
''Permisi. Saya ingin masuk kedalam.'' Ujar Dimas namun dengan sigap Adiba menghalangi pintunya dengan nenentangkan kedua tangannya.
''Hey....apa kamu tidak dengar..! Aku sudah bilang disini tidak ada yang bernama Tuan Aditya. Atau jangan-jangan kamu pencuri..?'' Selidiki Adiba menatap tajam Dimas.
Dimas yang mendengar Adiba menyebutnya pencuri ia sangat tidak terima dan pikirannya menjadi tanda tanya dengan perempuan yang ada di hadapannya.
''Siapa perempuan ini..! Dia nampak seperti anak sekolah, tidak mungkin jika dia kekasih Tuan Aditya. Apa dia saudarinya Tuan Aditya..! Mungkin saja.''
''Maaf, Saya bukan pencuri. Dan ijinkan saya masuk ke dalam karna ada berkas penting yang harus di tandatanganinya.'' Dimas menjelaskan namun Adiba tetap kekeh tidak akan mengijinkannya begitu saja karna ia tidak mengenalnya dan taku akan berbuat macam-macam.
''Tidak akan..!'' Kekeh Adiba.
''Buka pintunya..!'' Paksa Dimas.
''Tidakk..''
Dimas semakin kesal karna Adiba tetap menghalanginya walaupun bibirnya sudah lelah menjelaskan namun Adiba tetap kekeh tidak memberinya kesempatan.
Dengan menghembuskan nafas kasar, Dimas lalu membuka kacamatanya dan berjalan perlahan ingin menerobos pintu yang sedang di halangi.
''Heyy....mau apa kamu..! Awas, jangan macam-macam kepadaku.'' Ucap Adiba yang sedikit takut melihat mata tajam yang menatapnya.
Dimas tak menghiraukan ucapan Adiba, ia semakin mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Adiba yang mematung di depan pintu. Adiba merasakan hembusan nafas Dimas dan bau tubuhnya yang harum sontak membuatnya menjadi salah tingkah dan jantungnya berdebar kencang.
''Astaga.....kenapa dia sangat tampan, dan jantungku..? Kenapa berdebar cepat..'' Mereka saling menatap.
Adiba seolah terhipnotis dengan ketampanan Dimas, ia menjadi salah tingkah karna di tatap olehnya.
__ADS_1
''Cepat buka pintunya.''
Sontak membuat Adiba tersadar dan dengan sigap Adiba ingin mendorong tubuh Dimas, namun ia sangat kewalahan karna Dimas sakat kuat ia tidak sedikitpun bergerak dengan dorongan Adiba, dan tiba-tiba.
''Aaawwww''
Adiba memejamkan matanya karna takut dirinya terjatuh namun ia merasakan tangan besar menahannya. lalu, membuka matanya perlahan, dan mata mereka beradu.
''Cantik sih.. tapi sayang, judes dan nyebelin.''
Sibuk dengan pikirannya masing-masing, mereka tidak menyadari bahwa dua pasang mata sedang menatapnya.
''EHEMM...''
Suara deheman itu membuat mereka tersadar dan Dimas langsung mendongakkan wajahnya melihat asal sumber suara tersebu, dilihatnya Tuannya yang menatapnya yang sedang menggandeng tangan Adinda.
Dimas begitu terkejut melihat sosok di samping Tuannya yaitu Adinda, pikirannya menjadi tanda tanya dengan kehadiran Adinda, dan berpikir tentang Adinda dan hubungan dengan tuannya yang dekat seperti sepasang kekasih.
''Aww.. sakit..'' Ringis Adiba merasakan sedikit sakit.
''Mmppprrrr...hahaha..'' Tawa Adinda pecah. Adinda yang melihat kejadian itu, ia tidak bisa lagi menahan tawanya karna merasa lucu dengan tingkah Adiknya dan juga Dimas.
''Kalian berdua barusan ngapain..?'' Tanya Aditya yang heran dengan kelakuan Adik dan juga Asistennya.
Dimas sangat malu dan ia mencoba menjelasnya kepada Aditya dari awal ia bertemu Adiba dan membuatnya mengerti, Adiba yang mendengar itu ia terkejut karna, Tuan yang di magsud Pria itu ialah Kakak iparnya sendiri.
''Astaga.. Diba...kamu sangat bodoh sekali, kenapa gue bisa lupa kalo ternya Kakak ipar gue itu bernama Aditya..! Gue harus kabur nih.. malu banget gue.'' Batin Adiba yang salah tingkah karna malu.
__ADS_1
Diam-diam Adiba melangkahkan kakinya pelah, ia ingin pergi namun tiba-tiba langkahnya terhenti oleh suara Adinda yang melihatnya ingin kabur.
''Jangan kabur kamu, Dek.''
Setelah langkahnya terhenti, Diba lalu melirik kakaknya yang sedang menatapnya.
''Minta maaf sekarang..!'' Lanjut Adinda serius membuat nyali Adiba menciut.
''Mmmm.....tapi, Kak. Diba kebelet pengen ke kamar mandi nih..'' Jawab Adiba memberanikan diri, namun Adinda tahu bahwa ia sedang beralasan.
''Diba. Minta maaf sekarang.. atau-- --''
''Iya Kak.'' Potong Adiba mengalah karna takut Kakaknya itu mengancamnya dengan ancaman yang macam-macam.
Adinda dengan langkah gontai menghampiri ketiga orang itu yang sedang menatapnya yang cemberut karna ia merasa tidak bersalah.
''Maaf, Kak.'' Ujar Adiba setelah berada di hadapan Dimas.
"Cihhh.. terlihat sekali tidak iklasnya.'' Batin Dimas yang berusaha tetap tenang meski Adiba membuat kesal.
''Yahh sudah saya maafkan.'' Jawab Dimas yang sedikit terpaksa.
Mendengar itu, tak Ada kata-kata lagi Adiba ingin pergi namun Kakanya itu masih menahannya membuat Adiba semakin kesal.
''Lain kali kalo ada tamu jangan main usir begitu saja, bicarakan baik-baik. Kalo sudah gini..! Malu kan kamu.'' Nasihat Adinda yang langsung di angguki oleh Adinda dan menjadikannya pelajaran.
Adiba lalu pergi menuju kamarnya meninggalkan ketiga orang itu yang masih mengobrol.
__ADS_1
Dimas lalu memberanikan diri menanyakan tentang Adinda karna tidak sabar ingin mendengar penjelasan Tuannya itu dan dengan santai Aditya menjelaskannya dengan detail membuat Dimas paham dan mengerti.