
Seperti biasa hari ini Resteurant begitu ramai oleh pengunjung, sehingga membuat kewalahan para chef untuk memasak pesanan para pelanggannya.
Sama seperti Aditya, Adinda pun ikut kewalahan atas semua yang mereka kerjakan, namun begitu mereka tetap berhati-hati dalam melakukan itu, karena tidak ingin ada kesalahan yang membuat tidak nyaman sang pengunjung Restaurannya.
''Jika kamu sudah lelah istirahat saja dulu, aku tidak apa-apa.'' Melihat keadaan ini Aditya merasa kasihan dengan istrinya, ia takut isterinya itu kecapean.
Namun yang di tanya malah tersenyum lebar dan semakin merasa bersemangat tak terlihat rasa lelah sedikitpun.
''Tidak apa-apa, Sayang. Aku malah senang melakukan ini.''
Dwarrr..
Tiba-tiba semua orang di sekitar menghentikan aktivitasnya dan langsung menatap ke asal sumber suara tersebut. Sadar dengan ucapannya Adinda langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia keceplosan menyebut Aditya dengan sebutan sayang.
Namun hal itu tentu saja membuat sang mpu merasa sangat senang dan tersenyum lebar yang tak menghiraukan keterkejutan orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
''Maksudnya sayangnya aku tidak capek, Chef. Saya lebih baik membantu Chef saja di sini.'' Lanjut Adinda dengan suara sedikit keras membuat semua melakukan kembali aktivitasnya namun tak luput dari bisik-bisik tetangga yang mencurigai Adinda.
Hal itu tentu saja terdengar oleh Raya membuatnya tak suka lalu memulai membuat gosip tentang Adinda kepada teman-temannya sambil melakukan pekerjaannya.
''Astaga, tidak menyangka sekali Adinda itu wanita penggoda, padahal dia sudah mempunyai suami..!''
''Kasihan sekali yah suaminya jika tahu kelakukan isterinya.''
''Tapi, Raya!. Tahu dari mana Adinda telah mempunyai suami..?'' Ucap salah satu temannya yang bertanya kepadanya karena mereka tidak tahu tentang Adinda sebenarnya.
Stefani yang berada di situ juga ikut menguping percakapan mereka, ia sebenarnya sangat geram mendengar itu karena mereka terhasut oleh omongan Raya dan tidak tahu yang sebenarnya.
''Yah saya tahu, karena waktu kontes memasak itu ia menjawab telah mempunyai suami dan di--.''
Belum cukup raya menuntaskan ucapannya tiba-tiba mulutnya langsung mengaga terkejut melihat adegan yang membuat dirinya patah sepatah-patahnya.
__ADS_1
''Baiklah, Sayang.'' Ujar Aditya membalas sembari mengacak rambut Adinda gemas lalu mencium kening Adinda tanpa aba-aba.
Sontak semua itu tak luput dari CCTV julit yang berada di sekitarnya.
"Astaga, apa dia lupa ini lagi dimana..! seenaknya saja main cium-cium segala bisa gawat kan jadinya."
Khawatir Adinda dengan kelakuan suaminya, ia takut jika semua orang tahu bahwa mereka telah menikah, Adinda belum siap.
Namun Aditya malah ingin menunjukan bahwa wanita yang ada di hadapannya itu adalah wanitanya yang sangat ia cintai, Aditya takut jika wanitanya itu di taksir laki-laki selain dirinya, karena semenjak keberadaan Adinda di Rentaurant ini semua lelaki pansti tertuju kepada Adinda yang dengan kecantikan dan keramahannya yang sempurna mampu membuat siapapun pasti inging memilikinya.
Itulah yang di khawatikan Aditya saat ini.
Tak lama datanglah Dimas dengan gagah memasuki dapur sontak membuat semuanya langsung diam dan melakukan pekerjaannya tanpa terdengan lagi bisik-bisik biang gosip.
'Hahh.. untuk ada Pak Dimas. Jadi semuanya pada diam karena takut d pecat hehe..''
__ADS_1
Batin Stefani yang merasa lega dengan kehadiran Dimas sekaligus senang akhirnya bisa melihat wajah tampan itu lagi.
Dimas hanya mengontrol keadaan dapur sekaranga karena Restauran itu begitu ramai jadi ia memutuskan untuk melihat-lihat orang-orang bekerja dengan baik atau tidak sesuai tugasnya.