
Seperti yang sudah direncanakan, setelah berziarah mereka langsung menuju kebun binatang. Berkeliling sampai setengah hari. Sorenya mereka pulang. Karena, besok Yumna harus sekolah. Jadi, tidak boleh sampai kelelahan.
Kakek dan nenek Yumna, tinggal semalam di rumah menantunya. Karena besoknya, mereka akan langsung terbang ke Sumatra, guna menyambung tali silaturahmi. Setelahnya, mereka juga akan terbang ke Kalimantan. Lalu, terbang ke Aceh dan pulang ke Brunei. Tempat tinggal asli mereka.
Kesempatan yang hanya datang kali ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Waktu selama hampir tujuh tahun tidaklah singkat. Rasanya lama. Bagi mereka yang sedang merindu tentunya. Seperti halnya, kakek dan nenek Yumna yang baru bisa datang sekarang. Melihat cucu satu-satunya yang kini sudah menginjak jenjang pendidikan Sekolah Dasar.
"Bapak, ibu, Naren minta doanya buat kehamilan Nara." mereka berkumpul di ruang tamu setelah tadi makan malam bersama.
"Iya, Ren. Bapak sama ibu selalu doain yang terbaik buat kamu. Semoga ibu dan janinnya sehat selalu sampai masanya lahiran." balas ibunya Fira dengan senyum hangat.
"Amin pak, bu. Makasih doanya." dengan serempak Naren dan Nara mengamini doa dari ibunya Fira.
"Masuk ke minggu berapa, Ra?" tanya ibunya Fira pada Nara.
"Baru tiga minggu, bu." jawab Nara, tangannya mengusap pelan perut yang masih rata.
Ibunya Fira mengangguk paham. Wajahnya selalu memancarkan senyum yang hangat dan tulus. Membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum juga.
"Huaaa..." Yumna menguap, matanya berkedip beberapa kali. Berhasil menyita perhatian orang yang ada disekelilingnya.
__ADS_1
"Udah jam sembilan. Waktunya Yumna tidur."
"Ya sudah sana kamu tidur. Yang nyenyak ya. Selamat malam, cucu kakek dan nenek." ibunya Fira mencium wajah gembul Yumna sebelum bocah mungil itu turun dari pangkuan. Berjalan menuju mommy-nya yang tengah duduk disamping daddy-nya.
"Yuk." Nara bangkit. Menggandeng tangan Yumna. Lalu, berjalan menuju kamar yang terletak di lantai satu.
Seperti biasa, Nara akan membacakan cerita pengantar tidur untuk Yumna. Memberikan usapan lembut, agar bocah mungil itu segera terlelap. Masuk ke dalam mimpi. Menuju hari esok.
Di ruang tamu, Naren asik berbincang dengan mertuanya. Menceritakan kesehariannya dan juga Yumna tentunya.
Hingga pukul setengah sepuluh, mereka memutuskan untuk pergi ke kamar masing-masing. Mengistirahatkan tubuh yang lelah akan aktivitas pada hari itu yang tentunya menguras tenaga. Walau sedikit.
Pagi harinya, bel berbunyi beberapa kali. Menganggu aktivitas pagi orang yang berada di dalam rumah. Termasuk Nara yang sedang bersiap ke kantornya.
"Kok tumben ya kak, pagi-pagi ada yang ke rumah? Ini masih setengah tujuh lho. Bi Inul, kakek sama nenek juga ngga di rumah, mereka lagi nganterin Yumna ke sekolah. Kamu bisa ngga bukain pintu sebentar? Takutnya itu orang penting." Nara memandang wajah tampan Naren yang sedang duduk di sofa melewati pantulan cermin.
Naren meletakkan secangkir teh yang kini tersisa setengah. Matanya beralih pada wanita cantik yang sedang memandangnya lewat pantulan cermin di kamar. "Iya tumben banget. Ya udah, kamu selesain dandannya dulu. Kalau itu orang penting, nanti aku panggil." Naren yang memang kategori pria peka, lantas berdiri setelah meraih tongkatnya. Lalu, berjalan dengan pelan keluar dari kamar menuju ruang tamu setelah Nara mengangguki ucapannya.
Bel berbunyi lagi. Membuat Naren mempercepat langkahnya. Meraih handle pintu, Naren membukanya dengan lebar. Tampaklah sosok yang dulu pernah dia temui sebulan yang lalu.
__ADS_1
Tanpa basa-basi, si tamu tersebut langsung masuk ke dalam rumah. Menabrak tongkat yang digunakan Naren untuk berjalan. Tubuh itu terhuyung hingga jatuh ke lantai yang dingin.
"Berhenti!" suara Naren yang tegas, membuat langkah si tamu berhenti.
Si tamu membalikkan badan. Menghampiri Naren yang sedang berusaha bangkit. Tangannya terulur.
Naren hendak meraihnya, namun tangan tersebut justru berubah menjadi sebuah kepalan. Dan berakhir mengenai wajahnya yang tampan. Darah segar mengalir kala itu di sudut bibir Naren yang kini tersungkur ke lantai.
"Dasar ngga berguna!"
*
*
*
Bersambung...
Yuk dukung terus yaaa. Makasih buat kalian semua yang udah dukung karya ini.
__ADS_1
Nantikan karya terbaru yaa. Judulnya 'Mendadak Sah!'. Cuma UP Rabu, Jumat dan Minggu. Karena sebentar lagi, Skenario Cinta yang kalian tunggu akan launching bulan Juli. Jadi, harus bagi waktu. Nantikan ya gaes...