Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 39 Terkejut


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Adinda langsung menuju ke kamarnya dan membereskan barang-barangnya, Adinda ingin berpisah kamar dengan Aditya karna ia masih sangat kesal terhadap Aditya.


Di saat Adinda sedang membereskan barang-barangnya tiba-tiba suara pintu di ketuk, Adinda pun bergegas membukanya.


''Permisi nyonya!!'' Ujar Mira sopan.


''Iya, ada apa..?'' Tanya Adinda yang melihat Mira mematung membawa sesuatu.


''Saya mau mengantarkan makanan dan obat penurun pusing, Nyonya.'' Mendengar itu Adinda mengangkat kedua alisnya ia heran kenapa Mira mengantarkan obat penurun pusing sedangkan dirinya tidak pising sama sekali.


''Kenapa kamu bawa obat..? Aku enggak merasa pusing..!'' Selidik Adinda menatap Mira yang membuat Mira mematung kebingungan.


''Taa.. tadi. Tadi Tu-- --''


''Ahh sudahlah jangan di pikirkan lagi..! Lebih baik kamu bantu saya membereskan ini'' Potong Adinda lalu memperlihatkan barang-barangnya yang sudah berserakan di atas kasur.


''Astaga..! Nyonya mau kemana..!! Kenapa nyonya membereskan barang-barang, apakah nyonya ingin pergi dari rumah ini..?'' Seru Mira yang kaget dengan apa yang Majikannya lakukan.


''Kamu ko lebay sekali Mira. Aku cuma mau pindah kamar saja ko.'' Jawab Adinda enteng membuat Mira merasa sedikit malu karna pertanyaannya.


Mira pun langsung melakukan apa yang Adinda perintahkan dan di bantu oleh para pelayan yang ada di rumah itu. Setelah selesai kini Adinda merebahkan badan nya yang sedikit lelah dan akhirnya ia tertidur. Jam menunjukan sudah pukul 07:30 Adinda pun terbangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk menyegarkan kembali badan nya yang terasa lengket.

__ADS_1


Setelah berada di kamar mandi, Adinda menatap dirinya di cermin terlintas banyangan tentang Aditya dan Raya ia pun kembali merasakan sesak di dada, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulus Adinda.


''Aku tidak boleh cengeng, ingat Adinda. Kamu wanita kuat wanita hebat dan tidak mudah untuk di tindas.. lebih baik kamu lupakan saja Dinda, mencintaipun percuma kalo di hati dia masih ada wanita lain selain diriku.'' Adinda berusaha menguatkan dirinya sendiri dan menerka-nerka tentang hubungan Aditya dengan Raya.


Setelah itu Adinda kembali bersemangat setelah puas memaki Aditya di bawah air shower yang membasahi tubuhnya. Setelah selesai ia lalu kembali ke kamar dan langsung mengeringkan rambutnya yang basah. Tak lama suara ponsel Adinda berdering tanda ada seseorang menelponnya, setelah tahu yang menelponnya Adinda lalu mengangkatnya.


''Hallo, Din. Tolongin gue dong Din..! Gawat nih..!!'' Seru orang itu membuat Adinda terkejut dan panik.


''Iya, ada apa..? Loe kenapa..? kalo gue bisa bantu, gue akan tolongin loe.'' Jawab Adinda yang panik karna takut terjadi apa-apa.


''Janji..?''


''Loe bisa kan temani gue ke pesta, gue gak punya teman. Gue mohon tolongin gue yah Din, pesta ini sangat penting sekali kalo gue gak datang bisa-bisa gue nyesel seumur hidup.'' Tutur Stefani menjelaskan membuat Adinda tercengang.


''Astaga, Fan. Loe bikin gue jantungan saja, gue pikir loe di culik dan cuma itu loe minta tolong ke gue..! Astagaaa..'' Heran Adinda dengan tingkal temannya, yaitu Stefani.


Stefani ingin mengajak Adinda karna ia tahu pasti Adinda masih sedih dan ia ingin menghibur Adinda mengajaknya ke suatu pesta yang ada di Club malan di kotanya.


''Hehe iya maaf. Yasudah gimana..? Loe mau kan. Aku mohon dan kita akan bersenang-senang di pesta itu untuk hati loe yang lagi bersedih.'' Bujuk Stefani membuat Adinda berfikir.


''Gue gak pernah ke pesta, lagian kan ada tetangga loe..! Kenapa loe gak ajak dia aja.''

__ADS_1


''Magsud loe, Aldo..? Ikhh.. ogah banget gue ajak dia, Aldo suka malu-maluin gue. Kali-kali gue mau ngajak loe.. loe mau kan.'' Kata Stefani membuat Adinda tidak tega.


''Yasudah, Iya.'' Jawab Adinda sedikit ragu. ''Apa salahnya jika ingin menenangkan hati toh Aditya pun tidak akan peduli.'' Fikir Adinda.


''Oke, loe siap-siap yah.. nanti gue jemput.'' Lanjut Stefani.


Adinda pun langsung bersiap ia hanya memakai Dres cantik selutut yang membuat penampilannya sangat anggun dan cantik dengan Make up natural. Tak lama Stefani datang menjemputnya Adinda pun bersiap menghampirinya.


''Waww.. loe cantik banget, Din.'' Ucap Stefani yang melihat Adinda dengan penampilan sederhana tapi cantik.


''Ah bisa aja loe. Yasudah ayo kita berangkat.''


''Siap.'' Lanjut Stegani sambil tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. Stefani pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai, Adinda begitu terkejut karna ternyata Stefani membawanya ke Club malam dimana ini kali pertamanya Adinda mengunjunginya.


''Fan. Loe ko bawa gue ke tempat gini sih..!'' Tanya Adinda sedikit takut karna melihat orang-orang yang mabuk dan berjoget dengan musik kencang.


''Lah.. emang tempatnya di sini..! Memangnya loe belum pernah ke tempat ginian..? Jawab Stefani yang langsung di angguki Adinda. ''Astaga.. seriusan loe baru pertama kali ke tempat ini..! Di jaman sekarang ini..!'' Lanjut Stefani yang tak menyangka.


Merekapun duduk dan menunggu pestanya di mulai.

__ADS_1


__ADS_2