Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 35 Menurutinya walau hati kesal 1


__ADS_3

Di saat Adinda sudah berada di luar ia mendengar seseorang memanggil-manggil namanya, Adinda yang penasaran lantas ia celingat-cekingut mencari orang tersebut dan asal sumber suara itu.


Dan ternyata orang itu adalah Stefani, Adinda melihat Stefani melambai-lambaikan tangannya yang sedang menyantap makanannya bersama pria yang memakai seragam pramusaji.


''Adinda sinih gabung..'' Teriak Stefani kepada Adinda yang sedang menatapnya dari jauh. Adinda lalu menghampiri Stefani dan langsung duduk di hadapan Stefani teman barunya itu yang ia kenal setelah mengikuti kontes memasak di Restauran tempatnya bekerja sekarang.


''Mau makan apa? aku pesenin.'' Tanya Stefani kepada Adinda.


''Apa aja deh yang bisa di makan.'' Jawab Adinda dengan malas.


Stefani pun mengerti dan ia langsung memesankan makanan dan minuman untuk Adinda.


''Fani teman kamu cakep juga boleh dong kenalin sama gue.'' Bisik Aldo yang berada di samping Stefani ia terpesona melihat kecantikan Adinda walaupun Adinda dalam keadaan tidak baik. Aldo adalah teman sekaligus tetangga Stefani, ia bekerja di Restauran itu sudah hampir satu tahun menjadi pramusaji. Meskipun pekerjaannya hanya menjadi pramusaji tapi ia sangat bangga setidaknya ia bisa bekerja di tempat mewah nyaman dan terkenal.


''Ishh ogah.. usaha saja sendiri.'' Lanjut Stefani berbisik kepada Aldo membuat Adinda heran melihat temannya itu berbisik-bisik membicarakan sesuatu.


''Ada apa sih bisik-bisik.. lagi ngomongin gue yah.'' Ucap Adinda menebak.


''Iya. Ehhh magsud gue.. bolehkah kita berkenalan.'' Jawab Aldo sambil tersenyum manis dan langsung menyodorkan tangannya.


''Owh.. iya, gue Adinda.'' Kata Adinda yang meraih tangan Aldo.


''Gue Aldo.'' Lanjut Aldo yang menatap Adinda membuat Adinda merasa risih.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian makanan Adinda datang, Adinda lalu mengambilnya.


''Kalian pacaran?'' Tanya Adinda menatap bergantian Aldo dan Stefani.


''Tidak. Kami tidak pacaran.'' Ucapnya kompak.


''Tuhh kah kompak, pasti pacarankan.'' Lanjut Adinda menebak.


''Ishh amit-amit gue pacaran sama dia, Aldo itu teman sekaligus tetangga gue.'' Kata Stefani menjelaskan.


''Heh Markonah gak usah bilang amit-amit yah, gue juga ogah sama lu'' Seru Aldo sedikit becanda ia tidak terima dengan perkataan Stefani terhadapnya.


''Ohhh.'' Ucap Adinda sambil mengagguk-angguk mengerti. Adinda lalu kembali mengaduk-adukan makannya ia sama sekali tidak bernafsu makan karna memikirkan sikap Aditya terhadapnya dan Raya.


''Lagi bete.'' Jawab Adinda ketus lalu memanyunkan bibirnya membuat Stefani dan Aldo tersenyum karna lucu melihat tingkah Adinda.


''Astaga.. kenapa bete sih di hari pertama bekerja menjadi Asisten Chef Aditya yang sangat tampan itu, gue aja mau.. gak di gajipun gue rela asalkan berada di samping dia terus.'' Ucap Stefani sambil menghayal membayangkan Chef Aditya.


''Kalo loe mau gantian aja lagian gue malah sebaliknya.. gue gak suka apalagi sama si ulet bulu yang suka kecentila itu ihhh bisa-bisa alergi gue.'' Gerutu Adinda memaki dan membayangkan kejadian tadi di dapur. Adinda tidak menyadari bahwa di belakangnya sudah ada Chef Aditya yang sedang mendengarkan ceritanya yang membicarakan dirinya dan juga Raya.


Stefani dan Aldo menjadi salah tingkah dan berusaha mengkode Adinda supaya menghentikan perkataannya setelah mengetahui keberadaan Chef Aditya yang berada di belakang Adinda dan tiba-tiba.


''Ehem..'' Suara deheman itu membuat Adinda menghentikan ucapannya dan melihat asal sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya ia setelah mengetahui orang tersebut.

__ADS_1


''Boleh saya bergabung?'' Tanya Aditya.


''Maaf Chef sudah tidak ada kursi lagi.. lebih baik Chef duduk di tempat lain saja.'' Ucap Adinda ketus karna masih kesal membuat Stefani dan Aldo terkejut mendengarnya bagaimana tidak Adinda sangat berani.


''Bo-- boleh Chef jangan dengarkan teman saya ini, dia memag lagi galau jadi ngomongnya kemana aja hehe'' Lanjut Raya dengan tersenyum gugup dan takut Chef Aditya akan marah setelah mendengar ucapan Adinda.


Dengan sigap Aldo langsung berdiri dan mencari kursi untuk Aditya, setelah mendapatkannya Aditya langsung duduk di sebelah Adinda.


"Mau pesan makanan apa Chef..!'' Tanya Stefani sedikit canggung tambah senang ia bisa melihat Chef Aditya dari dekat.


''Tidak usah, kayanya makanan ini enak.'' Jawab Aditya yang mengabil makanan Adinda lalu memakannya membuat Adinda semakin geram.


''Ishh ini makanan gue main ambil-ambil saja, kalo mau pesen sendiri.'' Rebut Adinda tidak mau kalah.


''Kalo begitu saya potong gaji kamu.'' Ucap enteng Aditya tersenyum licik.


"Apa.? dasar suami nyebelein main potong-potong gaji pertama gue aja, gue kan mau ngerasain dapet gaji pertama kalo di potong kecewa gue.'' Ucap Adinda menggerutu dalam hatinya.


''Nih ambil. Makan sama piring-piringnya gue iklas.'' Lanjut Adinda yang menyodorkan kembali makanannya.


''Ohh kalo gitu fix saya potong gaji kamu 50% karna sudah berani sama atasan.'' Kata Aditya menatap Adinda membuat Adinda semakin kesal.


Aldo dan Stefani yang melihat kejadian itu mereka hanya mentap Adinda dan Aditya bergantian dengan raut wajah yang nampak penuh tanda tanya, dan mereka hanya menjadi penonton saja.

__ADS_1


''Kalo kamu gak mau gajimu di potong, suapi saya.'' Ucap Aditya membuat Adinda termasuk Stefani dan Aldo melotot terkejut mendengar ucapannya.


__ADS_2