Suara Hati Suami

Suara Hati Suami
Berubah


__ADS_3

Naren duduk dipinggiran kasur dengan sebuah bingkai foto berada diatas pangkuannya. Ditatapnya foto yang berada didalam bingkai dengan perasaan berdebar. Tangannya tergerak mengusap permukaan bingkai dengan pelan.


Terlihat begitu jelas difoto itu dia terlihat bahagia. Dua buku pernikahan pun diperlihatkan dengan bangga. Belum lagi wanita cantik yang berdiri disampingnya. Senyumnya menghangatkan. Sampai membuatnya ikut tersenyum pula.


Disaat Naren tengah fokus pada foto pernikahannya dengan Nara, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Naren terkejut, reflek dia menyembunyikan bingkai foto dibelakang tubuhnya sembari bangkit tempatnya duduk.


"Apakah kamu tidak bisa mengetuk pintu atau bahkan meminta ijin terlebih dahulu sebelum masuk kamar orang?" lontar Naren pada Nara yang sudah menampakkan seluruh tubuhnya diambang pintu.


Wanita cantik berhijab pashmina dengan balutan jas serta celana hitam itu tersenyum manis mendengar pertanyaan dari Naren. Bagi Nara, pria tampan didepannya ini semakin unik dimatanya. Berkat ingatan yang hilang itu, Nara menemukan sosok berbeda dari suaminya.


"Aku sudah berulang kali mengetuk pintu sembari memanggil kakak. Tapi kakak tidak menjawab. Aku mengira kakak belum bangun. Maaf jika membuat kakak terkejut. Aku tidak bermaksud begitu." Nara menjawab pertanyaan dari Naren dengan lembut. Sembari menjelaskan pula maksud dia pergi ke kamar Naren pagi-pagi sekali.


Naren berdehem. Mencoba menetralkan rasa malunya. "Ouh baiklah. Hati-hati di jalan. Aku akan menjaga anak kita dengan baik. Kamu tidak perlu khawatir." balasan dari Naren sukses membuat hati Nara menghangat. Sudah seminggu bersama, bersyukur Naren menunjukkan banyak perubahan. Dari sosok yang dingin hingga formal kini menjadi pribadi yang hangat serta nonfomal layaknya pasangan pada umumnya. Walau belum ada panggilan romantasi seperti dulu, setidaknya sudah membuat Nara merasa perjuangannya tidaklah sia-sia.


"Oke. Terima kasih. Aku pamit. Assalamualaikum." ketika Nara membalikkan badan, Naren langsung memanggil Nara. Lantas Nara berbalik dan berdiri berhadapan dengan Naren dengan jarak dua langkah.


"Sudah tiga minggu kelahiran anak kita. Aku berniat besok memberinya nama. Mungkin kita bisa mengadakan pesta kecil sekaligus syukuran. Bagaimana menurut kamu?" pada akhirnya Naren mampu mengungkapkan pendapat yang beberapa hari ini dia pikirkan matang-matang.


"Itu ide yang bagus, kak. Aku pun berpikir akan mengundang ayah dan bunda yang berada di turki sekaligus bapak dan ibu mertua yang berada di Brunei saat pemberian nama anak kita. Apakah kakak tidak keberatan?" Nara membalas dengan antusias. Dia juga menantikan moment ini. Moment dimana putrinya akan mendapat sebuah nama yang merupakan doa.


"Ouh tentu tidak. Silakan kamu undang kerabat terdekat. Aku akan menyiapkan konsep acaranya." Naren mempersilahkan. Dia juga berpikir acara kali ini memang harus mengundang banyak kerabat.


"Baiklah. Kalau begitu aku pamit kak. Sudah siang. Aku tidak mungkin berangkat terlambat. Jaga putri kita ya." setelahnya pintu kamar yang Naren tempati itu tertutup rapat.

__ADS_1


Naren kembali duduk ditepian kasur. Namun kali ini dia duduk didekat nakas. Foto pernikahan yang disembunyikan dibalik punggungnya dia kembalikan ke tempat semula.


Kemudian, Naren menarik laci. Sebuah buku kecil yang berisi catatan dia ambil. Dibukanya buku catatan itu. "Aku tidak akan mengecewakanmu." lirihnya ketika membaca kembali konsep acara dan tentunya nama untuk putri mereka.


***


Acara yang sudah Naren konsep dengan baik pun terlaksana dengan lancar. Beberapa kerabat yang diundang pun merasa sangat berterima kasih karena telah dipersilakan bertemu si cantik baby N. Terutama dua nenek dan dua kakek yang diundang dari dua negara berbeda.


"Dia sangat mirip Naren."


"Dia juga mirip Nara. Cantik sekali."


Percakapan antara para kakek dan nenek membuat gadis cantik berambut kepang dua itu tak lagi dapat menampung air matanya. Dia lekas masuk ke dalam kamar dan menangis sambil memeluk boneka hadiah dari Naren, daddy-nya.


"Yumna! It's Jordan! Let's open the door. I brought you something!" bersamaan dengan suara yang begitu familiar itu terdengar pula ketukan pintu selama beberapa kali.


Yumna diam. Air mata yang mengalir dipipi putihnya dia usap pelan. Kini dia hanya punya Jordan yang mampu jadi teman.


Yumna bergegas turun dari kasur. Lalu membukakan pintu kamar. Laki-laki tampan dengan senyum manis itu menyapanya didepan pintu.


"It's for you." Jordan menyodorkan sebuah kotak berbentuk love pada Yumna. Lalu kembali berkata, "Don't be sad. I'll cheer you up." hal itu membuat senyum terbit dibibir pink Yumna.


Di sudut lain, Nara tersenyum melihat keakraban Jordan dengan Yumna. Ada sedikit rasa salah yang muncul dihatinya kala itu. Semenjak kejadian kecelakaan itu, Yumna semakin berubah. Dulu dia gadis ceria, suka bercerita dan jarang menangis. Namun, semua itu perlahan hilang. Dia merasa bersalah karena tak bisa menjadi ibu yang baik.

__ADS_1


"Ada apa, sayang?" tepukan dipundak membuat Nara segera menghapus air matanya. Dia berbalik dan tersenyum pada bunda-nya.


"Aku merasa bersalah pada putriku, bunda. Aku belum bisa menjadi ibu yang baik untuk dirinya. Seharusnya dia menjalani hari-hari yang indah dan menyenangkan. Bukan seperti ini. Merasa jauh dari orang yang dia sayang. Membuatnya semakin hari semakin berubah, bunda." Nara memeluk wanita cantik didepannya ini sembari menumpahkan segala yang dia rasa selama tiga minggu terakhir pasca kecelakaan.


Bunda Ai mengelus punggung putrinya dengan sayang. Berusaha memberi dukungan dan kekuatan untuk putrinya agar tetap bertahan dan terus berjuang.


"Bunda yakin, kamu bisa melewati semuanya. Bunda akan bantu kamu sayang. Yumna adalah cucu pertama bunda. Bunda ngga akan melupakannya. Kamu tenang saja."


Nara mengangguk, bersyukur memiliki bunda yang selalu peka dan pengertian. Setiap hal berat yang dia lewati kini terasa lebih ringan.


*


*


*


Bersambung...


Hai ges, akhirnya kita ketemu lagi. Maap ya baru bisa UP lagi. Dan ngga bisa janji mau UP kapan.


Tetep bantuin karya ini sampe tamat ya ges. Karena dukungan kalian juga karya ini tetep lanjut di-era gempuran sibuk di sekolah.


Sampai ketemu dibab selanjutnya. Jangan lupa like, koment dan kasih hadiah. Tunggu nama baby N ya ges. Makasih buat kalian semua orang baik.

__ADS_1


~ Salam Pena


__ADS_2