
"Ra, kamu mau kemana?" suara bass yang begitu Nara kenal terdengar menyapa indera pendengarannya saat Nara akan membuka pintu kamarnya.
Menarik napasnya, Nara membalikkan tubuhnya menghadap si penanya yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Aku mau ke kamar Zeline." jawabnya singkat.
Tenggorokannya seperti tercekat oleh sesuatu. Berbohong? Baru kali ini. Membohongi orang yang penuh dengan kesabaran. Entah kenapa terasa sangat berbeda.
Dirinya tak berani menatap lebih lama manik mata teduh sang suami. Padahal, jika biasanya dirinya akan menatap dengan lama keteduhan yang berasal dari manik mata tersebut. Namun kali ini tidak.
Ada rasa takut ketika menatapnya. Apakah ini karena kebohongan yang dia lakukan?
Senyum terbit sembari melangkah menghampiri wanita yang dia tunggu cintanya dari dulu. Dengan pelan, tangannya menyentuh pundak yang jauh lebih pendek darinya. "Kamu kok kelihatan beda ya? Atau aku yang salah lihat?" tanyanya menyelidik.
"Ha? A-aku?" ucapnya terbata.
Sontak tawa pecah melihat ekspresi lucu dari sang istri. Nara memeluknya dengan erat. Menenggelamkan wajah cantik yang selalu membuatnya bisa tersenyum. Mengusap pelan bahu, lalu kepala dan berakhir dengan kecupan.
"Aku cuma bercanda." ucapnya. Membuat Nara bernapas lega.
Nara melepas pelukan sang suami. "Aku pergi dulu. Jaga Yumna dulu ya. Assalamualaikum." setelah mencium tangan Naren, bergegas Nara membuka pintu kamarnya. Berlalu meninggalkan Naren yang masih berdiri ditempatnya.
"Waalaikumsalam."
Tanpa Nara sadari, air mata menetes dari kelopak matanya saat berada di lift. Dalam hati Nara bertanya, ada apa sebenarnya ini? Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Apa karena kebohongannya tadi pada Naren?
__ADS_1
Pintu lift terbuka. Segera Nara melangkahkan kakinya keluar dari hotel menuju parkiran. Malam yang dingin itu menjadi saksi kemana Nara pergi.
Sepuluh menit Nara lalui dengan cepat. Dirinya sampai di taman yang sudah dia hapal sedari kecil. Memarkirkan mobilnya, Nara berjalan menuju bangku yang ada di taman.
Duduk disana dengan kepala celingukan. Mencari sesuatu, lebih tepatnya seseorang. "Ra." Lantas Nara menoleh mendengar namanya dipanggil.
Bangkit dari kursi, Nara menatap pria berjaket hitam yang berdiri tak jauh darinya. "Gio?"
Pria berjaket tersebut menghampiri Nara. Memeluknya dengan erat setelah sekian lama. Nara diam ditempat. Tak membalas dan tak menolak. Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya?
"Aku rindu sama kamu, Ra. Rindu banget, Ra." pelukan terasa semakin erat.
"Gio, aku ngga punya waktu banyak. Cepat katakan kenapa kamu menyuruhku kemari." balas Nara membuat pelukan itu terlepas seketika.
Nara terdiam, bingung harus menjawab apa. "Aku tahu kamu rindu, kan? Dan aku kesini, cuma mau kasih penjelasan sama kamu kenapa aku pergi ninggalin kamu." sebelum Nara menjawab, Gio sudah menebaknya terlebih dahulu.
"Penjelasan apa?" kini Nara balik yang bertanya.
Gio menuntun Nara untuk duduk bangku taman. Menggengam tangan yang selalu membuatnya hangat. "Sebelum aku kasih penjelasan yang sebenarnya, aku mau tanya dulu sama kamu."
"Aku udah tahu kalau kamu menikah dengan dia karena sebuah persamaan kan? Kalian berdua sama-sama ditinggal oleh orang yang dicintai. Tapi sekarang, aku udah datang. Jadi, diantara kalian udah ada perbedaan kan? Apa setelah adanya perbedaan ini, kamu akan berpisah dengan dia?"
Jleb!
__ADS_1
Seperti tertusuk oleh duri yang begitu tajam, hati Nara tersayat. Mendengar kata perpisahan, dirinya lemas. Tak pernah terbesit sekalipun kata itu akan ada dalam pernikahannya dengan pria dengan sejuta kesabaran.
"Ra, aku yakin kamu masih cinta sama aku kan? Jawab aku dengan jujur, Ra. Aku bisa tahu kalau kamu masih cinta sama aku atau ngga. Jadi, jangan pernah mencoba untuk berbohong."
Kali ini Nara benar-benar terjebak dengan pertanyaan yang terlontar dari pria penghuni hatinya.
Hening.
Pada detik selanjutnya, Nara mengangguk. Bersamaan dengan itu, air mata menetes seketika.
Tak pernah Nara tahu, jika jawabannya telah membuat hati seseorang terluka. Bahkan sangat. Tersayat.
*
*
*
Bersambung...
Kalau kalian tanya kenapa bab nya sedikit, karena emang Author lebih suka yang sedikit begini. Dan akan Author usahakan, bisa UP double. Jadi kalian bisa baca terus.
Dan jangan lupa like, koment dan favorite yaaa. Dukung terus karya ini. Makasih...
__ADS_1
Jadwal UP Author kasih tau di grup. Bonus point.