
Tak terasa seminggu telah berlalu dengan cepat. Hari-hari Naren diisi kegiatan seperti biasa. Paginya dia sarapan bersama keluarga lalu mengantar Anzel ke sekolah, dilanjutkan bekerja di kantor sampai sore hari, barulah ketika malam hari menghabiskan waktu bersama putri kecilnya.
Seperti biasa sebelum pergi ke kantor, Naren lebih dulu mengantar Anzel ke sekolah. "Daddy, jangan lupa nanti sore kita ketemu mommy ya?" setelah mencium tangan Naren, Anzel tak lupa mengingatkan untuk acara nanti sore. Mengingat daddynya adalah orang sibuk. Anzel takut daddynya lupa.
Naren mengecup kening Anzel dahulu, barulah membalas ucapan Anzel, "Tentu. Daddy tidak akan lupa. Nanti Anzel tunggu saja di rumah ya? Daddy janji tidak akan lembur hari ini dan kita bisa ketemu mommy."
"Baiklah, Dad. Anzel masuk dulu ya. Hati-hati dijalan." setelah berpamitan, Anzel pun masuk ke sekolah sembari melambaikan tangan tanda perpisahan.
Setelah Anzel menghilang dari pandangannya, Naren langsung masuk ke dalam mobil. Kemudian mengendarainya ke perusahaan tempatnya mengais rezeki selama ini.
Sesampainya di perusahaan, Naren segera pergi ke ruang kerjanya. Bersiap kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Semenjak merekrut sekretaris baru, pekerjaan Naren tidak terlalu banyak seperti sebelumnya.
Dea, wanita itu selalu bekerja dengan cepat dengan hasil yang memuaskan. Membuat Naren begitu percaya terhadap Dea. Begitupun dengan Kenzo yang sudah lama bekerja dengan Naren. Pria itu pun selalu dipercaya menghandle pekerjaan bosnya ketika sedang diluar kota ataupun luar negeri.
Bagi Naren sendiri, memiliki dua sekretaris yang professional dan kompeten dalam bekerja merupakan suatu keberuntungan.
"Permisi pak, sekarang ada jadwal rapat bersama. Mohon bapak bisa bersiap." ucapnya dengn sopan.
Naren yang sedang memeriksa berkas pun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan. Diliriknya jam yang melingkar ditangan.
Setelahnya dia bangkit dari tempat duduk. Lalu menyerahkan berkas yang ada diatas meja kepada Dea.
"Tolong bawakan ini. Saya akan siap-siap dulu. Kamu langsung ke ruang rapat saja." perintah Naren sembari berlalu keluar dari ruangannya menuju toilet.
"Baik Pak." Dea pun ikut keluar dan pergi ke ruangan rapat bersama dengan Kenzo.
Karena tak ingin membuang waktu, Naren langsung melangkahkan kaki menuju ruang rapat setelah selesai bersiap.
Saat Naren membuka pintu ruang rapat, dirinya dikejutkan dengan nyanyian selamat ulang tahun dan sebuah kue ulang tahun dengan satu lilin ditengahnya. Naren mematung ditempat. Merasa haru ketika lampu dinyalakan.
Dilihatnya semua staff orang yang berada di ruangan. Tak menyangka akan mendapat suprise. Bahkan Naren pun tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Selamat ulang tahun pak. Kami semua mendoakan bapak supaya selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang dan perusahaan bapak ini bisa semakin melebarkan sayap. Sekali lagi selamat ulang tahun ya pak." ucap Dea mewakili semua orang yang hadir diacara diruangan. Pun juga karyawan yang tidak ikut hadir.
Naren mengusap ujung matanya yang terasa memanas. "Terima kasih semuanya. Saya sangat terharu sekali dengan suprisenya. Dan semoga doa yang kalian berikan akan kembali untuk kalian semua." ucap Naren kemudian meniup lilin yang berada diatas kue. Semua orang pun bertepuk tangan meriah.
Setelahnya mereka duduk untuk melakukan rapat dengan Naren yang membukanya dengan sambutan. "Dihari ulang tahun saya ini, saya ingin berbagi kebahagiaan dengan semua staff hadir dalam rapat kali ini dan semua karyawan yang bekerja di perusahaan ini tak terkecuali. Saya meminta kalian semua agar besok berlibur ke luar negeri secara gratis. Tanpa dipungut biaya apapun. Semoga kalian senang dan bisa merefresh pikiran. Kedepannya saya berharap kinerja kalian, dan tentunya kita semua lebih baik lagi. Sekian. Terima kasih." semua yang hadir saat rapat pun bersorak gembira. Tak menyangka suprise yang mereka siapkan justru membuat mereka bisa pergi ke luar negeri secara gratis. Amazing.
"Dea tolong nanti siapkan jam penerbangan, hotel dan segala keperluan mereka diluar negeri." ucap Naren ketika mereka berada di lift usai rapat dilaksanakan.
"Ijin bertanya pak, apakah bapak juga akan ikut serta?"
"Tidak. Kalian saja yang berlibur. Pasti bekerja kantoran sangat melelahkan. Makanya saya ingin kalian merefresh pikiran. Saya pasrahkan semuanya kepada kamu dan Kenzo ya. Nanti jika ada apa-apa tinggal kabari saya saja." tepat setelah menjawab pertanyaan dari Dea, pintu lift terbuka.
Naren keluar lebih dulu, meninggalkan dua sekretarisnya dibelakang. Namun tiba-tiba Naren menghentikan langkah membuat Dea dan Kenzo terkejut.
"Oh ya saya lupa. Beritahu semua karyawan dan staff untuk pekerjaan bulan ini harus selesai nanti sore." ucap Naren yang langsung Dea dan Kenzo saling pandang.
***
Sore hari setelah pekerjaan kantor selesai, Naren bergegas pulang ke rumah untuk menjemput Anzel. Sekalian dirinya membersihkan diri. Karena hari ini cukup membuatnya lebih lelah dan pusing dari biasanya. Mengingat tugas yang diberikan pada bawahannya yang cukup menguras tenaga dan pikiran.
Sesampainya di rumah, Naren disambut Anzel yang sudah nampak rapih. Gadis cilik itu tersenyum senang melihat daddynya sudah pulang.
"Daddya mandi dulu ya. Anzel tunggu disini." barulah setelah itu, Naren bergegas ke kamar untuk mandi dan bersiap.
Anzel pun menunggu dengan bermain tablet dengan ditemani bi Minah.
Seperti yang Naren katakan, sepuluh menit kemudian Naren datang dengan pakaian sederhana tapi cukup membuatnya terlihat gagah diusianya yang hampir setengah abada.
__ADS_1
Mereka pun langsung pergi ke TPU untuk berziarah. Meninggalkan bi Minah untuk berjaga di rumah. Sementara anggota keluarga yang lain pergi karena ada suatu kesibukan.
"Mommy, Anzel sama daddy datang lho. Kami mau kirim doa buat mommy. Semoga disana mommya ditempatkan ditempat terbaik, amin." Anzel langsung berjongkok disamping nisan bertuliskan nama mommya saat baru saja sampai. Terlihat jelas dimata Naren keantusiasan Anzel ketika berziarah. Membuatnya merasa haru.
Setelah selesai berdoa dan menabur bunga mawar segar, mereka pun mengucapkan kalimat perpisahan karena hari sudah sore.
Mereka pun kembali ke mobil. Bersiap untuk pulang. Namun ditengah perjalanan Anzel meminta untuk berhenti disebuah caffe dengan alasan lapar. Mau tak mau Naren pun menuruti keinginan putrinya. Jarang-jarang juga mereka pergi ke caffe bersama. Itung-itung quality time.
"Daddy aku mau makan dilantai atas. Biar bisa lihat pemandangan." minta Anzel ketika mereka baru saja masuk ke dalam caffe.
"Baiklah, ayo."
Mereka naik ke lantas atas seperti permintaan Anzel. Sesampainya disana, Naren begitu terkejut melihat pemandangan yang ada didepannya.
"Kejutan!!!" teriak Anzel sembari membentangkan tangannya.
Musik 'Selamat Ulang Tahun' karya Jamrud pun mulai menggema. Bersamaan dengan tepuk tangan meriah keluarganya. Membuat Naren mematung tanpa bisa berkata apapun. Terlalu banyak kejutan hari ini. Dan tak dipungkiri dia pun merasa sangat bahagia.
Apalagi saat Yumna membawakan sebuah kue ulang tahun dan Anzel yang berada disampingnya. Naren tak lagi dapat menahan tangis. Benar-benar dirinya tak menyangka semua orang akan ikut merayakan kebahagiaannya saat ini.
"Ayo dad tiup lilinnya." ucap Yumna yang nampak sangat cantik sore itu.
Naren pun meniup lilin lalu memeluk Yumna kemudian Anzel. "Dad, ini kado dari aku dan kak Una." Anzel memberikan sebuah bingkai foto. Naren menerimanya dengan haru.
Didalam foto ada dirinya, Shafira disebelah kiri dan Yumna, lalu disebelah kanan ada Nara dan Anzel. Mereka terlihat seperti keluaga bahagia.
"Terima kasih sayang."
"Sama-sama dad. Oh ya, ada yang ingin kami tunjukkan lagi pada daddy. Ayo ikut kami." ajak Yumna dengan menggandeng tangan Naren dan Anzel menuju panggung yang sudah disiapkan oleh pihak caffe.
"Sikat mennn..." ucap salah seorang pria yang memegang gitar diatas panggung. Naren yang melihat tampak dibuat terkejut kembali. Wajah dan suara itu sangat familiar untuknya.
Bukannya untuk menjauhi mu
Mencoba cari bagaimana untuk berdua
Setelah ku putuskan kembali tuk pulang
Untuk mencari yang terkasih
Tetapi kau bukan dirimu lagi
Kau telah jauh berubah
"Semuanya..." ucap si pemegang mic yang berdiri disamping pemegang gitar.
Ataukah sudah temukan yang baru....
Tolong jangan kau katakan kau suka
Jangan-jangan kau pikirkan egomu saja
Aku masih disini
Biar kau tahu betapa sulitnya aku
Selama ini cintai kamu
Aku masih denganmu
__ADS_1
"Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami yang saat ini tengah mengulang hari lahirnya, tetapi usianya semakin bertambah tua. Doa baik untuk sahabat kami ini." si penyanyi yang tak lain adalah sahabat Lama Naren yaitu Jefri atau Njep berkata setelah usai menyanyi. Disusul oleh Aril dan Ragil selaku pemain gitar.
"Sini bro kita nyanyi bareng." ajak Ragil yang langsung merangkul Naren agar maju ke panggung.
"Oh ya kita panggil juga penyanyi yang akan duet dengan Naren. Silakan Dea Ayu Valensia untuk maju ke panggung dan bernyanyi bersama kami." ucap Aril dengan mic membuat fokus Naren teralihkan oleh wanita cantik yang memakai dress hitam.
Tak menyangka jika Dea pun akan hadir dan kini akan berduet dengannya.
"Yukk gassin..." ucap Ragil mengawali.
Jefri pun langsung memainkan gitar. Ragil dan Aril mulai bernyanyi. Kemudian Dea.
...Saat ku sendiri ...
Ku bayangkan dia
Datang padaku dengan cinta
Dengan Cinta
Dan dilanjut oleh Naren.
Di keramaian
Ku merasa sepi
Saat tak ada dirinya
Disambung oleh Dea.
Tiba-tiba cinta datang kepadaku
Saat ku mulai mencari cinta
Diselingi Naren lagi dan diakhiri bernyanyi bersama.
Tiba-tiba cinta datang kepadaku
Ku harap dia rasakan yang sama
Semua orang pun bertepuk tangan meriah. Membuat dua orang yang kini saling berpandangan itu tersenyum malu.
Sedangkan kakak beradik yang menyusun acara suprise ulang tahun daddy mereka, saling tos dengan senang. Akhirnya usaha mereka tidak sia-sia.
*
*
*
TAMAT
Hallo readers, jumpa kembali dengan author. Akhirnya ya tamat juga novel ini. Udah ga punya hutang update lagi wkwk. Moga aja kalian suka dengan endingnya ya.
Makasih buat para pembaca yang udah setia nemenin author sampe tamat. Karena ini bener-bener perjuangan buat nyelesain disela rasa males yang menggunung hehe.
Sampai jumpa lagi di novel yang lain ya. Sehat, ceria dan bahagia selalu buat kalian. Salam cinta dari Anzel buat readers tercinta.
Bye ♡
__ADS_1