merasa muak dan ingin muntah, bagaimana tidak, jiwa kejomloannya meronta-ronta namun ia sebisa mungkin bersikap biasa saja karna berada di sebelah Dimas yang hanya diam dan pokus ke depan menatap jalanan.


''Hemmm..'' Jawab Adinda lembut yang tak lepas dari tatapannya.


''Sayang. Jika kamu bertanya hal terindah apa yang pernah singgah di kehidupanku, aku akan menjawab hal itu adalah kamu. Dan aku sangat...sangatt...mencintaimu.'' Ucap Aditya yang tak lepas dari genggaman tangannya yang mengelus lembut membuat Adinda merona mendengar gombalan Aditya.

__ADS_1


''Benarkah, Sayang. Kalo begitu, kamu tahu gak..? Sejak kenal kamu bawaannya pengen belajar terus deh. Belajar menjadi Isteri yang terbaik buat kamu.'' Lanjut Adinda yang tak mau kalah dengan gombalam suaminya.


Dan mereka tidak menghiraukan keberadaan Dimas dan juga Diba yang berada di depan yang merasa menjadi obat nyamuk.


''EHMMM... ko jadi pengen muntah sihh..'' Teriak Adiba yang tak tahan mendengar kebucinan Kakaknya.


Dimas yang mendengar Adiba, ia menahan senyumnya karna merasa lucu dengan ucapan Adiba karna paham dengan magsudnya.


''Kamu mabuk, Dek..! Yahhh bagaimana ini, Kakak tidak membawa kantong keresek.'' Jawab Adinda yang membuat Adiba menghembuskan nafas kasarnya mendengar kepolosan kakaknya itu yang membuatnya semakin kesal dan tiba-tiba.


''Hahahaha..'' Tawa Dimas menggelegar karna tak kuat lagi menahannya sontak menjadi perhatian ketiga orang itu dan menatap aneh penuh tanda tanya.


''Hey, Dim. Dimas..!'' Ujar Aditya yang takut Dimas kesambet karna tiba-tiba tertawa keras membuatnya sedikit merinding.


Dimas menjadi tersadar mendengar Aditya memanggil-manggilnya dan langsung menghentikan tawanya.

__ADS_1


''Maa--Maaf Tuan.'' Jawab Dimas gugup.


''Alhamdulillah...'' Kompak ketiga orang itu bernafas lega dan tak lepas dari tatapannya, mereka bersyukur karna ternyata Dimas baik-baik saja tidak seperti yang mereka pikirkan.


__ADS_2