Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan

Suamiku Chef Yang Dingin Dan Arogan
eps. 44 kejadian tak terduga


__ADS_3

Di saat Aditya ingin berucap, tiba-tiba ia mendengar suaran napas isterinya yang teratur membuat ia mengurungkan kembali niatnya untuk menjelaskannya kepada Adinda dan membiarkannya istirahat.


''Selamat malam sayangku.'' Aditya mencium rambut kepala Adinda lalu memejamkan matanya dan tak lama ia pun tertidur sembari memeluk isterinya.


Malam semakin larut.


''Ibuuu..! Ayahhh..!'' Gumam Adinda yang merasakan kedingin meski Aditya memeluknya. ''Ibuuu...!'' Lanjut Adinda yang terdengar oleh Aditya.


Aditya terbangun mengerjapkan matanya dan merasakan tubuh isterinya yang menggigil ia lalu memegang dahi Adinda merasakan panas yang langsung membuatnya panik.


''Sayang..! Badan kamu panas sekali.'' Dengan panik Aditya langsung buru-buru menuju ke dapur mencarikan sesutu untuk menurunkan panas Adinda,Ia ingin mengompresnya dengan air hangat.


Setelah ia berada di dapur, Aditya bingung karna ini kali pertanya ia kesana dan tidak tahu peletakan barang-barangnya dimana. Dapur itu sedikit gelap hanya ada sediki cahanya yang meneranginya namun karna panik Aditya tidak menyalakannya.


''Astaga. Dimana mereka meletakan barang-barangnya..! Membuatku pising saja..!'' Batin Aditya,


''Pranggg..!!! Prennkkk...!!!'' Aditya tak sengaja menjatuhkan gelas dan piring sontak membuat para pelayan terbangun termasuk Mira. Dengan berani Mira langsung menuju ke sumber suara tersebut, dan betapa terkejutnya ia melihat seseorang sedang mondar-mandir mencari-cari sesuatu membuatnya curiga namun ia tak berani menghampirinya seorang diri dan Mira langsung memberi tahu para pelayan lalu merencanakan sesuatu.


Setelah berkumpul para pelayang masing-masing memegang peralatan dapur untuk sebuah senjatanya mereka, Mira yang memberi aba-aba langsung mengendap-endap menghampiri seorang yang ia curigai dan di ikuti para pelayan.

__ADS_1


''Malinggg...? Malingg...?? Ada malinggg..???'' Sergap para pelayan tanpa ampun memukuli Aditya.


''HEYY..!! SAYA BUKAN MALING..!'' Teriak Aditya yang terkejut dengan serangan para pelayan.


''BERHENTIIIII..? SAYA PEMILIK RUMAH INI..?'' Teriak lagi Aditya yang membuat Mira mengenali suara tersebut.


''Astaga, kaya kenal suara ini..!'' Dengan panik Mira langsung menyalakan lampu dan ia sangat terkejut setelah melihatnya.


Para pelayan langsung mematung menutup mulutnya terkejut setelah meliat orang yang mereka pukuli, mereka tak menyangka ternyata orang yang mereka kira maling itu ternyata Tuannya sendiri.


''Maafkan kami, Tuan! Maaf.. kami tidak mengetahui bahwa itu, Anda. Kami benar-benar menyesal..! Kami tidak sengaja.'' Mira meminta maaf ia merasa sangat bersalah dan takut dirinya akan di pecat termasuk para pelayan lainnya.


Adirya begitu emosi ia ingin marah namun pikirannya kembali kepada Adinda.


''Hahh.. untung kita tidak di pecat.'' Ucap salah satu pelayan bernapas lega yang langsung di angguki oleh yang lainnya. Merekapun langsung melakukan apa yang Aditya perintahkan.


Tak lama akhirnya Mira membawakannya menuju kamar Aditya.


''Permisi, Tuan?'' Aditya lalu membuka pintunya dan mengambil alih apa yang Mira bawa. Di saat Mira ingin kembali tiba-riba Aditya memanggilnya.

__ADS_1


''Mir. Tunggu. Beri hukuman buat mereka yang tadi sudah memukuli saya.''


''Apakah saya juga di hukum, Tuan.'' Tanya Mira dengan kepolosannya.


''Yah, termasuk kamu. Sekarang cepat pergi.'' Jawab Aditya yang masih tak terima.


''Ba-- Baik Tuan.'' Ucap Mira Aditya langsung menutup pintunya kembali.


''Masih untunglah Mira, kamu tidak di pecat.'' Ucap Mira dalam hati.


Dengan telaten Aditya mengompres dahi Adinda supaya panasnya cepat turun dan ia terus mengulanginya beberapa kali sehingga membuat panasnya semakin turun membuatnya sedikit lega.


''Aku menyesal mungkin aku telah menyakitimu, mungkin aku terlambat menyadarinya dan mengetahui kalo kamu itu cemburu kepadaku dan kou harus tahu aku lebih memilih di sakiti, dari pada aku menyesali. Syg..! Munkin kamu akan bosan mendengar kata maaf dariku dan aku akan berusaha meyakinkanmu, sungguh aku sangat mencintaimu. Dihatiku cuma ada kamu, Adinda.'' Tutur Aditya menatap wajah Adinda lekat.


Dan tak lama ia merasakan lelah dan ngantuk, Akhirnya Aditya tertidur dengan memegang mesra jari Adinda.


Pagipun tiba, Adinda terbangun mengerjapkan matanya dan ia terkejut setelah melihat sosok suaminya yang berada di sampingnya tertidur dengan pulas. Adinda perlahan bangun dan melepaskan genggaman tangan Aditya dan sesuatu jatuh di hadapannya.


''Apa ini..! Apa yang dia lakukan semalam.'' Adinda heran menatap handuk kecil yang ada di tangannya. Ia pun langsung mengingat kejadian-kejadian waktu malam, setelah ingatannya kembali, Adinda menatap Dingin Aditya yang masih tertidur ia merasakan kembali kekecewaan yang membuatnya menjadi lemah.

__ADS_1


''Lebih baik aku pergi saja, Mas. Aku tidak sanggup lagi menerima kenyataan ini, aku belum siap melihat kamu bahagia dengan perempuan itu.''


Adinda lalu bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Dan setelah ia selesai mandi, Adinda melihat Aditya masih tertidur. Adinda lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa pergi dari rumah itu dan tidak membawa apapun karna takut para pelayan mencurigainya.


__ADS_2