
Adinda berjalan dengan menerobos orang-orang yang sedang berdiri menatapnya karna ia sudah menjadi pusat perhatian. dengan berjalan sedikit sempoyongan akhirnya ia bisa keluar dari Bar itu dengan sedikit pusing di kepalanya akibat ia meminum anggur. Adinda lalu duduk ia menangis dan memaki Aditya di samping Bar tersebut dan tiba-tiba dua orang pria datang menghampiri dirinya.
''Hay, cantik.. ko sedirian..! Kita temenin yah.'' Ucap salah satu laki-laki itu menatap Adinda dari atas sampai bawah membuat Adinda sangat risih di tatap mesum oleh keduan pria tersebut.
''Pergi kalian, jangan ganggu gue.'' Teriak Adinda yang semakin merasa pusing di kepalanya. Dan bukannya menurut kedua pria itu malah semakin gencar menggoda Adinda.
''Ko cantik-cantik galak sih.. yuk, ikut kita..! Kita akan bersenang-senang dan pastinya akan membuat kamu puas.'' Lanjut pria tersebut karna tahu Adinda sedang mabuk jadi mereka merencanakan sesuatu lalu mengangkat tubuh Adinda berharap Adinda mengikutinya. Adinda dengan lemas mengibaskan tangannya berusaha melepaskan cengkraman kedua pria itu namun ia semakin tak berdaya tenaganya semakin melemah.
''Tolong.. tolonginnn gue.'' Teriak Adinda dengan suara lemah tak berdaya berharap ada seseoran menolongnya.
Stefani yang mendengar suara Adinda lantas ia langsung buru-buru menghampiri asal sumber suara tersebut dan betapa terkejutnya ia melihat Adinda di bawa dua orang pria asing setelah ia berhasil menemukan Adinda. Stefani dengan cepat menghampiri Adinda.
''Hey. Lepaskan teman gue..!'' Teriak Stefani dengan berani sontak membuat kedua Pria tersebut membalikan badannya menatap Stefani.
''Waww.. kebetulan nih tambah satu lagi jadi..?'' Ucap salah satu Pria itu menggantung membuat Stefani geram karna tahu magsudnya.
''Kalo kamu ingin temanmu yang cantik ini..! Sini ambil dia..!'' Lanjut Pria yang memegang tangan Adinda. Stefani yang melihat Adinda pingsan karna mabuk ia menjadi sangat merasa bersalah. Stefani lalu menghampiri kedua Pria tersebut yang sedang memegang Adinda.
__ADS_1
Di saat ia ingin merebut Adinda, Stefani terkejut karna Pria satunya lagi menangkapnya memegang tangannya kuat.
''Heyy.. lepaskan Gue.'' Teriak Stefani membuat kedua Pria itu tertawa puas. ''TOLONG.. TOLONG..'' Teriak lagi Stefani dan tiba-tiba.
''LEPASKAN MEREKA..?'' Teriak seseorang dengan lantang.
''Tidak semudah itu kita melepaskan mereka.'' Jawab Pria itu tersenyum mengejek membuat Aditya menatap tajam. Tak ada kata-kata lagi Aditya langsung menghajar kedua pria tersebut dengan membabi-buta membuat kedua Pria tersebut merasa kalah babak belur dan langsung pergi karna takut dengan perlawanan Aditya.
Aditya lalu membawa Adinda dengan dingin, sadar dengan sikap Aditya. Stefani takut Adinda di salahkan karna ulahnya.
Flashback on.
Aditya yang tak menyangka melihat Adinda berada di pesta itu ia malah menatap kepergiannya Adinda yang di ikuti Stefani. Aditya baru tersadar setelah Adinda tak terlihat dari pandangannya, ia pun langsung mengejar Adinda yang di ikuti oleh Bella. Bella yang heran dengan sikap Aditya ia pun ikut mengejar Aditya dan di saat ia berjalan tiba-tiba.
''Awww.. sakit, Aditya. Tolong aku..! Kakiku sakit sekali.'' Ringis Bella yang jatuh keseleo sontak membuat Aditya berbalik menatapnya prustasi.
Aditya menjadi sangat bingung apakah ia harus mengejar Adinda atau membatu Bella.
__ADS_1
''Astaga. kenapa bisa jadi seperti ini.. Tuhan, saya harus bagaimana. Apakah aku harus mengejar isteriku atau aku harus membantunya terlebih dulu.'' Batin Aditya bingung yang berdiri menatap Bella yang sedang meringis.
''Dit. Bantu aku!.'' Lirih Bella karna ia melihat ada yang aneh dengan Aditya. Bella menjadi sedih karna pikirnya Aditya sudah berubah.
Karna merasa kasihan Aditya pun menghampiri Bella dan membatunya berdiri membuat Bella senang karna ternyata Aditya masih peduli kepadanya.
''Aku tidak bisa berjalan.'' Aditya tak menjawanya ia pun langsung membawa Bella menggendongnya menuju suatu ruangan dan meletakan tubuh Bella di atas sofa empuk. Setelah itu Aditya langsung beranjak pergi meninggal Bella dan mencari keberadaan Adinda.
Di saat Aditya sedang mencari keberadaan Adinda tiba-tiba ia mendengar teriakan seseorang meminta tolong, akhirnya dengan cepat Aditya menghampiri sumber suara tersebut dan betapa kagetnya ia melihat Adinda tak berdaya di pangkuan seseorang membuatnya sangat merasa bersalah karna ia lebih mementingkan Bella terlebih dulu daripada isterinya sendiri.
Flashback of.
Setelah berada di mobil Aditya lalu melajukan mobilnya dan sepanjang perjalanan terdengar gumaman-gumaman kecil di bibir isterinya yang memaki dirinya.
''Maafkan aku.'' Lirih Aditya menatap Adinda.
''huaaa..'' Tiba-tiba Adinda menangis sontak membuat Aditya terkejut lalumenghentikan mobilnya.
__ADS_1