Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 40 Tak menyangka


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain Aditya bersiap ingin pulang lebih cepat karna ia tak sabar ingin segera bertemu isteri cantiknya. Di saat Aditya sudah memasuki mobilnya tiba-tiba seseoran menelponnya.


''Halo, Tuan Aditya. Bisakan anda datang ke pesta saya malam ini..? Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda, penting.'' Ucap rekan bisnis Aditya di sebrang sanah yang meminta Aditya menghadiri pestanya.


Setelah mendengar itu Aditya berfikir ia menjadi gelisah, di satu sisi ia ingin segera bertemu dengan Adinda tetapi di sisi lain jika ia tidak hadir ia takut Pak Wiranto membatalkan perjanjian-perjanjian kerjanya.


''Baik, saya akan hadir. Tapi saya tidak bisa berlama-lama karna ada urusan lain.'' Aditya memutuskan lebih baik ia menghadiri pestanya terlebih dulu.


''Oke, terimasih. Saya tunggu kehadirannya.'' Jawab Pak Wiranto dengan semangat.


Setelah berada di mobil Aditya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna ia ingin segera sampai untuk segera menemui Pak Wiranto.


Sementara itu Adinda yang sedang duduk bersama Stefani tiba-tiba seseorang datang menghampirinya yang berperawakan tinggi besar nampak sudah berumur dan memiliki rambut yang sudah berubah.


''Hay, Fani. Kamu sendiri kesini..!'' Tanya orang itu kepada Stefani yang sedang duduk menatapnya.

__ADS_1


''Hay juga, Om. Oiya Fani kesini gak sendiri ko Om, kenalin ini teman Fani, Adinda.'' Jawab Fani membuat seseorang itu langsung melihat ke Adinda.


''Saya Om nya Stefani. Nama saya Wiranto.'' Ucap pak Wiranto dengan ramah memperkenal diri.


''Adinda. Om.'' Jawab Adinda.


''Oke, kalian fun yah..! Nikmati pesta ini.'' Pak Wiranto lalu pergi menuju ke tamu lainnya. Adinda dan Stefani kembali duduk dan mengobrol.


''Din. Cobain anggur ini, enak ko.'' Stefani lalu menuangkannya ke gelas yang ada di hadapannya lalu memberikannya kepada Adinda dan menuangkannya lagi untuk dirinya.


.


.


.

__ADS_1


Saat sudah sampai Aditya keluar dari mobilnya, saat ia berjalan Aditya mendengar seseorang memanggil namanya.


''Aditya..?'' Aditya lalu membalikan badannya.


''Bella...?'' Mata mereka beradu saling menatap, sekilas terlintas di kepala Aditya kenangan tentang masalalunya. Aditya teringan akan janjinya Bella sebelum ia pergi meninggalkannya. Bella lalu menghampiri Aditya dengan semangat.


''Aku kembali. Dit.'' Ujar Bella tersenyum menatap Aditya yang terpaku menatapnya.


Flashback on.


Waktu itu di suatu universitas di kotanya, Aditya yang dingin dan kaku diam-diam mengagumi seseorang tercantik dan populer di kampusnya, Yaitu Bella. Sama halnya dengan Bella, Aditya juga seorang pria tertampan di kampusnya dan sangat di gilai para wanita, termasuk Bella. Di balik sikapnya yang dingin diam-diam Aditya selalu mencari perhatian kepada Bella, dan kadang merekan selalu bersama sehingga orang-orang selalu menjodoh-jodohkannya karna menurut mereka Bella dan Aditya sangat cocok bila menjadi pasangan kekasih namun Aditya tidak berani untuk mengungkapkan perasaannga terhadap Bella ia lebih baik memendam perasaannya karna takut cintanya akan di tolak oleh Bella. Dan karna perhatian Aditya, tumbuh rasa nyaman dan cinta di hati Bella, karna gengsi Bella menunggu Aditya mengungkapkan perasaannya terhadapnya. Sekian lama Bella menunggu hingga akhirnya mereka lulus. Aditya semakin menggebu ia sangat ingin sekali mengungkapkan perasaannya karna ia sangat lelah memendamnya. Dan waktupun tiba, kini mereka saling berhadapan bertatapan mesra. Aditya lalu memegang tangan Bella dengan lembut. ''Aku sangat lelah memendam rasa ini, dan hari ini dengan tekadku aku ingin mengungkapkan isi hatiku yang selama ini aku pendan. Bella, maukan kamu menjadi kekasihku.'' Ujar Aditya menatap mesra Bella, Bella menjadi tersipu. ''Sekianlama aku menunggu, akhirnya kamu mengungkapkanya tepat di hari ini, hari sayang sangat menyedihkan bagiku karna akan berpisah dari keluargaku dan termasuk kamu.'' Air mata Bella jatuh membasahi pipinya. ''Maafkan aku karna aku baru mengungkapkannya sekarang.'' Aditya merasa bersalah. ''Sudahlah kamu jangan merasa bersalah, kamu mengungkapkan perasaanmu hari ini saja aku sangat bahagia. Tapi maafkan aku..!'' Ucap Bella membuat Aditya bersedih. ''Aku tidak bisa menjawabnya hari ini..! Apakan kamu siap menungguku hingga aku kembali ke sini dan menjawabnya setelah aku kembali.'' Lanjut Bella. ''Aku akan menunggumu.'' Jawab Aditya. Setidaknya Aditya merasa lega akhirnya ia bisa menggungkapkan perasaan yang selama ini di pendamnya walaupun ia harus menunggu jawabannya nanti karna Bella akan pergi melanjutkan S2 nya di luar negri dan menggapai cita-citanya di negri orang. Sesuai janji nya ia akan menunggunya hingga hari bergati bulan, bulan berganti tahun, tahun berganti tahun dan hingga akhirnya mereka los kontak tidak menghubungi satu sama lain, membuat Aditya menyah dan berusaha melupakannya.''


Flashback of.


''Aku sangat merindukanmu.'' Bella langsung memeluk Aditya yang nampak mematung tidak menyangka ia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya dan membuatnya teringat tenta masa lalunya.

__ADS_1


Tanpa sadar Aditya membalas pelukannya rasa rindu itu kembali menhantuinya. di dalam pelukannya Aditya memejamkan matanya. Saat ia terpejam betapa terkejutnya Aditya melihat wajah Adinda tersenyum menatapnya. Aditya lalu tersadar dan tak terasa berucap ''Adinda..!'' Dengan cepat Aditya melepaskan pelukannyan dan pergi meninggal Bella yanh heran menatap kepergiannya.


__ADS_2