Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps. 46 Perasaan yang sedikit lega


__ADS_3

Pagi pun tiba, kini Aditya bersiap ingin pergi ke Bandung untuk menemui Isterinya. Di saat Aditya ingin memasuki mobil tiba-tiba ia mendengar notif pesan berbunyi, ia pun langsung melihatnya.


📩 : "Temui Aku di taman tempat kita bertemu dulu, sebelum aku pergi. Bella."


Setelah melihat pesan itu Aditya berfikir lebih baik ia menuntaskan hubungannya dengan Bella terlebih dulu sebelum ia berangkat ke Bandung.


"Maaf kan aku Bella, mungkin kamu dulu cinta pertamaku tapi sekarang rasa cinta itu telah tergantikan oleh isteriku. Aku tidak mau menghianati cintanya, Aku sungguh mencintainya. Aku rela melakukan apa saja demi isteriku termasuk meninggalkanmu" Batin Aditya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tak lama akhirnya Aditya sampai ia langsung menemui Bella, dari kejauhan Aditya melihat Bella yang sedang duduk di sebuah kursi dengan raut wajah yang tak bisa di artikan.


"Kenapa kamu meninggalkanku di pesta itu..!" Ucap Bella setelah Aditya berada di hadapannya, ia ingin mendengar penjelasan Aditya.


"Aku datang kesini hanya ingin mengakhiri hubungan kita. Bella, kamu lupakan saja aku, Maaf aku tidak bisa mencintai kamu lagi."


Bak tersambar petir di siang bolong betapa terkejut Bella mendengar penuturan Aditya yang ada di hadapannya membuat ia merasan sesak di dada mendengar jawaban Aditya yang tak sesuai harapannya.


"Aditya, apa kamu lupa dengan janjimu..! Apa kamu lupa dengan kata-katamu sebelum aku pergi..? Di tempat ini..?''


''Aku tidak lupa.'' Potong Aditya membuat Bella terdiam dan hanya terdengar isakan tangis Bella. ''Dulu, aku memang mencintaimu. Tapi sekarang rasa cinta itu pelan-pelan telah menghilang dariku. Sekarang lupakanlah aku dan cari lah laki-laki lain yang lebih pantas dariku.'' Tutur Aditya menatap Bella yang terisak.


''Apa karna perempuan itu kamu ingin melupakanku, apa kamu sungguh tidak mencintaiku lagi..? Kamu rela meninggalkanku hanya demi perempuan itu..? Ia kan..? Sungguh aku sangat kecewa, Dit. Apa kamu tidak memikirkan perasaanku.'' Getir Bella menatap nanar Aditya, yang sebenarnya Bella melihat perempuan yang malam itu Aditya kejar, namun ia tidak melihat jelas wajahnya. Bella lalu berdiri menatap Adity lekat dengan berderai air mata merasakan sakit dihatinya.

__ADS_1


''Tidak ada hubungannya dengan perempuan itu.'' Bohong Aditya karna ia takut Bella akan berbuat nekad demi memisahkan ia dan Adinda jika Bella mengetahuinya.


''Lantas, kenapa kamu ingin mengakhiri hubungan ini.'' Tanpa jawaban lagi Bella langsung memeluk Aditya erak, Aditya hanya diam ia juga merasa tidak tega kepada Bella tapi sebisa mungkin ia menahan perasaannya, yang sebenarnya masih ada rasa namun tak seperti dulu.


''Tidak segampang itu aku bisa melupakanmu.'' Lanjut Bella dalam pelukan Aditya, Aditya terkejut mendengar itu.


''Lebih baik kita berteman saja, Bella. Sekali lagi, maafkan aku telah menghianati janjiku. Munkin aku telah membuatmu kecewa, tapi lebih baik aku mengakhirinya sekarang.'' Kata Aditya yang langsung melepaskan pelukannya.


''Sekarang aku pergi.'' Pamit Aditya, tak ada jawaban dari Bella Aditya lalu pergi meninggalkan Bella yang menatap kecewa dan langsung menuju mobilnya.


Aditya merasakan perasaannya yang sedikit lega karna telah menuntaskan hubungannya dengan Bella walau Bella tidak menerimanya. Aditya lalu melajukan kembali mobinya menuju ke Bandung. Ia tidak sabar ingin segera bertemu dengan isterinya.


Sementara itu di Bandung, Adinda sangat gelisah memikirkan Aditya Ia sangat khawatir kepadanya.


''Kak, kenapa kaya lagi bingung gitu..!'' Tanya Adiba yang heran melihat kakanya lalu menghampirinya.


''Pengen tahu saja kamu anak kecil..'' Jawab Adinda dengan sedikit becanda membuat Adiba cemberut karna ledekan kakaknya.


''Ish.. aku bukan anak kecil, umurku sudah 18 tahun.'' Adiba tidak terima dengan ucapan kakaknya.


''Berarti sudah punya pacar dong..!'' Tanya lagi Adinda.

__ADS_1


''Ahh.. boro-boro, kata Ayah juga tidak ada pacar-pacaran. Katanyah takut inilah takut itulah, banyak banget alasannya. Padahal yah, Kak. Buat penyemangat iya kan..!'' Jawab Adiba mengungkapkan kekesalannya membuat Adinda menahan tawanya karna Adiba merasakan apa yang dulu Adinda rasakan.


''Yasudah, kamu pacaran saja sama kambing hahaha'' Lanjut Adinda yang langsung kabur takut Adiba memukulinya.


''Kakak...'' Ucap Adiba kesal yang langsung mengejar kakaknya karna tak terima dengan perkataannya.


Adinda lari ke luar kamar yang di ikuti oleh Adiba, dan Adinda berpas-pasan dengan Ibu Ikeu ia lalu mengumpat di balik tubuh Ibunya yang membuat Adiba menghentikan langkahnya.


''Ada apa ini..?'' Tanya Ibu Ikeu yang heran dengan tingkan anak-anaknya.


''Tuh Kak Adinda, masa perempuan secantik aku di suruh pacaran sama kambing, ishh amit-amit.'' Adu Adiba membuat Ibu Ikeu menggelengkan kepalanya heran.


''Bohong, Bu. Adinda gak bilang begitu.'' Lanjut Adinda menahan tawanya di balik punggung Ibunya yang membuat Adiba semakin kesal.


Belum sempat Adiba menjawabnya tiba-tiba merekan mendengar ketukan pintu yang membuat mereka langsung terdiam.


''Din, coba kamu buka pintunya.'' Ujar Ibu Ikeu yang mendapat anggukan dari Adinda.


Karna penasaran Adinda dengan langkah cepat menuju pintu dan membukakannya. Setelah pintunya di buka, Adinda begitu terkejut setelah melihat seseorang yang ada di hadapannya.


''Mas Adit..? Kenapa dia bisa tahu aku ada di sini..?''' Batin Adinda menatap Aditya yang tak percaya.

__ADS_1


Aditya yang melihat Isterinya tanpa aba-aba ia langsung memeluknya erat membuat Adinda pasrah.


__ADS_2