
Keesokan paginya Adinda terbangun dari tidur nyenyaknya, ia merasakan ada sesuatu yang memeluknya erat dari belakang, Adinda pun tersadar dan membuka matanya, dilihatnya ada tangan besar melingkar di perutnya sontak membuat Adinda kaget.
"Tangan siapa ini..! astaga, siapa yang memelukku.? perasaan, semalam pintu kamarnya sudah di kunci." Gumam Adinda dalam hatinya dan mengingat-ingat kejadian waktu malam. Adinda penasaran ia lalu membalikan badannya melihat sosok seseorang yang memeluknya dengan erat.
Adinda terperangah setelah melihatnya dan ternyata seseorang itu ialah suaminya sendiri.
"Apa, ternyata dia.. bisa-bisanya dia tidur disini.. dasar manusia tidak tahu maluuu..." Geram Adinda dan saking kesalnya ia reflek tidak sengaja mencubit lengan Aditya membuat Aditya terbangun.
Aditya terbangun dari tidurnya ia tidak merasakan sakit akibat di cubit Adinda, Aditya malah mengeratkan pelukannya dengan kencang membuat Adinda tersentak kaget.
"Heyy.. lepasss.. apa-apaan kamu ini, dasar pria jahat.. mesum.. tidak tahu malu.." teriak Adinda memaki Aditya dan sekuat tenaga ia ingin menjauhkan tubuhnya, namun nihil tenaga Aditya lebih besar darinya.
"Berisikk. Ini hukuman untuk kamu karna sudah berani melawan saya." Ucap Aditya yang mendekap tubuh Adinda.
"Bodoamatt, sekarang lepasin gue dan kenapa bisa loe tidur disini pintunya kan sudah gue kunci." Jawab Adinda ia memberontak ingin segera lepas dari dekapan Aditya.
"Diam atau saya akan melakukan lebih dari ini.'' Ancam Aditya yang menatap dada Adinda sontak membuat Adinda panik.
"Sial, kenapa otak dia selalu mesum.. gue harus kabur tapi gimana caranya." Batin Adinda ia langsung diam dengan kepanikan.
"Lagian ini kamar saya, saya berhak tidur disini.. dan mau kamu gembokpun saya masih bisa masuk kesini." Kata Aditya menatap tajam Adinda. Dan tiba-tiba Aditya melepaskan dekapannya.
"Cepat pergi sanah." Usir Aditya dengan tatapan dinginnya.
"Idihh.. Aneh banget ni orang." Batin Adinda.
"Dengan senang hati.." jawab sinis Adinda ia lalu beranjak dari karusnya dan menuju kamar mandinya.
__ADS_1
.
.
.
Setelah selesai dengan aktivitasnya masing masing akhirnya mereka bersiap untuk berangkat ke Restauran. karna hari ini hari pengumuman siapa saja yang akan lolos bekerja di restauran, jadi Adinda sangat penasaran apakan ia bisa lolos bekerja atau tidak. Adinda ingin segera berangkat ke restaurant tapi Adinda baru menyadari ia tidak mempunyai uang lagi untuk menaiki taxy atau kendaraan umum lainnya.
"Aduhh gimana ini gue takut telat.. mana gue gak punya ongkos lagi, gue harus gimana yah." Gumam Adinda pelan namun masih terdengar.
Adinda melihat suaminya sudah nampak rapih dan tampan, Aditya sangat berwibawa dengan berpakaian ala chef nya. Begitupun Aditya ia melihat istrinya itu yang nampak sangat cantik dengan make up natural dan rambut terurainya yang membuat siapa saja akan terpesona melihat kecantikannya.
Mereka masing-masing menyembunyikan kekagumannya, sebisa mungkin Aditya bersikap biasa saja, ia hanya menatapnya dingin tidak menghiraukannya dan langsung pergi menuju mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumahnya.
Saat sudah memasuki mobilnya Aditya dikejutkan dengan kedatangan Adinda yang tiba-tiba masuk dan langsung duduk di sebelahnya.
"Idihh.. pelit amat, gue mau nebeng. Cepat jalan.." jawab songong Adinda yang tak menghiraukan kemarahan Aditya.
"Enak saja. Memangnya saya supir kamu apa, cepat keluar atau saya akan.."
"Akan apa..? mau mengancam lagi..? lagian kita itu searah, apa salahnya berbaik hati sama istri sendiri" potong Adinda yang sudah tau magsud suaminya itu.
"Kenapa kamu mau ikut mobil saya..?" Tanya Aditya menatap heran Adinda.
"Ahh sudahlah tidak penting, sekarang cepat jalan." Jawab Adinda yang gengsi kalo dia sudah tidak mempunyai uang lagi.
"Jawab..?" Lanjut Aditya mengintimidasi.
__ADS_1
Adinda yang melihat tatapan suaminya ia merasa takut dan terpaksa Adinda memberi taukannya.
"Gue gak punya ongkos" jawab pelan Adinda sambil menunduk malu.
"Astaga kenapa saya bisa lupa tidak memberinya uang nafkah." Batin Aditya ia lalu meraih dompetnya dan mengambil sesuatu lalu memberikannya kepada Adinda.
"Ambil ini.."
"Apa ini.. untukku..?" Tanya heran Adinda.
"Yahh, kamu pegang saja kartunya buat keperluanmu, dan sekarang cepat pergi saya sudah kesiangan." Jawab Aditya yang membuat Adinda merasa sangat senang.
"Benarkah..?" Kata Adinda yang masih tidak percaya.
"Kamu pikir saya hanya main-main apa.." Lanjut Aditya menatap dingin Adinda dan tiba-tiba.
"Cupp.." Adinda mengecup pipi Aditya. "Terimakasih suamiku." Lanjut Adinda yang langsung pergi meninggalkan Aditya yang mematung menatap kepergiannya.
"Dasarrrr..." Gumam Aditya pelan dan memegang pipinya dan tersenyum senang.
Lalu Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalan ia hanya memikirkan Adinda, sesekali ada goresan senyuman di bibirnya jikalau ia mengingat kejadian-kejadian lucu bersama Adinda.
"Kenapa bisa saya jatuh cinta secepat ini dengan wanita polos dan menyebalkan seperti dia." Ucap Aditya sambil menyetir mobilnya.
Dan tak terasa kini Aditya telah sampai di restauran miliknya ia lalu keluar dan di sambut beberapa teman chef nya. Mereka merasa aneh dengan sikap Aditya yang tidak biasanya bersikap ramah. Aditya tidak henti-hentinya menebarkan senyumannya, dan seperti biasa sebelum ia melakukan aktivitasnya Aditya menuju ke ruangan pribadinya untuk mengecek laporan-laporan tentang Restaurannya.
**Like like like...😊 biar author semangat up..
__ADS_1
Dan author mau mengucapkan terimasih yang sudah membaca novel karya author yang receh ini dan sudah menunggu up nya yang lama. Jangan bosan-bosan menunggu yah❤️ dan dukung author selalu biar semakin semangat💪 semoga kalian semua di beri kesehatan😘**