
Aditya terkejut mendengar suara tangisan Adinda, ia pun menghentikan mobilnya dan tiba-tiba Adinda dengan cepat memukuli Aditya.
''Kamu jahat, Mas. Kamu jahatt.'' Sergap Adinda dengan terisak memukuli Aditya, Aditya hanya diam membiarkan Adinda puas memukulinya. ''Kenapa kamu tega, Mas. Melakukan itu kepadaku..! Apa salahku..! Apa kamu tidak mencintaiku..! Sehingga kamu berbuat seperti itu di belakangku. Kamu tega, Mas. Kamu jahattt..'' Teriak Adinda yang masih mabuk memukuli Aditya.
Aditya yang mendengar itu ia menjadi merasa bersalah dan ingin menjelaskanpun ia urungkan karna menurunya percuma dengan keadaan Adinda yang mabuk. Aditya lalu memeluk Adinda dengan menghentikan pukulannya, Adinda masih terisak dalam pelukan Aditya.
''Maafkan Aku.'' Lirih Aditya memeluk Adinda menenangkannya.
Adinda lalu duduk di pangkuan Aditya dengan menghadapnya lalu memeluk Aditya.
''Kamu miliku..! Aku mencintaimu..! Aku gak mau kehilangan kamu.'' Lanjut Adinda mengeratkan pelukannya. Mendengar itu Aditya langsung mengagkat wajah Adinda mensejajarkan dengan wajahnya lalu menatapnya.
''Aku juga sangat mencintaimu. Aku tidak siap kehilangan kamu..! Maafkan aku telah mengecewakanmu, syg.'' Aditya lalu mencium wajah Adinda dengan rakus dari pipi hingga bibir ia menciumi Adinda dalam keadaan Adinda yang tak sadar.
Setelah puas Aditya lalu menyenderkan kepala Adinda ke dadanya lalu melajukan kembali mobilnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Aditya telah sampai di rumahnya ia membawa Adinda di dalam pangkuannya dengan memeluk erat dan membawanya ke kamarnya lalu membaringkan tubuh Adinda di atas kasur dan menyelimutinya.
Aditya menatap wajah Adinda lekat dan mengelus rambutnya mesra. Tak lama Aditya mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya ia pun membukakan pintunya.
__ADS_1
''Permisi, Tuan. Ada seseorang ingin bertemu dengan anda.'' Ucap Mira setelah melihat tubuh Aditya di hadapannya.
''Siapa..?'' Tanya Aditya.
''Maaf Tuan saya tidak sempat menanyakannya.'' Jawab Mira menunduk.
''Yasudah lima menit saya ke bawah.'' Lanjut Aditya yang langsung di angguki oleh Mira.
.
.
''Mau apa kamu datang kesini..?'' Tanya Aditya dingin setelah tau orang itu.
''Saya kesini ingin menjelaskan sesuatu kepada anda, Chef..!'' Ucap Stefani dengan lantang, ia ingin menjelaskan kepada Aditya tentang Adinda.
''Bicaralah.'' Kata Aditya yang membuat Stefani langsung berbicara.
Stefani langsung menceritakan kepada Aditya dari tentang Adinda cemburu kepadanya dan juga tentang Stefani mengajaknya ke pesta itu. Aditya yang mendengarkan penuturan Stefani dari awal hingga akhir ia pun paham dan sontak membuatnya sangat menyesal dan merasa bersalah.
__ADS_1
''Gara-gara aku kamu jadi seperti ini, sekali lagi maafkan aku, Syg. Maaf telah membuatmu cemburu, dan membuatmu menjadi salah paham tentang aku dan Bella. Asal kamu tahu perasaan aku kepada Bella tidak seperti yang kamu pikirkan, aku sudah tidak ada lagi perasaan kepadanya karna aku telah melupakan dia. Cintaku hanyalan untuk kamu.. aku akan memutuskan hubunganku yang dulu dengan Bella, Demi kamu, Adinda.'' Batin Aditya setelah mendengar Stefani berbicara.
''Chef..? CHEFF..?'' Teriak Stefani membuat Aditya terkejut dan langsung melototinya. ''Hehe... Maafkan Saya Chef, lagian saya panggil-panggil Chef diam saja.'' Lanjut Stefani menjelaskan karna takut dengan Aditya.
''Yasudah, terimakasih atas penjelasannya.'' Ucap Aditya.
''Sama-sama, Chef. Dan saya mau pamit pulang karna sudah malam.'' Lanjut Stefani yang langsung di angguki oleh Aditya.
Stefani langsung pergi dan Aditya kembali ke kamarnya ingin bertemu dengan Adinda. Di saat ia membuka pintu kamar, Aditya terkejut karna tidak melihat keberadaan Adinda lagi, ia mencari Adinda dari sudut ke sudut.
''Sayang..? Kamu dimana.'' Panik Aditya karna takut terjadi apa-apa dengan Adinda. Dan terakhir ia mendengar gemerici air shower ia pun langsung masuk ke kamar mandi dan langkahnya terhenti setelah melihat Adinda yang duduk memeluk lutut menundukan kepalanya di bawah air shower.
Aditya begitu panik ia langsung menghampiri Adinda dan memeluknya erat, Aditya merasakan Tubuh Adinda yang dingin karna terlalu lama mengguyur tubuhnya di bawah shower. Aditya lalu menggendong Adinda membawanya dan membaringkan tubuh Adinda kembali. Adinda hanya diam tidak menolaknya ia membiarkan Aditya mengganti pakainnya yang basah dan tubuh yang menggigil karna kedinginan. Adinda yang sudah sadar begitu merasa sangat lelah dan pikirannya masih terbayang-bayang tentang hubungan Aditya dan Bella.
Setelah Aditya berhasil menggati baju Adinda, Adinda lalu membalikan tubuhnya memunggungi Aditya, Aditya lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Adinda dan menatap punggung Adinda. Aditya merasa sedih kala melihat sikap Adinda kepadanya, ia pun berpikir untuk segera menjelaskannya kepada Adinda sekarang karna ia tidak mau Adinda salah paham kepadanya.
''Maafkan aku..'' Ucap Aditya lalu memberanikan diri memeluk Adinda yang tak di hiraukan oleh Adinda. Karna lelah perlahan Adinda tertidur namun Aditya tidak mengetahuinya.
''Mungkin sekaran waktunya aku menjelaskan kepada Adinda tentang hubunganku dengan Raya dan Bella. Aku tidak mau Adinda salah paham kepadaku.''
__ADS_1