Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps 56. Menjelaskan


__ADS_3

Seakan tidak ingin mendengarkan penjelasan Adiknya itu, Adinda langsung pergi berlalu bersama Suaminya menaiki ATV nya menuju ke Vila yang di ikuti oleh Adiba dan juga Dimas.


Adiba sangat menyesal ia sangat takut bahwa Kakaknya akan memarahinya. Di sepanjang perjalanan Adiba tidak henti-hentinya menggerutu menyalahkan Dimas dan Dimas hanya diam karena tak kebagian berbicara sebab Adinda tak hentinya mengomel.


Setelah sampai di Vila Adiba langsung bergegas masuk ke dalam lebih dulu dari Dimas karena tak sabar ingin memberi penjelasan kepada Kakak dan Kakak Iparnya.


Dilihatnya Adinda sedang berdiri sambil menyilangkan tangannya menunggu kedatangannya dengan tatapan dingin dan di sebelahnya Aditya sedang duduk santai sambil menyeruput teh manis hangat.


Adiba menghampiri dan berhenti di hadapannya.


''Kak Dinda, aku akan jelasin Kak. Tadi itu Kak Dimas yang duluan mencieumku, dia sudah mengambil ciuman pertamaku dan apa salahnya jika aku mengambilnya kembali.'' Dengan raut wajah yang serius Adiba berucap, berharap wanita yang ada di hadapannya percaya bahwa ia tidak bersalan. Namun Adinda hanya menggeng pelah mendengar kepolosan Adiknya itu yang berhasil membuat semua orang terkejut.


Tiba-tiba suara tawa menggema di ruangan tersebut, Aditya tidak bisa menahannya lagi karena kepolosan Adik iparnya itu dan juga Dimas, dilihatnya wajahnya memerah menahan malu akibat ucapan Adiba.


''Astaga...!'' Pelan Dimas berucap ia tidak tahu bagai mana caranya agar bisa menutup mulut Adiba, tidak ada kuasa dan keberanian didalam dirinya.


Mendengar suaminya tertawa, Adiba langsung merasa kesal.


''Sayang, kok kamu malah ketawa sih. Ini tuh sudah keterlaluan, Diba sudah berani berbuat seperti itu, ini gak bisa di biarin.'' Bisik Adinda yang berada di sebelah suaminya yang masih tak lepas dari tawanya.


''Abisnya, mereka lucu Syg..'' Jawab enteng Aditya di sela tawanya lalu melirik Isterinya yang sedang memanyunkan bibirnya.


Melihat itu nyalinya menjadi ciut dan berusaha mengatur nafasnya supaya ia bisa menahan tawanya dan perlahan akhirnya ia bisa dan menjadi bersikap seperti seorang Ayah yang akan memarahi anaknya.


''Wanita harus menjaga kehormatannya. Apakah kamu tahu apa kesalahanmu..?'' Adiba yang polos ia menggelengkan kepalanya, ia tidak mengerti dan tidak tahu harus menjawab apa, Adiba hanya pasrah menerina kesalahannya.


''Adiba, Kakak gak menyangka kamu berani melakukan itu. Dan tadi, kamu bilang mengambil ciuman itu kembali..! Astaga. Itu sama saja kamu menciumnya.'' Kemarahan Adinda sudah tidak bisa di tahan lagi ia menatap kesal Adiba yang sedang menunduk.

__ADS_1


''Maafin aku, Kak.'' Lirih Adiba yang langsung menyadari kesalahannya.


''Dimas..!''


''Iya, Tuan.''


Mendengar namanya di sebut Dimas langsung bergegas menghadap tuannya itu.


''Saya tidak menyangka ternyata kamu mesum juga, Dimas. Saya pikir selama ini kamu Anak yang tidak akan berbuat macam-macam.''


''Tidak, Tuan..! Kejadiannya tidak seperti yang di katakan oleh Adik ipar Tuan.'' Potong Dimas karena tak ingin mendengar tuannya menyebut hal-hal aneh yang tidak ingin ia dengar.


''Lalu..?''


Dimas langsung menjelaskannya dengan detail karena ia tak ingin di salahkan dan ia merasa tidak bersalah. Penjesalan Dimas sontak membuat Aditya dan juga Adinda terdiam karena mere pikit Dimas berkata jujur apa adanya tidak di buat-buat.


''Jangan kabur...! Kamu harus membersihan ruangan-ruangan ini dengan sebersih-bersihnya dan juga bantu Bik Minah mempersiapkan buat nanti malam.''


Sontak membuat Adiba terkejut dan tidak terima.


''Kok aku sih, Kak. Terus Kak Dimas..?'' Sambil menunjuk dan melirik Dimas dengan kesal.


''Disini kamu yang bersalah jadi kamu harus menerima hukumannya.'' Ujar Adinda dengan puas.


Dimas langsung tersenyum mengejek Adiba yang sedang memanyunkan bibirnya, ia merasa menang.


''Kamu juga, Dimas.'' Lanjut Aditya sontak membuat Dimas langsung lemas tak berdaya dan ia harus menerimanya walau ia tidak merasa bersalah.

__ADS_1


Mereka lalu mengerjakan hukumannya, Adiba sesikit lega karena ia tidak menanggung sendirian.


.......''''''......'''''.......


Malam pun tiba.


''Sayang...!'' Sembari memeluk mesra Adinda dari belakang yang sedang berdiri menatap bulan dan bintang yang terlihat jelas.


''Jangan pergi-pergi dariku lagi. Kumohon...cukup ini yang pertama dan terakhir kamu lari dariku. Sungguh aku sangat kacau dan tidak tahu arah untuk mencarimu waktu itu, aku tidak ingin lagi itu terjadi.''


''Kamu wanita yang sangat aku cintai.''


Adinda tersenyum mendengar ucapan Suaminya itu yang begitu lembut.


''Aku tidak akan lari darimu jika kamu tidak menyakitiku.'' Jawaban Adinda membuat Aditya terdiam, bayangannya kembali teringat dengan malam itu bersama Bella.


''Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Percayalah padaku, dia hanyalah masalaluku dan kamu masa depanku yang harus aku bahagiakan.''


''Buatlah aku percaya padamu, Mas..! Bukan hanya dari ucapan, dan aku juga sangat..sangatt mencintaimu.''


Adinda membalikan tubuhnya menghadap suaminya yang tak lepas dari pelukannya.


Mereka saling menatap mesra, Aditya sangat tergoda dengan wajah yang berada di hadapannya ia ingin segera melahapnya namun tiba-tiba.


Tok..tok..tokkk!!


''Kak Dinda makan malamnya sudah siap.''

__ADS_1


Sunggu ketukan pintu Adiba membuat Aditya harus menahan hasranya yang ingin melahap Isterinya itu.


__ADS_2