
Adinda berjalan dengan getir dan tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya karna ia sudah tidak bisa menahannya lagi.
Di saat Adinda berjalan tiba-tiba seseorang memanggilnya.
''Din. Tungguin gue.'' Teriak Stefani membuat Adinda menghentikan langkahnya dan dengan cepat ia menghapus air matanya.
''Din. Loe nangis..?'' Tanya Stefani setelah melihat wajah Adida.
Adinda hanya diam menatap Stefani, Stefani pun langsung menyeretnya pergi menuju taman, Adinda hanya pasrah ia seakan menurut. Dan setelah sampai mereka pun lalu duduk di taman dekat Restauran saling berhadapan.
''Coba loe jelasin ke gue.'' Ujar Stefani lalu memegang tangan Adinda, Stefani yang penasaran karna ia melihat ada rahasia besar yang Adinda sembunyikan kepadanya.
''Huuaaa..'' Tangis Adinda pecah setelah mendengar ucapan Stefani. Adinda semakin tak bisa menahan air matanya ia pun kembali menangis. Stefani merasa tidak tega ia langsung memeluk Adinda memberinya sedikit semangat.
''Ternyata loe itu lebay juga yah Din haha.'' Ejek Stefani sontak membuat Adinda semakin kesal lalu melepaskan kembali pelukannya.
__ADS_1
''Hu hu hu...(Anggap saja suara tangisan) Elo gak punya akhlak banget, gue itu lagi sedih.. loe malah ketawain gue, teman macam apa loe hu hu.." Kata Adinda yang membuat Stefani semakin menertawakannya.
"Haha yaudah iyaa maaf. Tapi, loe kalo nangis lucu juga.. muka loe jadi mirip badut. Mata merah.. hidung merah.. persis banget kaya badut.'' Lanjut Stefani yang sebenarnya ia becanda, ia ingin membuat Adinda sedikit melupakan kesedihannya.
''Tuh kan loe malah ejek gue..'' Ucap Adinda tak terima.
Setelah itu Adinda sedikit merasa tenang lantas tak ada alasan lagi ia pun langsung menceritakan tentang hubungannya dengan Aditya kepada Stefani, Stefani yang mendengarkan itu bagaikan tersambar petir di siang bolong, ia sangat tidak menyangkan ternya Adinda adalah istri seorang Chef yang sangat di gilai wanita termasuk dirinya.
''Jadi, loe istrinya Chef Aditya..!!'' Tanya lagi Stefani memastikan yang mendapat anggukan pelan oleh Adinda. ''Coba cubit gue apa gue mimpi..!! Jika gue mimpi sadarkan gue yaallah..!'' Lanjut Stefani dan tiba-tiba.
''Awww.. sakit. Kenapa loe cubit gue beneran..!'' Ringis Stefani yang mendapat cubitan langsung dari Adinda.
''Iya, loe tenang saja gue akan jaga rahasia loe.'' Jawab Stefani sambil tersenyum membuat Adinda tersenyum lega. ''Ehhh tapi, Chef Raya ko deket banget sama Chef Aditya apa jangan-jangan mereka ada hubungan..?'' Kata Stefani sontak membuat Adinda langsung menangis lagi.
''Huhuu.. Nyesek banget hati gue huu..'' Ucap Adinda sambil menangis membuat Stefani panik merasa bersalah karna telah membahas Raya.
__ADS_1
''Aduhh Din, jangan nangis lagi dong..'' Stefani lalu menenangkan Adinda.
''Gue gak kuat lagi, gue mau pulang saja males banget ketemu sama si manusia-manusia ular.'' Lanjut Adinda dan bergegas ingin pergi. Stefani tidak bisa menahannya lagi karna waktu jam istirahan sudah usai kini saatnya mereka kembali bekerja tapi tidak dengan Adinda ia langsung pergi pulang kerumahnya.
Sementara itu di sisi lain Aditya nampak mencari-cari keberadaan Adinda dengan tergesa namun nihil Aditya tidak menemukannya, dan kini saatnya ia melakukan pekerjaannya kembali berharap Adinda akan datang menemuinya, namun ternyata tidak. Aditya lalu berfikir bagaimana caranya ia bisa menenukan Adinda karna takut terjadi apa-apa dan terlintas di kepalanya sosok Stefani, dengan sigap Aditya langsung menghampiri Stefani yang sedang memasak. Stefani begitu terkejut tiba-tida Aditya datang menemuinya.
''Aa.. Ada yang bisa saya bantu Chef.'' Tanya Stefani gugup.
''Yahh. Saya mau tanya kemana Adinda..! Pasti kamu tahu kan?.'' Jawab Aditya menatap dingin Stefani membuat Stefani bingung harus jujur atau tidak karna Adinda berpesan bahwah Aditya tidak boleh mengetahui kalau Adinda pulang kerumahnya.
''Jawab..?'' Lanjut Aditya karna tidak ada jawaban dari Stefani.
''Mmmm. A anu Chef.. Adinda tadi katanya mau pulang karna sedikit pusing.'' Jawab Stefani karna takut, ia terpaksa menceritakan nya.
''Astaga ternyata isteriku pulang, aku pikir kemana. Yasudahlah biar dia istirahat.'' Batin Aditya yang belum menyadari kesalahannya.
__ADS_1
''Yasudah terimakasi.'' Aditya lalu pergi meninggalkan Stefani yang masih mematung dan langsung menelpon orang yang ada di rumahnya untuk memastikan apakan Adinda sudah sampai atau belum.
Aditya bernafas lega akhirnya istrinya itu sudah berada di rumah dan menyuruh Mira yaitu ketua Asiten rumah Aditya untuk mengurus Adinda karna ia khawatir Adinda kenapa-kenapa.