
Akhirnya jam pulang tiba.
''Sayang kok kamu lama sekali..!'' Ucap Adinda karena seperti biasa ia menunggu Aditya di dalam mobilnya.
Karna kesal Adinda langsung memanyunkan bibirnya setelah melihat sang suami sudah duduk di sampingnya.
''Muach..'' Kecup Aditya sekilas di bibir isterinya itu.
''Ihh sayang, akutu lagi marah tahu.'' Lanjut Adinda yang masih kesal dengan kejadian siang tadi dan barusan karena telah lama menunggunya.
''Iya.. iya. Maafkan aku yah sayang. Barusan aku mengecek laporan-laporan dulu dan ternyata restauran kita lagi ada masalah.'' Jawab Aditya jujur yang menatap isterinya laku beralih ke depan.
Flasback on.
Saat Aditya ingin mengganti pakaian kerjanya di ruangan rahasianya tiba-tiba Dimas datang dengan tergesa sembari menunjukan isi leptopnya ke hadapannya.
Tanpa pikir panjang Aditya langsung melihatnya dan ternyata ada sebuah vidio seorang wanita dilihatnya seperti seorang selebgram yang sedang mereview makanan yang ada di Restaurannya dan menjadi viral sehingga banyak macam-macam komentar pro-kontra di dalamnya.
Teelihat di vidio Selebgram cantik itu malah memberi pernyataan-pernyataan dengan menyebutkan bahwa Restaurannya tidak higienis pelayanannya sangat buruk dan makanannya tidak enak. Tentu itu akan menjadi penyebab retingnya akan menurun meskipun kenyataannya tidak seperti di dalam vidio itu yang seolah di buat-buat, karena Restaurantnya sangat menjaga kebersihan keramahan kepada para pelanggan dan selalu menjadi Restaurant terenak.
__ADS_1
''Dimas, kamu selidiki wanita yang ada di vidio itu..!'' Geram Aditya menatap layar yang ada di hadapannya.
''Baik, Tuan.'' Jawab Dimas singkat lalu meraih kembali leptop itu.
Flashback of.
''Wahh berani sekali yah wanita itu melakukannya tanpa tahu nanti resikonya bagaimana.'' Ucap Adinda setelah mendengarkan cerita sang suami sembari mengemudikan modilnya dengan kecepatan sedang.
''Entahlah, Sayang. Jika sudah begini maka cepat atau lambat dia akan menerima resikonya.'' Senyum di ujung bibir membuat Adinda bergidik ngeri melihatnya, Adinda tahu pasti suaminya sudah mempunyai rencana untuk memulihkan kembali Restaurannya.
Tak lama akhirnya mereka telah sampai di kediaman orang tuan Aditya tanpa sepengetahuan sang isteri.
''Lohh, Mas. Kok kita ke rumah Mamah..!'' Tanya Adinda yang heran karena ini kali pertama mereka mengunjungi kembali rumah itu setelah mereka pindah.
Adinda sangat senang sekali bisa mengunjungi mertuanya kembali dengan Aditya yang baru.
Sekilas jadi teringat di benak Adinda, saat pertama kali masuk ke rumah ini suaminya begitu dingin dan kejam kepadanya, namun bukan juga hanya kepadanya, orang tuanya pun sama di perlakukan seperti itu sehingga rumah besar itu nampak sepi tak ada keceriaan.
''Sayanggg... kok kalian tibak bilang-bilang mau kesini.'' Sembari meletakan pingring lalu bergegas menghampiri anak dan menantunya itu.
__ADS_1
Mamah begitu senang dengan kehadiran mereka ia lantas berhambur memeluk menantunya itu.
''Mamah juga waktu itu tidak memberi tahu kita dulu, kan jadinya gagal.'' Ketus Aditya
''Apanya yang gagal..'' Ucap mamah polos membuat Adinda mengkerutkan dahinya mendengan percakapan ibu dan anak itu.
''Maaf yah, Ma. Kita tidak memberi kabar dulu, soalnya tadi sehabis pulang kerja kita langsung kemari.. jadi tidak sempat membeli apa-apa untuk Mamah dan Papah.
Lanjut Adinda mengalihkan karena takut obrolannya ke arah yang tidak di inginkan.
''Hooo.. iya tidak apa-apa, Sayang. Dengan kehadiran kalian saja Mamah sudah senang.''
''Yasudah, Mamah tadi lagi menyiapkan makan malam, sekarang kita makan dulu saja.''
''Papah kemana, Ma.''
Deggg
''Pa--pah ada sayang, biar mamah panggilkan.''
__ADS_1
''Astaga apa aku tidak salah dengar, Aditya menanyakan Papahnya. Akhirnya, Nak. kamu ternyata sudah berubah.'' Batin Mamah yang bahagia tak tergambarkan.
Kini akhirnya Aditya sudah melupakan dendamnya kepada Papahnya yang dulu sering menuntut, dan sekarang ia berjanji akan memperbaiki hubungannya dengan Papahnya, itupun karena Adinda lah yang menyadarkannya.