
Di dalam cafe, Naren duduk berhadapan dengan Nara. Tangannya menggenggam erat tangan putih mulus milik sang istri. Matanya menatap dalam kornea mata khas Indonesia itu. Bersih dan bening.
"Maaf ya, Ra." ucapan pertama dari Naren saat keduanya duduk di dalam cafe.
Nara menggeleng. Bergantian menggenggam tangan sang suami. Lalu, tersenyum manis sembari mengatakan, "Aku yang harusnya minta maaf, kak. Maaf kalau aku pernah berbohong sama kamu." ucapnya lembut.
"Dari kejadian sebulan yang lalu, aku sadar kak. Aku... sebenarnya udah ngga cinta sama Gio. Aku sadar kalau cinta itu sekarang salah. Aku ngga mungkin mengkhianati sahabat aku sendiri. Aku juga ngga mungkin menikah dengan pria yang berstatus saudara dengan suamiku sendiri. Itu semua salah kalau aku memilih mempertahankan cinta masa laluku. Sekali lagi aku minta maaf, kak. Aku minta maaf karena udah buat kamu kecewa dan sakit hati. Apalagi, kecelakaan itu juga terjadi karena aku. Andai... aku..."
Naren mendengarkan dengan seksama. Ada rasa lega saat mendengar kejujuran itu. Tuhan memang Maha Adil. Skenarionya tak bisa ditebak oleh siapapun. Ternyata semua berakhir indah. Padahal, Naren berpikir jika semua akan berakhir menyedihkan.
Untung saja, tadi malam dia belum mengucapkan kata cerai. Kalau sampai itu terucap, dirinya akan sangat menyesal seumur hidup.
"Alhamdulillah karena Allah sudah memberikan kamu kesadaran. Aku bersyukur. Ayo kita mulai semuanya dengan lembaran yang baru. Saling membuka hati, menyayangi dan melengkapi. Aku yakin, kita akan menjadi keluarga yang selalu diharapkan. Sakinah, mawadah dan warahmah." tingkat ilmu agama yang Naren tuntut sewaktu SMP sampai jenjang perkuliahan tidaklah sia-sia. Buah kesabaran kini dapat dipetik dan dinikmati.
__ADS_1
Selanjutnya, Naren berharap bahwa hubungan mereka akan semakin membaik. Tak ada lagi hati untuk orang lain. Yang ada hanyalah hati untuk keluarga.
"Terima kasih, kak. Karena udah percaya lagi sama aku. Ayo kita buka lembaran baru lagi. Yang dimana, kita akan mengisinya dengan cinta, kasih sayang dan rasa saling memiliki. Bersama Yumna dan calon anak kita." balasnya dengan senyum terus terukir. Ucapannya begitu tulus. Tak lagi ada kebohongan. Real hati.
Naren membalas dengan anggukan. Tersenyum dengan manis untuk membalas senyuman sang istri.
Setelahnya, mereka memesan beberapa cemilan dan minuman. Mereka menghabiskan waktu bersama selama kurang lebih satu jam. Saling bercerita dan bercanda tawa. Terkadang mereka membahas masa depan. Dimana ada mereka, Yumna dan calon anak yang ada didalam rahim Nara. Membayangkan betapa bahagianya mereka nanti.
***
"Adek, jangan lama-lama didalam ya. Kakak Una udah ngga sabar liat kamu. Kalau kamu udah besar, nanti main ya sama kakak Una." Yumna mengelus perut yang masih rata itu dan mengecupnya sebanyak tiga kali.
Sore hari yang hangat bagi keluarga kecil Naren. Menikmati suasana sejuk dari semilir angin ditepi kolam. Naren dan Yumna kini sudah basah kuyup. Mereka berenang di kolam renang yang baru dikuras tadi siang.
__ADS_1
Dinginnya air menambah kebugaran tubuh. Cipratan-cipratan air terlihat di tepian kolam. Tawa Yumna pun sampai terdengar ke dalam rumah karena begitu senangnya.
Sedangkan Nara, dia memilih duduk di kursi lounger di tepi kolam. Menikmati pemandangan tawa dari suami dan putrinya. Tangannya sibuk mengelus lembut perut yang masih rata. Sembari tersenyum dan berdoa, kedepannya akan baik-baik saja.
"Semoga kedepannya baik-baik saja. Bismillah. Aku akan memulai semuanya dengan lembaran baru. Memulai mencintai orang yang selalu ada untukku, menjadi imamku dan menjadi ayah dari anakkku kelak. Amin..." senja menjadi saksi keharomanisan keluarga kecil yang hampir saja berakhir dengan kata perpisahan. Menyaksikan betapa indahnya skenario Tuhan yang sangat mengagumkan. Tuhan yang Maha Membolak-balikkan hati manusia. Benci jadi cinta. Dan cinta hampir membenci berakhir saling mencintai dengan karunia seorang anak yang mampu menaklukkan hati kedua orangtuanya.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan favorite. Makasih gaes...
Oh ya games, author ada karya baru nih. Judulnya Mendadak Sah!, kira-kira kalau author UP di WP, kalian mau baca ngga? Yuk koment.